Home / Berita / Ekaristi Sabtu, 11 Agustus 2018 Santa Klara (perawan, 1193-1253)

Ekaristi Sabtu, 11 Agustus 2018 Santa Klara (perawan, 1193-1253)

Klara dilahirkan sekitar tahun 1193 di Assisi, Italia. Ia hidup pada jaman St. Fransiskus dari Assisi. Klara menjadi pendiri suatu ordo religius para biarawati yang disebut “Ordo Santa Klara (Klaris), OSCl” Ketika Klara berusia delapan belas tahun, ia mendengarkan khotbah St. Fransiskus. Hatinya berkobar dengan suatu hasrat yang kuat untuk meneladaninya. Ia juga ingin hidup miskin serta rendah hati demi Yesus. Jadi suatu malam, ia melarikan diri dari rumahnya. Di sebuah kapel kecil di luar kota Assisi, Klara mempersembahkan dirinya kepada Tuhan. St. Fransiskus menggunting rambutnya dan memberinya sehelai jubah coklat kasar untuk dikenakannya. Untuk sementara waktu, Klara tinggal bersama para biarawati Benediktin hingga biarawati lainnya bergabung dengannya. Orangtua Klara mengupayakan segala usaha untuk membawanya pulang ke rumah, tetapi Klara tidak mau kembali. Tak lama kemudian Agnes, adiknya yang berusia lima belas tahun, bergabung dengannya. Para gadis yang lain pun ingin pula menjadi pengantin Kristus. Jadi, sebentar saja sudah terbentuklah suatu komunitas religius kecil.

St. Klara dan para biarawatinya tidak mengenakan sepatu. Mereka tidak pernah makan daging. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana dan tidak berbicara hampir sepanjang waktu. Namun demikian, para biarawati itu amat bahagia karena mereka merasa Yesus dekat dengan mereka. Suatu ketika sepasukan tentara yang beringas datang untuk menyerang Assisi. Mereka telah merencanakan untuk menyerang biara terlebih dahulu. Meskipun sedang sakit parah, St. Klara minta untuk dibopong ke altar. Ia menempatkan Sakramen Mahakudus di tempat di mana para prajurit dapat melihat-Nya. Kemudian Klara berlutut serta memohon kepada Tuhan untuk menyelamatkan para biarawati. “Ya Tuhan, sudilah melindungi para biarawati yang saat ini tidak dapat aku lindungi,” doanya. Suatu suara dari hatinya terdengar berbicara: “Aku akan selalu menempatkan mereka dalam perlindungan-Ku.” Bersamaan dengan itu, suatu kegentaran hebat meliputi para prajurit dan mereka segera lari pontang-panting.

St. Klara menjadi priorin (=pemimpin) di biaranya selama empat puluh tahun. Dua puluh sembilan tahun dari masa itu dilewatkannya dengan menderita sakit. Meskipun demikian, St. Klara mengatakan bahwa ia penuh sukacita sebab ia melayani Tuhan. Sebagian orang khawatir para biarawati tersebut menderita sebab mereka teramat miskin. “Kata mereka kita ini terlalu miskin, tetapi dapatkah suatu hati yang memiliki Allah yang Mahakuasa sungguh-sungguh miskin?” St. Klara wafat pada tanggal 11 Agustus 1253. Hanya dua tahun kemudian ia dinyatakan kudus oleh Paus Alexander IV.

“Pergilah dalam damai; engkau telah mengikuti jalan yang benar; pergilah dengan penuh keyakinan, sebab Pencipta-mu telah menguduskanmu, telah memeliharamu terus-menerus, dan telah mengasihimu dengan segala kelembutan bagaikan seorang ibu terhadap anaknya. Oh Tuhan, terberkatilah Engkau karena telah menciptakan aku.” ~ St. Klara

Antifon Pembukaan

Inilah perawan yang budiman, yang keluar menyongsong Kristus
dengan pelita yang bernyala.

Kata Pengantar

Kata-kata terakhir seseorang yang mau meninggal selalu dicatat, diingat-ingat sebagai wasiat. Biasanya memang mengungkapkan isi hatinya yang paling dalam. “Tuhan, betapa bahagia aku Kauciptakan!” demikianlah ucapan Klara, yang berasal dari Assisi, pada akhir hidupnya sebagai biarawati. Rasa syukur atas hidup yang segar ini sekaligus mengungkapkan jalan hidupnya. Pada umur 18 tahun ia tertarik pada cara hidup Fransiskus dan lari dari rumah. Dialah Fransiskanes pertama dan pemimpin biara pertama Santa Klara di Assisi.

Doa Pembukaan

Marilah berdoa:
Allah Bapa yang penuh belas kaslih, dalam diri Santa Klara Engkau telah menumbuhkan cinta akan kemiskinan.
Semoga berkat doanya kami mengikuti Kristus dengan semangat kemiskinan, supaya layak memandang Engkau dalam kerajaan surga.
Demi Yesus Kristus, …

Bacaan I – Habakuk 1:12-2:4
Pada zaman yang gelap Nabi Habakuk bertanya kepada Tuhan, sebab seakan-akan Tuhan meninggalkan umat-Nya. Tuhan berkenan menjawab dan minta kesabaran serta kepercayaan kepada-Nya. Orang saleh yang selama hidup selalu percaya dan setia akan janjinya, dapat menunjukkan jalan.

Orang benar akan hidup berkat imannya.

Pembacaan dari Nubuat Habakuk:
Tuhan, bukankah Engkau Allahku sejak sediakala? Bukankah Engkau Yang Mahakudusku, yang takkan mati? Tuhan, Engkau telah menetapkan bangsa Kasdim sebagai penghukum. Ya Gunung Batu, Engkau telah menunjuk bangsa itu untuk menyiksa kami. Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan. Engkau tidak tahan memandang kelaliman. Bagaimana mungkin Engkau sekarang memandangi orang-orang yang berbuat khianat, dan berdiam diri bila orang-orang fasik menelan orang yang lebih baik?

Engkau menjadikan manusia itu seperti ikan di laut, seperti binatang-binatang melata yang tidak ada tuannya. Mereka semua ditariknya dengan kail, ditangkap dengan pukat dan dikumpulkannya dengan payang. Itulah sebabnya ia bersukaria dan bersorak-sorai. Itulah sebabnya ia mempersembahkan kurban untuk pukatnya dan membakar kurban untuk payangnya. Sebab berkat alat-alat itu pendapatan mereka mewah dan rezeki mereka berlimpah-limpah. Itukah sebabnya maka mereka selalu menghunus pedang dan membunuh bangsa-bangsa tanpa kenal belas kasih!

Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri terus pada menara. Aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan disabdakan Tuhan kepadaku, dan apa jawaban-Nya atas pengaduanku.

Maka Tuhan menjawab aku demikian: Catatlah penglihatan ini, guratlah pada loh batu agar mudah terbaca. Sebab penglihatan ini masih menanti saatnya, namun segera akan terpenuhi dan tidak berdusta. Bila pemenuhannya terlambat, nantikanlah, akhirnya pasti akan datang, dan tidak batal! Sungguh, orang yang sombong tidak lurus hatinya; tetapi orang benar akan hidup berkat imannya.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 9:8-9.10-11.12-13

Ref. Orang yang mencari Engkau tidak Kautinggalkan, ya Tuhan.

Mazmur:
 Tuhan bersemayam untuk selama-lamanya,
takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman.
Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan
dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.

 Tuhan adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak,
tempat perlindungan pada waktu kesesakan.
Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu,
sebab tidaklah Kautinggalkan
orang yang mencari Engkau, ya Tuhan.

 Bermazmurlah bagi Tuhan, yang bersemayam di Sion,
beritakanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa,
sebab Dialah, yang membalas penumpahan darah,
karena ingat kepada orang yang tertindas;
teriak mereka tidaklah dilupakan-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL 2Tim 1:10b

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut
dan menerangi hidup dengan Injil.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Matius 17:14-20
Kepicikan iman menyebabkan para murid belum memahami makna karya-karya ajaib Kristus. Sebab tidak hanya berdasarkan iman, tetapi juga roh. Itulah yang memberikan iman dan menyebabkan orang dapat melihat dengan kacamata ilahi.

Sekiranya kalian mempunyai iman, tiada yang mustahil bagimu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Sekali peristiwa datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya, “Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.”

Maka kata Yesus, “Hai kalian, angkatan yang tidak percaya dan sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kalian? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kalian? Bawalah anak itu ke mari!” Dengan keras Yesus menegur roh jahat itu lalu keluarlah ia daripadanya dan anak itu sembuh seketika itu juga.

Kemudian ketika mereka sendirian, para murid menghampiri Yesus dan bertanya, “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Yesus menjawab “Karena kalian kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sungguh, sekiranya kalian mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kalian dapat berkata kepada gunung ini, ‘Pindahlah sini ke sana,’ maka gunung ini akan pindah; dan tiada yang mustahil bagimu.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa yang mahamurah, dalam diri Santa Klara Kaulebur manusia lama dan Kauciptakan manusia baru menurut citra-Mu. Semoga kami pun Kauperbaharui sehingga Engkau berkenan menerima kurban perdamaian yang kami rayakan ini.
Demi Kristus,…

Antifon Komuni —Lih. Matius 19:27-29.

Kalian telah meninggalkan segalanya dan mengikuti Aku. Kalian akan menerima ganjaran seratus kali lipat dan mewarisi hidup abadi.

Doa Penutup

Marilah berdoa:
Allah Bapa yang mahakuasa dan mahamulia, semoga berkat kekuatan sakramen ini kami belajar dari teladan Santa Klara. Kiranya kami mengutamakan Dikau di atas segala-galanya dan di dunia ini sudah hidup sebagai manusia baru.
Demi Kristus, …

About gema

Check Also

Ekaristi SENIN BIASA XXIX, 22 Oktober 2018

Antifon Pembukaan – Efesus 2:4-5  Allah yang kaya rahmat, telah menghidupkan kita bersama Kristus, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *