Home / Liturgi / Rabu, 27 Desember 2017: Pesta Santo Yohanes (rasul dan pengarang Injil)

Rabu, 27 Desember 2017: Pesta Santo Yohanes (rasul dan pengarang Injil)

St. Yohanes adalah seorang nelayan di Galilea. Ia, bersama dengan St. Yakobus saudaranya, dipanggil untuk menjadi rasul Kristus. Yesus memberi julukan “anak-anak guruh” kepada kedua putera Zebedeus ini. St. Yohanes adalah rasul yang termuda. Ia amat dikasihi oleh Yesus. Pada perjamuan malam terakhir, Yohanes diperbolehkan menyandarkan kepalanya didada Yesus. Yohanes juga satu-satunya rasul yang berdiri di kaki salib. Yesus yang sedang menghadapi ajal menyerahkan pemeliharaan Bunda-Nya kepada murid yang dikasihi-Nya ini. Sambil memandang Bunda Maria, Ia berkata, “Inilah ibumu.” Jadi, hingga akhir hidupnya di dunia, Bunda Maria tinggal bersama St. Yohanes. Hanya Yohanes seorang yang memperoleh hak istimewa untuk menghormati serta melayani Bunda Allah yang tanpa noda.

Pada hari Paskah, pagi-pagi sekali, Maria Magdalena dan beberapa wanita membawa rempah-rempah menuju ke makam Yesus untuk meminyaki Tubuh-Nya. Mereka kembali dengan berlari-lari kepada para rasul untuk menyampaikan suatu berita yang mengejutkan. Tubuh Yesus telah hilang dari makam. Petrus dan Yohanes pergi untuk menyelidiki hal itu. Yohanes tiba terlebih dahulu, tetapi ia menunggu Petrus untuk masuk ke dalam makam terlebih dahulu. Baru sesudahnya, ia masuk dan melihat kain kapan yang telah tergulung rapi. Kemudian, pada minggu itu juga, para murid sedang memancing di Danau Tiberias tanpa hasil. Seseorang yang berdiri di pantai mengatakan kepada mereka untuk menebarkan jala mereka ke sisi lain perahu. Ketika mereka menarik jala mereka kembali, jala itu penuh dengan ikan besar. Yohanes, yang mengenali siapa orang itu, segera berseru kepada Petrus, “Itu Tuhan!”

Dengan turunnya Roh Kudus, para rasul penuh dengan keberanian baru. Setelah Tuhan Yesus naik ke surga, Petrus dan Yohanes menyembuhkan seorang lumpuh dalam Nama Yesus.

Yohanes hidup hampir seabad lamanya. Ia sendiri tidak wafat dimartir, tetapi sungguh ia menempuh hidup yang penuh penderitaan. Ia mewartakan Injil dan menjadi Uskup Efesus. Di tahun-tahun terakhir hidupnya, ketika ia tidak lagi dapat berkhotbah, para muridnya akan membawanya kepada jemaat Kristiani. Pesannya yang sederhana adalah, “Anak-anakku, kasihilah seorang akan yang lain.” St. Yohanes wafat di Efesus sekitar tahun 100.

“Para rasul melihat Yesus secara jasmani, dari muka ke muka; mereka mendengarkan perkataan yang Ia ucapkan, dan setelah tiba saatnya mereka mewartakaan sabda-Nya itu kepada kita. Jadi, kita juga telah mendengarkan, meskipun kita tidak melihat; kita bersekutu dengan mereka, karena kita dan mereka memiliki iman yang sama.” St. Agustinus.

————-

Antifon pembukaan

• Yohanes inilah yang duduk di sisi Yesus waktu pertemuan.
Bahagialah rasul ini, sebab rahasia surgawi diwartakannya ke seluruh dunia.

Atau :

• Ia membuka mulutnya di tengah umat. Roh kebijaksanaan dan pengetahuan dilimpahkan Tuhan ke dalam hatinya. Ia dihias semarak kemuliaan.

Kata Pengantar

Tiada orang yang sanggup mengatakan cinta kasih Yeseus kepada kita dengan kata-kata yang indah dan mesra seperti Yohanes, yang menghayati benar kata-kata itu. Cinta kasihnya sendiri menyebabkan dia mendapat tempat khusus di antara teman-teman rasul. Injil dan surat-suratnya merupakan suatu renungan kembali tentang peristiwa-peristiwa terpenting di dalam sejarah umat manusia, sehingga harapan kita akan hidup kekal beralasan.

Kemuliaan

Doa Pembukaan

Marilah berdoa :
Allah Bapa yang mahaluhur,
Engkau mewahyuhkan rahasia agung Sabda-Mu dengan perantara rasul-Mu Santo Yohanes.
Terangilah kiranya budi kami, agar sanggup memahami ajaran luhur yang diwariskan kepada kami.
Demi Yesus Kristus,..

Bacaan Pertama – 1Yohanes 1: 1-4
Dengan gaya bahasa setengah prosa setengah puisi Yohanes membuka suratnya yang pertama, yang merupakan sebuah khotbah. Ditekankannya bahwa apa yang ditulisnya bukan berasal dari dia sendiri, melainkan suatu pengalaman, yang sudah direnungkan dan dihayatinya, yang mengarah kepada persekutuan dengan Bapa dan Putera.

“Apa yang telah kami lihat dan kami dengar, itulah yang kami tuliskan kepada kamu.”

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes:
Saudara-saudara terkasih, apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar dan kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan, dan kami raba dengan tangan kami; yakni Firman hidup, itulah yang kami tuliskan kepada kamu. Hidup telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya! Dan sekarang kami bersaksi serta memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa, dan yang telah dinyatakan kepada kami. Apa yang telah kami lihat dan kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, yakni Yesus Kristus. Semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN

Ref. Segala bangsa bertepuk tanganlah berpekiklah untuk Allah raja semesta.

Mazmur 97:1-2.5-6.11-12
1. Tuhan adalah Raja, biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita. Awan dan kekelaman ada di sekeliling-Nya, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.
2. Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan, di hadapan Tuhan semesta alam. Langit memberitakan keadilan-Nya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
3. Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. Bersukacitalah karena Tuhan, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.

BAIT PENGANTAR INJIL

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Allah, Tuhan kami, Engkau kami puji dan kami muliakan, kepada-Mu paduan para rasul bersyukur.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Yohanes 20:2-8
Iman para rasul akan kebangkitan Kristus tumbuh secara lambat dan diliputi keraguan kesangsian. Demikian misalnya Petrus di makam kosong belum mau percaya juga. Baru sesudah bertemu sendiri dengan Kristus, ia percaya (Luk 24:12.34; 1Kor 15:5). Tanda itu segera dimengerti oleh murid terkasih berkat nalurinya. Petrus tinggal member kesaksian resmi, mungkin atas desakan Yohanes. Tetap pandangan Yohanes perlu diperhatikan : tak usah orang melihat dahulu untuk percaya.

“Murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:
Pada hari Minggu Paskah, setelah mendapati makam Yesus kosong, Maria Magdalena berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus. Ia berkata kepada mereka, “Tuhan telah diambil orang dari kuburnya, dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.” Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus, sehingga ia lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka tibalah Simon menyusul dia, dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain, dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu; ia melihatnya dan percaya.

Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Doa Persembahan

Allah Bapa yang mahamulia,
sucikanlah kiranya persembahan kami ini. Dalam perjamuan cinta kasih Putera-Mu.
Engkau mewahyukan rahasia agung Sabda kekal kepada rasul-Mu Santo Yohanes. Semoga kami pun menimba rahasia itu dari perjamuan yang kami rayakan ini.
Demi Kristus,…

Prefesi Natal

Antifon Komuni Yoh 1:14.16

• Sabda menjadi manusia lemah dan tinggal di antara kita. Dari kelimpahan-Nya semua telah menerima.

Doa Penutup

Marilah berdoa
Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal,
menurut ungkapan Rasul Santo Yohanes Sabada menjadi manusia lemah, Maka kami mohon kepada-Mu,
semoga itu tinggal di antara kami berkat ekaristi yang kami rayakan ini.
Demi Kristus,…

About

Check Also

Ekaristi SENIN PEKAN PASKAH IV, 23 April 2018

Antifon Pembukaan – Roma 6:9  Kristus yang bangkit dari alam maut takkan wafat lagi. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *