Home / Berita / Ekaristi Senin, 29 April 2019: Sta Katarina dari Siena (perawan dan pujangga Gereja, 1347-1380)

Ekaristi Senin, 29 April 2019: Sta Katarina dari Siena (perawan dan pujangga Gereja, 1347-1380)

S. Katarina dari Siena
St. Katarina dilahirkan pada tahun 1347. Santa yang termashyur ini adalah pelindung Italia, tanah airnya. Katarina adalah anak bungsu dalam keluarga yang dikaruniai dua puluh lima anak. Ayah dan ibunya menghendaki agar ia menikah dan hidup bahagia. Tetapi, Katarina hanya ingin menjadi seorang biarawati. Untuk menyatakan tekadnya, ia memotong rambutnya yang panjang dan indah. Ia ingin menjadikan dirinya tidak menarik. Orangtuanya amat jengkel dan seringkali memarahinya. Mereka juga menghukumnya dengan memberinya pekerjaan rumah tangga yang paling berat. Tetapi Katarina pantang menyerah. Pada akhirnya, orangtuanya berhenti menentangnya.

St. Katarina seorang yang amat jujur dan terus terang di hadapan Yesus. Suatu ketika ia bertanya kepada-Nya, “Di manakah Engkau, Tuhan, ketika aku mengalami cobaan yang begitu mengerikan?” Yesus menjawab, “Puteri-Ku, Aku ada dalam hatimu. Aku membuatmu menang dengan rahmat-Ku.” Suatu malam, sebagian besar penduduk Siena ke luar ke jalan-jalan untuk suatu perayaan. Yesus menampakkan diri kepada Katarina yang sedang berdoa seorang diri dalam kamarnya. Bersama Yesus, datang juga Bunda Maria. Bunda Maria memegang tangan Katarina lalu memberikannya kepada Putra-nya. Yesus menyematkan sebentuk cincin di jari tangan Katarina dan ia menjadi pengantin-Nya.

Pada masa itu, Gereja mengalami banyak sekali masalah. Banyak pertikaian terjadi di seluruh Italia. Katarina menulis surat-surat kepada para raja dan ratu. Ia bahkan datang menghadap para penguasa agar berdamai dengan paus dan mencegah peperangan. Katarina meminta paus untuk meninggalkan Avignon, Perancis dan kembali ke Roma untuk memimpin Gereja. Ia mengatakan bahwa itulah yang dikehendaki Allah. Bapa Suci mendengarkan nasehat St. Katarina serta melakukan apa yang dikatakannya.

Katarina tidak pernah lupa bahwa Yesus ada dalam hatinya. Melalui dia, Yesus memelihara orang-orang sakit yang dirawatnya. Melalui dia, Yesus menghibur para tahanan yang dikunjunginya di penjara. Santa besar ini wafat di Roma pada tahun 1380. Usianya baru tiga puluh tiga tahun. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Pius II pada tahun 1461. Pada tahun 1970, Paus Paulus VI mengangkatnya sebagai Pujangga Gereja. St. Katarina menerima kehormatan besar ini karena ia melayani Gereja Kristus dengan gagah berani sepanjang masa hidupnya yang singkat.

“Engkau bagaikan misteri yang dalam sedalam lautan; semakin aku mencari, semakin aku menemukan, dan semakin aku menemukan, semakin aku mencari Engkau. Tetapi, aku tidak akan pernah merasa puas; apa yang aku terima menjadikanku semakin merindukannya. Apabila Engkau mengisi jiwaku, rasa laparku semakin bertambah, menjadikanku semakin kelaparan akan terang-Mu.” ~ St. Katarina dari Siena

Antifon Pembukaan

* Inilah perawan yang budiman,
yang keluar menyongsong Kristus
dengan pelita bernyala.

Pengantar

Orang sering memandang kedudukan wanita di dalam Gereja sebagai orang-orang kelas dua. Tetapi bukan demikianlah mengenai Katarina Benincasa, seorang gadis Italia dari Siena. Setelah meninggal ia mendapat gelar pujangga Gereja. Padahal sebenarnya ia buta huruf dan buta bahasa Latin pula. Gaya hidupnya yang murni menurut Injil menumbuhkan suatu ‘gerakan kharismatik’ yang baik dan besar pengaruhnya di dalam Gereja yang sedang mengalami percobaan. Ia berhasil memulangkan Paus Gregorius XI dari pembuangan di Avignon Perancis ke Roma. Tepatlah bila kata-kata Kitab Suci diterapkan padanya, “Nilainya tak terungkapkan dengan kata-kata.”

Doa Pembukaan

Marilah berdoa:
Allah Bapa maha pengasih,
hati Santa Katarina Kaukobarkan
dengan cinta kasih ilahi
dalam merenungkan penderitaan Kristus
dan mengabdikan diri kepada Gereja.
Semoga berkat doa permohonannya
umat-Mu tetap diikutsertakan
dalam karya penyelamatan Kristus
dan bersuka ria melihat kemuliaan-Nya.
Sebab Dialah,…

Bacaan I – Kisah Para Rasul 4:23-31
Kutipan ini merupakan contoh, bagaimana para rasul berdoa pada waktu yang tampaknya tidak mudah: penganiayaan, hambatan dihadapkan dengan iman, pewartaan, dan kepribadian Yesus. Doa yang demikian itu memberi kekuatan dan ketabahan, agar tetap patuh setia akan sabda Tuhan karena dipenuhi Roh Kudus. Semangat demikian pula yang harus kita usahakan bila kita ingin menjadi murid Kristus yang pantas.

Ketika para rasul berdoa, mereka semua penuh dengan Roh Kudus,
lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Pembacaan dari Kisah Para Rasul:
Setelah dilepaskan oleh Mahkamah Agama Yahudi, pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceritakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka.

Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya, “Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman:
Mengapa rusuh bangsa-bangsa,
mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?
Raja-raja dunia bersiap-siap,
dan para pembesar bermufakat bersama-sama
melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya.
Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi. Mereka melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu. Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami. Maka berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus.”

Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu. Mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu memberitakan firman Allah dengan berani.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 2:1-3.4-6.7-9

Ref: Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Mu, ya Tuhan.
Atau: Alleluya.

Mazmur:
 Mengapa rusuh bangsa-bangsa,
mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?
Raja-raja dunia bersiap-siap
dan para pembesar bermufakat bersama-sama
melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya:
“Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka
membuang tali-tali mereka dari kita!”

 Dia, yang bersemayam di surga, tertawa;
Tuhan memperolok-olok mereka.
Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya,
Ia mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya:
“Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion,
gunung-Ku yang kudus!”

 Aku mau menceritakan tentang ketetapan Tuhan:
Ia berkata kepadaku, “Anak-Kulah engkau!
Pada hari ini Engkau telah Kuperanakkan.
Mintalah kepada-Ku,
maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu
menjadi milik pusakamu,
dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.
Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi,
dan memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk.”

BAIT PENGANTAR INJIL Kol 3:1

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus,
carilah perkara yang di atas,
di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Yohanes 3:1-8
Kisah pertemuan Yesus dengan Nikodemus memperdalam arti pembaptisan: lahir kembali menjadi manusia baru, manusia Paskah. Manusia itu bukan hanya materi. Berkat pembaptisan, kita dilahirkan kembali dan memberi kesempatan kepada Tuhan untuk menjelma lagi. Adapun kita hendaknya hidup selaras dengan martabat kita sebagai orang yang sudah dibaptis.

Jika seorang tidak dilahirkan kembali,
ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:
Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus; ia seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang kepada Yesus pada waktu malam dan berkata, “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”

Yesus menjawab, kata-Nya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya, jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Kata Nikodemus kepada-Nya, “Bagaimana mungkin seorang dilahirkan kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” Jawab Yesus, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya, jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh. Janganlah engkau heran karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau; engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu darimana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa yang mahaagung,
terimalah kiranya kurban pembawa selamat
yang kami persembahkan dengan gembira
pada peringatan Santa Katarina.
Semoga terdorong oleh nasihatnya
kami lebih rajin bersyukur kepada-Mu.
Demi Kristus, ….

Antifon Komuni 1Yoh 1:7

Jikalau kita berjalan dalam terang,
sebagaimana Tuhan berada dalam terang,
maka kita bersekutu satu sama lain
dan darah Yesus Kristus, Putera-Nya,
membersihkan kita dari segala dosa.

Doa Penutup

Marilah berdoa:
Allah Bapa yang baik hati,
Engkau telah menguatkan Santa Katarina
dengan santapan surgawi.
Semoga kami pun Kauberi hidup abadi
berkat perjamuan yang kami rayakan ini.
Demi Kristus,…

About gema

Check Also

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53 (2 Juni 2019)

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53 (2 Juni 2019) “Kita …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *