Home / Liturgi

Liturgi

Ekaristi SELASA BIASA VII, 22 Mei 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 55:23  Serahkanlah bebanmu kepada Tuhan, maka Ia akan menopang engkau. Tidak untuk selamanya dibiarkan-Nya orang benar goyah. Pengantar Sekalipun kita telah menjadi pengikut Kristus, namun kita tidak dibebaskan dari nafsu iri hati dan kuasa. Para murid Yesus pun pernah mendapat teguran. Seorang anak dijadikan contoh. …

Read More »

Ekaristi Senin 21 Mei 2018: Santa Perawan Maria, Bunda Gereja

Antifon Pembuka Bdk. Kis. 1:14 Para murid sehati sejiwa bertekun dalam doa bersama Maria, Ibu Yesus. Doa Pembuka Allah, Bapa maharahim, ketika Putra Tunggal-Mu dipaku pada kayu salib, Ia menetapkan Santa Perawan Maria, Ibu-Nya, menjadi Ibu kami juga. Semoga berkat bimbingan kasihnya, Gereja-Mu makin hari makin subur dan bersuka cita …

Read More »

Ekaristi Minggu, 20 Mei 2018: Hari Raya Pentakosta

Menghayati hidup dalam Ekaristi Melalui sukses dan kegagalan sepanjang sejarahnya setiap bangsa menjadi sadar akan persatuannya. Lambat laun diperolehnya pandangan sendiri. Melalui perkembangan kebudayaan internasional semua bangsa menjadi sadar pula akan persatuan fundamental umat manusia. Dengan ambil bagian dalam lembaga-lembaga internasional mereka berusaha menciptakan struktur universal yang diperlukan untuk memajukan …

Read More »

Ekaristi SABTU PEKAN PASKAH VII, 19 Mei 2018

Antifon Pembukaan – Kisah Para Rasul 1:14  Para murid semua sehati sejiwa tekun berdoa bersama para wanita dan Maria, Ibunda Yesus, serta saudara-saudaraYesus. Alleluya. Pengantar Dengan berani dan tanpa hambatan, Paulus mewartakan Kerajaan Allah dan mengajarkan ajaran Yesus. Di dalam penjara pun hatinya masih dipenuhi kabar gembira. Ajaran Yesus …

Read More »

Ekaristi JUMAT PEKAN PASKAH VII, 18 Mei 2018

Antifon Pembukaan – Wahyu 1:5-6  Kristus menaruh cinta kasih kepada kita, dan menguduskan kita dengan darah-Nya. Ia menjadikan kita raja dan imam di hadapan Allah Bapa-Nya. Alleluya. Pengantar Seorang penguasa Romawi yang tidak beriman menjelaskan: Paulus dimasukkan penjara, karena seorang bernamaYesus yang sudah meninggal dunia, tetapi menurut Paulus hidup. …

Read More »

Ekaristi KAMIS PEKAN PASKAH VII, 17 Mei 2018

Antifon Pembukaan – Ibrani 4:16  Marilah kita menghadap takhta kasih karunia dengan penuh harapan untuk memperoleh rahmat dan mendapat pertolongan pada waktunya. Alleluya. Pengantar Dalam kata-kata perpisahan-Nya, Yesus mengharapkan kerukunan dan persatuan di antara umat manusia. Sebagai contoh, digambarkan persatuan antara Dia sendiri dan Bapa-Nya. Apa yang sudah nyata …

Read More »

Ekaristi RABU PEKAN PASKAH VII, 16 Mei 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 47:2  Bertepuktanganlah, hai segala bangsa, bersoraklah bagi Allah dengan suara gembira. Alleluya. Pengantar Yesus menghendaki agar kita mengarahkan hidup kita pada persatuan. Kita sering kurang setia menanggapi wasiat Yesus, “Semoga mereka semua bersatu.” Roh Kudus yang akan membimbing kita menuju persatuan bila kita selalu ingat …

Read More »

Ekaristi SELASA PEKAN PASKAH VII, 15 Mei 2018

Antifon Pembukaan – Wahyu 1:17-18  Akulah awal dan akhir. Aku mati, namun kini hidup. Sungguh, Aku hidup selama-lamanya. Alleluya. Pengantar Dalam kata perpisahan-Nya, Yesus mengajak kita untuk menekuni tugas perutusan kita dengan setia. Kita hendaknya menampakkan kemuliaan Allah dan Yesus di dunia. Bagaimana Rasul Paulus melaksanakan tugas itu dengan …

Read More »

Ekaristi Senin 14 Mei 2018: Pesta St. Matias Rasul

St. Matias Rasul adalah Rasul yang terpilih untuk menggantikan Yudas. sebelumnya Ia telah menjadi pengikut Kristus sejak Kristus tampil di hadapan orang banyak. St. Petrus meminta keseratus dua puluh murid untuk bersekutu dalam doa guna memilih seorang rasul untuk menggantikan Yudas. Hal ini amatlah penting karena calon yang terpilih nantinya …

Read More »

Ekaristi Minggu Paskah VII, 13 Mei 2018: hari komunikasi SOSIAL sedunia ke-52

Menghayati hidup dalam Ekaristi Dua orang yang saling menaruh cinta kasih, saling kehilangan karena salah seorang menghilang. Mereka telah berjanji tetap setia, takkan saling melupakan. Tetapi kesetiaan yang demikian itu begitu sulit. Gigi-gigi waktu telah menggerogotinya. Pengkhianatan dari dalam mengingkari kesetiaan itu. Dengan bermacam liku-liku kebimbangan mulai merembes masuk. Mengapa …

Read More »