Home / Liturgi (page 101)

Liturgi

Jumat Pekan Biasa XII, 26 Juni 2015

“Hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela!” Saudara-saudari ytk! Setiap memulai perayaan Ekaristi kita mengakui bahwa kita adalah orang berdosa dan sungguh berdosa melalui pikiran, perkataan, perbuatan dan kelalaian. Karena itulah barangkali kita mengatakan kepada diri sendiri bahwa tidaklah mungkin kita hidup di hadapan Allah dengan tidak bercela. Kalau Abraham berusia …

Read More »

Kamis Pekan Biasa XII, 25 Juni 2015

Beranjaklah dari Kata kepada Karya Saudara-saudari Ytk! Seorang OMK pernah berkunjung ke pastoran. Kebetulan saya sedang menonton debat antar-anggota … yang disiarkan oleh salah satu televisi swasta. Seketika dia berkata “seandainya mereka ini berhenti ngomong, dan kerja dengan tulus hati untuk kepentingan rakyat, pastilah maju negara ini. Ini tidak, mereka …

Read More »

Rabu, 24 Juni 2015 — Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

“Namanya adalah Yohanes” Tidak mudah mencari orang di dunia ini yang berani berusaha menghadapi resiko terlebih bila itu untuk kemuliaan Tuhan dan keselamatan sesama manusia. Dan memang sangat sulit untuk menemukan orang yang berwatak baja, yang tabah dan berani tanpa sombong; yang tanpa pamrih bagi diri sendiri, tetapi merasa terpanggil …

Read More »

Selasa Pekan Biasa XII, 23 Juni 2015

“Tempatkanlah dirimu pada tempat yang tepat” Saudara-saudari yang terkasih! Menarik sekali sabda Yesus ini: “Janganlah kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing, dan janganlah kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya”, Sabda Yesus hari ini mengajak kita untuk melihat bahwa hidup setiap manusia itu kudus dan berharga. …

Read More »

Senin Pekan Biasa XII, 22 Juni 2015

“Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu sendiri” Saudara-saudari terkasih! Keegoisan pada akhrinya selalu membutakan, menyakitkan dan sudah pasti menyesatkan. Setidaknya, sabda Tuhan hari ini mengajarkan kita demikian. Seandainya Abram menjawab panggilan Allah dengan keegoisannya, tentulah dia tidak akan berani berangkat menuju daerah terjanji yang disabdakan oleh Allah. Mungkin …

Read More »

Minggu Biasa XII B, 21 Juni 2015

Menghayati hidup dalam Ekaristi Kehidupan manusia tidak selalu tenang tanpa masalah dan penderitaan. Bagaikan kapal yang sedang berlayar, gelombang-gelombang yang dahsyat dapat mengombang-ambingkan ke sana ke mari; angin ribut dapat pula menimpanya dan mengecilkan hatinya, sehingga pandangan menjadi suram berawan; ia takut tenggelam musnah. Dua macam bahaya yang mengancam: entah ia …

Read More »

Jumat Pekan Biasa XI, 19 Juni 2015

Antifon Pembukaan – Mazmur 34:6 Arahkanlah pandanganmu kepada Tuhan, Maka mukamu akan berseri-seri dan takkan malu teripu-sipu. Pengantar Sekalipun sedikit milik kita, namun kita cenderung menggenggamnya erat-erat. Tetapi takkan bertahan lama, kata Injil. Percaya pada Tuhan berdasarkan nilai-nilai lain yang sering tak dapat ditakar ataupun dipegang. Paulus mengalaminya sendiri dalam …

Read More »

Kamis Pekan Biasa XI, 18 Juni 2015

Antifon Pembukaan – Mazmur 111:3-4 Agung dan semaraklah karya Tuhan, keadilan-Nya tetap untuk selama-lamanya. Perbuatan-Nya yang agung pantas dikenang. Tuhan itu pengasih dan penyayang. Pengantar Pelayanan Paulus tanpa pamrih terhadap umat di korintus merupakan jaminan kebenaran wartanya. Bila para murid mohon diajar berdoa, maka Yesus mengajarkan doa ‘Bapa kami’, doa …

Read More »

Rabu Pekan Biasa XI, 17 Juni 2015

Antifon Pembukaan – Yohanes 14:23 Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia Dan kami datang kepadaNya. Pengantar Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukarela. Suatu pemberian barulah merupakan pemberian benar bila menemukan orang yang menerimanya dengan rasa terima kasih. Ketulusan hati amat penting dalam pemberian. Janganlah …

Read More »

Selasa Pekan Biasa XI, 16 Juni 2015

Antifon Pembukaan – II Korintus 8:9 Yesus meski kaya, telah menjadi miskin karena kalian, Agar kalian menjadi kaya karena kemiskinan-Nya. Pengantar Mengasihi orang yang mengasihi kita tidaklah sulit. Memberi dengan harapan akan menerima kembali belumlah cukup. Baik Paulus maupun Injil mengacu kearah lain. Kita harus memberi tanpa pamrih dan menghadapi …

Read More »