Home / Liturgi (page 102)

Liturgi

SELASA PEKAN BIASA XV, 14 JULI 2015

Antifon Pembukaan – Mazmur 69:33-34  Hai orang yang rendah hati, lihatlah dan bersukacitalah! Hai kalian yang mencari Allah, hidupkan kembali hatimu! Sebab Tuhan mendengarkan kaum miskin, dan tak memandang hina mereka yang ada dalam tahanan. Pengantar   Sepanjang sejarah Tuhan membimbing manusia, kota, dan bangsa, tanpa melupakan kenyataan hidup …

Read More »

SENIN PEKAN BIASA XV, 13 JULI 2015

“Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak layak bagi-Ku” Yesus mengajak kita untuk merenungkan panggilan dan pilihan hidup kita. Dia mengajak kita untuk memilih dan mengikuti Dia yang memprioritaskan kehendak Bapa yang ingin menyelamatkan manusia. Ia telah mengajar dan memberi teladang agar setiap orang tidak usah berusaha menyelematkan …

Read More »

MINGGU BIASA XV B, 12 JULI 2015

“Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku” Kesibukan dan rutinitas sehari-hari kerap kali membuat kita lupa akan tujuan hidup kita yang sebenarnya. Lambat laun kita melepaskan nilai-nilai kehidupan sejati yang tak tampak. Kita berjuang mati-matian untuk hal-hal, nilai-nilai, kesenangan-kesenangan tertentu yang sifatnya sementara. Bahkan kita kehilangan persaudaraan, solidaritas, keadilan dengan sesama. Situasi ini …

Read More »

Sabtu, 11 Juli 2015: Peringatan wajib Santo Benediktus (Abas, 480-547)

“Tempatkan Kristus di atas segala-galanya.” ~ Peraturan St. Benediktus   Santo Benediktus dilahirkan pada tahun 480. Ia berasal dari keluarga Italia yang kaya. Hidupnya penuh dengan petualangan dan perbuatan-perbuatan hebat. Semasa kanak-kanak, ia dikirim ke Roma untuk belajar di sekolah rakyat. Tumbuh dewasa sebagai seorang pemuda, Benediktus merasa muak dengan …

Read More »

JUMAT PEKAN BIASA XIV, 10 JULI 2015

“Aku mengutus kamu, seperti domba ke tengah-tengah serigala” ———————- Antifon Pembukaan – Mazmur 37:3a.4  Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, bergembiralah karena Tuhan, maka Ia akan memenuhi keinginan hatimu. Pengantar Perjalanan hidup para leluhur sering sulit. Tetapi mereka bertahan dalam segala cobaan, karena yakin Tuhan beserta mereka. Yesus …

Read More »

KAMIS PEKAN BIASA XIV, 9 JULI 2015

“Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, maka bagikanlah juga dengan cuma-cuma”.   Berbuat kebaikan terhadap orang yang berbuat jahat kepada kita adalah perbuatan yang sulit. Namun Yusuf mampu menyadari rencana Allah dari pengalaman tersebut. Allahlah yang mengutus Yusup ke Mesir untuk menyelamatkan saudara-saudaranya. Demikianlah Yusuf membagikan apa yang dimilikinya untuk keselamatan …

Read More »

RABU PEKAN BIASA XIV, 8 JULI 2015

“Semoga Ekaristi hari memampukan kita untuk mengatakan “Bang, aku memaafkanmu””   Perasaan disakiti atau dihianati oleh keluarga sendiri dapat membuat luka bathin yang mendalam. Terkadang hal ini lebih menyakitkan daripada di hina oleh orang lain yang tidak kita kenal. Itulah pengalaman Yusup. Ia dijual oleh saudara-saudaranya (abang-abangnya) dan bersekongkol membuat …

Read More »

SELASA PEKAN BIASA XIV, 7 JULI 2015

Bergumul untuk mengenal Allah Yakub bergumul semalaman untuk mengenal Allah dan memohon berkat-Nya dan ia berhasil. Kisah ini mendasari perubahan jati diri Yakub menjadi Israel: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.” Melalui Kristus, Allah hadir dan menyertai …

Read More »

SENIN PEKAN BIASA XIV, 6 JULI 2015

“Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.” Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Kegagalan, bencana, penyakit yang berkepanjangan dapat saja menimpa kita. Namun dalam kerapuhan hidup itu, beranikah kita memohon kepada Yesus seperti seorang kepala rumah ibadat yang mengatakan: “”Anakku perempuan baru saja meninggal, …

Read More »

MINGGU BIASA XIV B, 5 JULI 2015

Bukankah Ia anak tukang kayu, anak Maria? Status sosial seseorang kerap kali kita jadikan sebagai patokan untuk menilai dan menghargai seseorang. Kita beranggapan bahwa seseorang yang memiliki orang tua yang berkecukupan langsung kita ambil kesimpulan bahwa anaknya akan berhasil. Sedangkan seorang anak yang sederhana dan berpenampilan sederhana cenderung kita hindari …

Read More »