Home / Liturgi (page 50)

Liturgi

KAMIS PRAPASKAH I, 9 Maret 2017

Antifon Pembukaan – Mazmur 5:2-3  Tuhan, Rajaku dan Allahku, kabulkanlah doaku, indahkanlah keluh-kesahku, dengarkanlah suara permohonanku. Pengantar Banyak orang mau berdoa bila menghadapi keadaan darurat. Tampaknya seakan-akan kita berseru kepada Tuhan bila kita tak mampu mengatasi sendiri persoalan-persoalan. Bila segalanya lancar, kita lupakan lagi kehadiran Tuhan. Namun, doa permohonan …

Read More »

RABU PRAPASKAH I, 8 Maret 2017

Antifon Pembukaan – Mazmur 25:6.3.22  Ya Tuhan, ingatlah akan kerahiman dan kerelaan-Mu yang abadi. Janganlah musuh bergembira atas kami. Ya Allah, bebaskanlah kami dari segala penindasan. Pengantar Masa persiapan Paskah berlangsung selama empat puluh hari. Empat puluh hari lamanya penduduk kota Niniwe mendapat kesempatan untuk bertobat. Nabi Yunus harus …

Read More »

SELASA PRAPASKAH I, 7 Maret 2017

Antifon Pembukaan – Mazmur 90:1-2  Tuhan, Engkaulah pelindung kami turun-temurun. Dari awal mula sampai akhirat, Engkau mendampingi kami. Pengantar Belajar berdoa itu sederhana, namun amat sulit juga. Kita cenderung menilai doa kita menurut kata-kata yang indah dan berisi. Padahal, berdoa itu terutama mendengarkan. “Sabda Tuhan tak pernah kembali sia-sia,” …

Read More »

SENIN PRAPASKAH I, 6 Maret 2017

Antifon Pembukaan – Mazmur 123:2-3  Sebagaimana mata seorang hamba tertuju kepada tuannya, demikian pula mata kita terarah kepada Allah, agar Ia mengasihani kita. Sayangilah kami, ya Tuhan, sayangilah kami Pengantar “Kasihilah Allah melebihi segala sesuatu dan sesamamu seperti dirimu sendiri”, demikianlah undang-undang dasar Perjanjian Lama maupun Baru. Tetapi, antara …

Read More »

Minggu Prapaskah I-a, 5 Maret 2017

Menghayati Ekaristi Kesenangan, keberhasilan dan kekuasaan senantiasa didewa-dewakan oleh manusia, sehingga segala-galanya dikurbankan untuk itu. Karena penyembahan berhala ini manusia bukan meningkat menjadi lebih manusiawi, tetapi malahan menjadi kurang manusiawi. Satu-satunya jalan untuk membuang itu ialah mengambil sikap tegas. Nasibnya sendiri dan nasib masyarakat tergantung daripada sikap itu. Selama masa …

Read More »

SABTU SESUDAH RABU ABU, 4 Maret 2017

Antifon Pembukaan – Mazmur 69:17  Ya Tuhan, dengarkanlah kami karena Engkau maharahim. Pandanglah kami sekadar kasih-Mu yang melimpah. Pengantar Pertobatan kita sebagai persiapan Paskah hanya dapat terlaksana melalui pertemuan dengan Yesus. Kita pun orang-orang berdosa yang memerlukan pertobatan. Menyiapkan tempat bagi Yesus, utusan Bapa, mengandaikan kesediaan untuk meninggalkan sesuatu. …

Read More »

JUMAT SESUDAH RABU ABU, 3 Maret 2017

Antifon Pembukaan – Mazmur 30:11  Tuhan telah mendengarkan suaraku dan berbelas kasih. Tuhanlah penolongku. Pengantar Pada awal Prapaskah ini, kita diingatkan akan bahaya penipuan diri. Penderitaan tetangga jauh lebih penting dari kegiatan pilihan sendiri. Menegakkan keadilan lebih diperlukan dari prestasi matiraga. Pengabdian kepada sesama menjadi pengabdian kepada Tuhan yang …

Read More »

KAMIS SESUDAH RABU ABU, 2 Maret 2017

Antifon Pembukaan – lih. Mazmur 55:17.20.23  Ketika aku berseru kepada Tuhan, Ia mendengarkan daku dan membebaskan daku dari musuh-musuhku. Serahkanlah nasibmu kepada Tuhan, dan Dia akan menolong engkau. Pengantar Masa Prapaskah bukan hanya masa pantang dan puasa. Sebagai persiapan Paskah, kita perlu memperbarui diri: Siapakah Yesus itu? Sejauh mana …

Read More »

RABU ABU, 1 Maret 2017

Menghayati Ekaristi dalam Hidup Masyarakat kita pada umumnya masih amat tertutup. Yang semu dan palsu dianggap masih mampu menutupi kekurangan dan kelemahan kita. Padahal generasi muda sangat peka terhadap kebenaran dan kejujuran. Mereka menuntut keterbukaan dalam segala hal. Sayang hal ini masih kurang ditanggapi. Namun masa Prapaskah yang kita mulai …

Read More »

SELASA BIASA VIII, 28 Februari 2017

Antifon Pembukaan – Mazmur 50:14  Persembahkanlah syukur sebagai kurban kepada Allah, dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi. Pengantar Berkorban, meninggalkan segalanya demi Kristus, hanyalah akan bernilai bila kita lakukan dengan hati tulus ikhlas. Sebab kita mau meninggalkan sesuatu bukan karena kita anggap hina atau tak bernilai, melainkan demi sesuatu …

Read More »