Home / Liturgi (page 68)

Liturgi

SELASA PEKAN ADVEN I, 29 November 2016

Antifon Pembukaan – lih. Zakharia 14:5-7  Tuhan pasti akan datang, diiringi semua orang kudus, bersinarkan cahaya gemilang. Pengantar Setiap perjumpaan dengan sesama tentu ada dampaknya: entah kita diperkaya entah dipermiskin. Menantikan seseorang berarti siap meluangkan waktu dan tempat. Menantikan kedatangan Yesus pada masa Adven mengandaikan kita mempersiapkan waktu dan …

Read More »

MINGGU ADVEN I, 27 November 2016

Menghayati Ekaristi Kebencian telah membawa perpecahan di dunia. Meskipun demikian, manusia selalu mencita-citakan kerukunan, kebahagiaan dan kedamaian. Dialaminya juga, betapa sulitnya mengusahakan kerukunan itu. Selalu perpecahan mencegat di tengah jalan. Seluruh umat manusia terbawa-bawa dalam perpecahan itu. Pengalaman menunjukkan: kita takkan pernah menemukan jalan keselamatan, kalau tidak mau keluar dari …

Read More »

JUMAT BIASA XXXIV, 25 November 2016

Antifon Pembukaan – Wahyu 21:1  Maka aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru. Langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, Dan laut pun tidak ada lagi. Pengantar Rasul Yohanes paling banyak merenungkan pennulaan dan pemenuhan Kerajaan Allah. Ia diperkenankan pula melihat masa depan. Ia melihat …

Read More »

KAMIS 24 November 2016: Santo Andreas Dung-Lac, dkk

Para misionaris Kristen pertama kali membawa iman Katolik ke Vietnam pada abad keenambelas. Pada abad ketujuhbelas, kedelapanbelas dan kesembilanbelas, umat Kristiani menderita penganiayaan oleh karena iman mereka. Banyak di antara mereka yang wafat sebagai martir, terutama dalam masa pemerintahan Kaisar Minh-Mang (1820-1840). Termasuk di antara mereka seratus tujuhbelas martir yang …

Read More »

RABU BIASA XXXIV, 23 November 2016

Antifon Pembukaan – Wahyu 15:3bc  Agung dan mengagumkan segala karya-Mu, ya Tuhan Allah mahakuasa! Adil dan benar segala tindakan-Mu, ya Raja segala bangsa. Pengantar Untuk membimbing para pilihan memasuki kerajaan-Nya, maka Kristus, Sang Anak Domba, melakukan seperti yang dilakukan Musa ketika membimbing umat Israel. Mereka diajak menerabas laut kekacauan …

Read More »

SELASA, 22 November 2016: Santa Sesilia (perawan dan martir) pw

Santa pelindung musik ini hidup pada masa awal Gereja. Sesilia adalah seorang gadis bangsawan Romawi yang telah mempersembahkan hatinya kepada Kristus. Dibawah gaun-gaunnya yang indah, seperti yang biasa dikenakan oleh para perempuan bangsawan, Sesilia mengenakan sehelai baju kasar yang membuatnya menderita. Sesilia ingin mempersembahkan silihnya itu kepada Yesus, Pengantin yang …

Read More »

SENIN 21 November 2016: Santa Perawan Maria Dipersembahkan (pw)

Ketika usianya baru tiga tahun, Santa Perawan Maria dibawa oleh kedua orangtuanya, St. Yoakim dan St. Anna, ke Bait Allah di Yerusalem. Seluruh hidup Maria dipersembahkan kepada Allah. Tuhan telah memilih Maria untuk menjadi Bunda dari Putera-Nya, Yesus. Santa Maria gembira dapat mulai melayani Tuhan di Bait Suci. Dan St. …

Read More »

MINGGU, 20 OKTOBER 2016: HARI RAYA TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM

Menghayati Ekaristi Ribuan tahun diperlukan sebelum keperluan setiap hati manusia diakui dan dipenuhi dalam hukum dan adat. Pengakuan martabat manusia pun masih harus diperjuangkan. Kita teringat akan masa perbudakan, yang baru berakhir seabad yang lalu; akan masa diskriminasi warna kulit; akan masa kolonialisme, dsb. Kapan ‘kapan pernyataan hak-hak azasi manusia …

Read More »

SABTU BIASA XXXIII, 19 November 2016

Antifon Pembukaan – Mazmur 144:1  Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku, Ia mengajar tanganku bertempur, Ia melatih jari-jariku berperang. Pengantar Pengikut-pengikut pun tiada lain akhir hidupnya. Maut pasti datang. Tetapi mereka mengharapkan hidup di seberang maut. Sebagaimana Yesus menerjang maut mencapai hidup sejati, demikian pula mereka mengharapkan berkat daya kekuatan-Nya dapat …

Read More »

JUMAT BIASA XXXIII,, 18 November 2016

Antifon Pembukaan – Wahyu 10:9  Ambillah dan makanlah kitab itu. Kitab itu akan membuat perutmu terasa pahit, tetapi di dalam mulutmu akan terasa manis seperti madu. Pengantar Kita mewartakan perutusan Kristus. Dari diri sendiri kita sama sekali tidak memiliki wibawa. Kita harus lebih dulu meresapi sabda kita harus menyisihkan …

Read More »