Home / Liturgi (page 70)

Liturgi

KAMIS BIASA XXVII, 6 Oktober 2016

Antifon Pembukaan – Lukas 11:13  Jika kalian yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anakmu, betapa pula Bapamu disurga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada siapa pun, yang meminta kepada-Nya. Pengantar ‘Bila seorang bapak memberi hadiah anaknya, betapa pula Bapa di surga akan memberi anaknya hadiah yang bagus.’ Demikianlah …

Read More »

RABU BIASA XXVII, 5 OKTOBER 2016

Antifon Pembukaan – Lukas 11:1  Tuhan, ajarilah kami berdoa, sebagaimana yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya. Pengantar Di antara para rasul pun terjadi salah paham. Di Yerusalem Paulus menegaskan agar adat-istiadat bangsa yang menerima pewartaan tetap dihormati. Ia menghendaki pula agar orang-orang Kristen Yahudi setia pada adat-istiadatnya. Kebersamaan mereka adalah …

Read More »

MINGGU BIASA XXVII/c, 2 OKTOBER 2016

Menghayati Ekaristi dalam Hidup dan Menghayati Hidup dalam Ekaristi Tiada yang dapat mengaburkan kepribadian seseorang selain kesepian. Barang siapa tak mau mengadakan kontak dengan orang lain, entah lewat perkenalan entah lewat persahabatan akan menjadi keras dan kejam. Sahabat-sahabat saling memperkaya karena saling mempercaya. Dalam dunia usaha pun kini relasi antar …

Read More »

SABTU 1 Oktober 2016: SANTA Teresia dari Kanak-kanak Yesus (Perawan dan pelindung misi, 1873-1897)

Antiofon Pembukaan Tuhan membimbing dan mengajar Teresia, menjaganya laksana biji mata. Tuhan membentangkan sayap sebagai rajawali dan membawanya serta dengan aman sentosa. Hanya Tuhanlah pemimpinnya. Kata Pengantar Seorang seniman biasanya baru tenar namanya kalau sudah meninggal. Ketika Teresia meninggal pada usia muda, tida orang di luar tembok biara, bahkan suster-suster …

Read More »

SELASA BIASA XXVI, 27 SEPTEMBER 2016

Antifon Pembukaan – Mazmur 88:2-3  Ya Tuhan, Allah penyelamatku, siang malam aku berseru kepada-Mu. Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu. Dengarkanlah jeritan tangisku. Pengantar Pertanyaan-pertanyaan pribadi Ayub dan penentangan terhadap Yesus suatu waktu dialami setiap orang. Maka dapat terjadi orang tidak tahu lagi arah atau makna hidupnya. Seakan-akan setiap orang …

Read More »

SENIN BIASA XXVI, 26 SEPTEMBER 2016

Antifon Pembukaan – Ayub 1:21  Tuhan telah memberi. Tuhan telah mengambil. Seturut kehendak Tuhanlah semuanya terjadi. Terpujilah nama-Nya. Pengantar Orang dalam kesulitan cenderung membandingkan dirinya dengan orang lain yang mengalami segalanya dengan lancar. Orang bertanya, ‘Mengapa aku? Di manakah Allah? Mengapa Dia membiarkan semua ini terjadi?’ Satu-satunya jawaban dalam …

Read More »

MINGGU BIASA XXVI/c, 25 SEPTEMBER 2016

Menghayati Ekaristi dalam Hidup dan Menghayati Hidup dalam Ekaristi Bila orang melihat kehancuran seseorang yang tadinya sukses, maka dengan mudah ia akan berkata: “TIDAK MUNGKIN!” Dan bila ia melihat seseorang yang tiba-tiba bangkit dari kesulitannya, maka dianggapnya itu sudah selayaknya. Dalam kedua hal itu ia puas dengan perubahan-perubahan yang terjadi. …

Read More »

SABTU BIASA XXV, 24 SEPTEMBER 2016

Antifon Pembukaan – Pengkhotbah 12:8  Kesisa-siaan atas kesia-siaan, kata Pengkhotbah, segala sesuatu adalah kesia-siaan. Pengantar “Nikmatilah hidup, sebab hidup itu singkat.” Bacaan pertama memberi nilai rohani kepada pepatah itu. Perkembangkanlah bakat-bakatmu gunakanlah, sebab waktunya singkat. Kisah penciptaan menyatakan ini hanya secara umum, tetapi Yesus menjelaskan tugas itu ke arah …

Read More »

KAMIS BIASA XXV, 22 SEPTEMBER 2016

Antifon Pembukaan – Pengkhothah 1:9  Apa yang pemah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah terjadi akan terjadi lagi; tiada sesuatu pun yang baru di dunia ini. Pengantar Herodes ingin bertemu Yesus. Orang sudah memberi tahu dia tentang nabi baru. Tetapi prasangkanya menjadi hambatan untuk melihat dengan iman. …

Read More »

MINGGU BIASA XXV/c, 18 SEPTEMBER 2016

Menghayati Ekaristi dalam Hidup dan Menghayati Hidup dalam Ekaristi Harta dunia entah dari mana asalnya, mudah sekali mengancam dan menjadi pusat kehidupan yang membahayakan. Harta dunia itu titik tolak segala kegiatan yang kuat sekali, semacam berhala yang disembah-sembah dan diberi kurban apa saja. Adakalanya kekuasaan-kekuasaan menghidupkan perselisihan demi harta dunia …

Read More »