Home / ruang liturgi

ruang liturgi

Katekese Sakramen

Santo Agustinus (354-430) menye­but sakramen sebagai “Rahmat yang tidak kelihatan dalam bentuk yang kelihatan”. Rahmat berarti anugerah, pemberian, yaitu pemberian kasih Allah kepada manusia. Rahmat tidak pernah berarti paksaan, tetapi selalu meng­andai­kan jawaban bebas dari manusia terhadap kerahiman Allah. Dalam sakramen tampaklah 2 (dua) segi karya penyelamatan Allah: segi pe­nye­lamatan …

Read More »

Litani Santa Perawan Maria

Litani Santa Perawan Maria kerap didoakan setelah Rosario. Namun, akhir-akhir ini acap kali dilupakan atau sering dihindari. Cukup beragam alasannya: doanya terlalu panjang, monoton, membosankan. Meskipun begitu kita hendaknya tetap ingat dan menyadari bahwa doa itu merupakan warisan Gereja yang secara turun-temurun diajarkan dan didoakan. Bisa jadi banyak di antara …

Read More »

Rosario

ROSARIO Pada bulan-bulan tertentu setiap tahun, Gereja Katolik di Indo­nesia memiliki kegiatan khu­sus. Bulan Mei dan Oktober dide­­dikasikan untuk meningkatkan devosi kepada Bunda Maria melalui ane­ka kegiatan seperti doa Rosario dan ber­ziarah. Doa Rosario termasuk salah satu ulah kesalehan (devosi) khas Katolik, dan amat diminati oleh sebagian besar umat. Bukan …

Read More »

Jalan Salib

Jalan Salib Jalan Salib termasuk salah satu devosi (ulah kesalehan) dalam Gereja Katolik. Kegiatan ini amat dianjurkan oleh Gereja, dan penyelenggaraannya sebaiknya disesuaikan dengan masa liturgi, yang bersumber dan mengarah pada Jumat Agung. Oleh karena itu paling cocok kalau dilaksanakan pada Jumat Agung pagi hari, karena sore hari selalu dipakai …

Read More »

Terima Komuni di Tangan atau Mulut?

Terima Komuni di  Tangan atau Mulut? Dalam praktik liturgi Gereja, sering  dijumpai  ada umat saat menerima komuni, yaitu dengan tangan atau langsung di mulut atau di lidah. Dua praktik ini sering menimbulkan pertanyaan di tengah umat. Untuk membahas tata cara menyambut (menerima) komuni (hosti) dasarnya adalah dokumen Gereja  Redemptionis Sacramentum …

Read More »

Bentuk-bentuk dan Perjuangan Doa

Sering terungkap dalam percakapan informal pengalaman pribadi tentang hidup doa. Ada umat yang menjadikan doa sebagai kebutuhan dalam hidupnya;  ada juga umat yang mengalami doa sebagai perjuangan hidup yang berat. Ia sulit menemukan waktu yang tepat untuk berdoa,  sulit konsentrasi ketika berdoa, sulit mendamaikan antara doa dan perbuatannya. Berikut ini …

Read More »

Membuat Tanda Salib ketika memasuki dan meninggalkan gereja

MEMBUAT TANDA SALIB ketika memasuki dan meninggalkan gereja, dengan terlebih dulu mencelupkan jari kita pada air suci yang disediakan di dekat pintu-pintu gereja, entah pintu utama maupun pintu samping. Praktik ini merupakan kebiasaan atau tradisi yang baik. Sebab, mengingatkan kita pada Baptisan yang pernah kita terima, dan saat ini, oleh …

Read More »

Menebah Dada Tiga Kali

MENEBAH DADA TIGA KALI ketika mengucapkan, ‘saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa’ pada doa tobat ‘Saya mengaku…’ di awal Perayaan Ekaristi atau perayaan liturgy lainnya. Dalam rangka liturgi, menebah dada adalah simbol penyesalan atas dosa. Menebah dada juga merupakan ungkapan penyesalan diri dan ketidakpantasan di hadapan Allah (bdk. Luk …

Read More »

Tanda Salib Kecil Ketika Injil Dibacakan

MEMBUAT TANDA SALIB KECIL dengan menggunakan ibu jari (jempol) di dahi, mulut dan dada, ketika Dialog Pembuka Bacaan Injil, sambil mengucapkan, ‘Dimuliakanlah Tuhan’. Adegan itu merupakan salah satu bentuk penghormatan ketika pembacaan Injil. Sebagaimana diajarkan oleh Gereja bahwa dalam liturgi, Injil memiliki kedudukan yang istimewa dibandingkan dengan kedua bacaan yang mendahuluinya. …

Read More »

Membungkukkan Badan Syahadat

Membungkukkan badan ketika mengucapkan, ‘Yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria’, pada Syahadat Singkat, atau ketika mengucapkan, ‘Ia dikandung dari Roh Kudus dilahirkan oleh Perawan Maria dan menjadi manusia’, pada Syahadat Nikea-Konstantinopel (Syahadat Panjang). Khusus pada hari Raya Natal, kalimat yang biasanya dicetak miring itu, diucapkan sambil berlutut …

Read More »