Home / Berita / Ekaristi Selasa, 14 AGUSTUS 2018, St. Maximilianus Maria Kolbe (imam dan martir, + 1941)

Ekaristi Selasa, 14 AGUSTUS 2018, St. Maximilianus Maria Kolbe (imam dan martir, + 1941)

Raymond Kolbe dilahirkan di Polandia pada tahun 1894. Ia bergabung dengan Ordo Fransiskan pada tahun 1907 dan memilih nama seperti kita mengenalnya sekarang: Maximilianus. Maximilianus amat mencintai panggilannya dan secara istimewa ia mencintai Santa Perawan Maria. Ia menambahkan nama “Maria” pada namanya ketika ia mengucapkan kaul agungnya pada tahun 1914. Pastor Maximilianus Maria yakin bahwa dunia abad keduapuluh membutuhkan Bunda Surgawi mereka untuk membimbing serta melindunginya. Ia mempergunakan media cetak agar Maria lebih dikenal luas. Ia bersama dengan teman-teman Fransiskannya menerbitkan bulletin yang terbit dua bulan sekali yang segera saja tersebar dan dibaca orang di seluruh dunia.

Bunda Allah memberkati karya Pastor Maximilianus Kolbe. Ia membangun sebuah biara besar di Polandia. Biara tersebut dinamainya “Kota Immaculata”. Pada tahun 1938, delapan ratus biarawan Fransiskan tinggal serta berkarya di sana untuk mewartakan kasih sayang Maria. Pastor Kolbe juga membangun sebuah Kota Immaculata di Nagasaki, Jepang. Dan sebuah lagi dibangunnya di India. Pada tahun 1938, Nazi menyerbu Kota Immaculata Polandia. Mereka menghentikan karya mengagumkan yang berlangsung di sana. Pada tahun 1941, kaum Nazi menangkap Pastor Kolbe. Mereka menjatuhkan hukuman kerja paksa di Auschwitz. Pastor Kolbe telah berada di Auschwitz selama tiga bulan lamanya ketika seorang tahanan berhasil melarikan diri. Para Nazi menghukum tahanan yang tersisa oleh karena tahanan yang melarikan diri tersebut. Mereka memilih secara acak sepuluh orang tahanan untuk dihukum mati dalam bunker kelaparan. Seluruh tahanan berdiri tegang sementara sepuluh orang ditarik keluar dari barisan. Seorang tahanan yang terpilih, seorang pria yang telah menikah dan mempunyai keluarga, merengek serta memohon dengan sangat agar diampuni demi anak-anaknya. Pastor Kolbe, yang tidak terpilih, mendengarnya dan hatinya tergerak oleh belas kasihan yang mendalam untuk menolong tahanan yang menderita itu. Ia maju ke depan dan bertanya kepada komandan apakah ia dapat menggantikan tahanan tersebut. Sang komandan setuju dengan permintaannya.

Pastor Kolbe dan para tahanan yang lain digiring masuk ke dalam bunker kelaparan. Mereka tetap hidup tanpa makanan atau pun air selama beberapa hari. Satu per satu, sementara mereka mati kelaparan, Pastor Kolbe menolong serta menghibur mereka. Ia yang terakhir meninggal. Suatu suntikan carbolic acid mempercepat kematiannya pada tanggal 14 Agustus 1941. Ia dinyatakan kudus dan martir oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1982.

“Kebencian bukanlah kekuatan yang membangun. Hanya kasih merupakan kekuatan yang membangun.”
~ St. Maximilianus Kolbe
————————————–

Antifon Pembukaan – 1Sam 2:35

Seorang imam akan Kuangkat bagi-Ku.
Ia setia pada-Ku dan bertindak menurut maksud dan keinginan-Ku.

Pengantar

“Kebencian bukanlah kekuatan yang membangun. Hanya kasih merupakan kekuatan yang membangun” demikianlah keyakinan Santo Maximilianus Maria Kolbe yang kita peringati hari ini. Bimbingan dan perlindungan kasih Bunda Maria yang dia wartakan memberikan kekuatan baginya untuk menggantikan posisi para tahanan yang akan di dihukum mati oleh kaum Nazi. Suatu suntikan carbolic acid mempercepat kematiannya pada tanggal 14 Agustus 1941 dan dinyatakan kudus dan martir oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1982.

Doa Pembukaan

Allah Bapa, gembala umat-Mu, Santo Maximilianus Kolbe, imam dan martir-Mu,
secara istimewa telah mewartakan kasih-Mu kepada para penderita dan tahanan.
Semoga berkat teladan dan bantuan doanya kami selalu berani mengandalkan kasih-Mu yang telah Kau curahkan dalam diri Kristus Putera-Mu, …

Bacaan I – Yehezkiel 2:8 – 3:4
Terpanggil menjadi nabi ada juga syaratnya. Kisah bagaimana Yehezkiel dipanggil ini salah satu contohnya. Yehezkiel diutus menyampaikan sabda Allah kepada manusia, tetapi sesudah sabda itu menjadi miliknya benar-benar, sesudah meresap sungguh di dalam hatinya. Pada saat itulah ia boleh mewartakan.

Diberikan-Nya gulungan kitab itu untuk kumakan,
dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku.

Pembacaan dari Nubuat Yehezkiel:
Tuhan bersabda kepadaku, “Hai Anak manusia, dengarkanlah sabda-Ku kepadamu. Janganlah membantah seperti kaum pemberontak ini. Ngangakanlah mulutmu dan makanlah apa yang Kuberikan kepadamu.” Aku melihat, ada tangan yang terulur kepadaku, dan sungguh, dipegang-Nya sebuah gulungan kitab. Ia membentangkannya di hadapanku. Gulungan kitab itu ditulisi timbal balik dan di sana tertulis nyanyian-nyanyian ratapan, keluh kesah, dan rintihan.

Sabda-Nya kepadaku “Hai anak manusia, makanlah apa yang engkau lihat di sini; makanlah gulungan kitab ini dan pergilah, berbicaralah kepada kaum Israel.” Maka kubukalah mulutku dan diberikan-Nya gulungan kitab itu untuk kumakan. Lalu sabda-Nya kepadaku, “Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini dan isilah perutmu dengannya.” Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku.

Tuhan bersabda lagi, “Hai anak manusia, mari, pergilah! Temuilah kaum Israel, dan sampaikanlah sabda-Ku kepada mereka.”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 119:14.24.72.103.111.131

Ref. Betapa manis janji Tuhan bagi langit-langitku.

Mazmur:
 Aku bergembira atas peringatan-peringatan-Mu,
melebihi segala harta.

 Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku,
dan kehendak-Mu menjadi penasihat bagiku.

 Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku,
lebih berharga daripada ribuan keping emas dan perak.

 Betapa manis janji-Mu bagi langit-langitku,
melebihi madu di mulutku.

 Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku
untuk selama-lamanya,
sebab semuanya itu kegirangan hatiku.

 Mulutku kungangakan dan mengap-mengap,
sebab aku mendambakan perintah-perintah-Mu.

BAIT PENGANTAR INJIL Mat 1:29ab

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Terimalah beban-Ku dan belajarlah daripada-Ku,
sebab Aku lemah lembut dan rendah hati.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Matius 18:1-5.10.12-14
Sederhana dan belas kasih adalah ciri kerajaan Allah. Jika tidak dapat menghadapi anak kecil, takkan dapat menangkap misteri Kerajaan itu. Hati yang sederhana selalu bersedia menerima orang lain, betapapun besar kesalahannya.

Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang pun dari anak-anak ini.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Sekali peristiwa datanglah murid-murid dan bertanya kepadaYesus, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil, dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, lalu berkata, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, jika kalian tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.

Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang pun dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Malaikat-malaikat mereka di surga selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.”

Lalu Yesus bersabda lagi, Bagaimana pendapatmu? Jika seseorang mempunyai seratus ekor domba dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang 99 ekor di pegunungan lalu pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu, sungguh, jika ia berhasil menemukannya, lebih besarlah kegembiraannya atas yang seekor itu daripada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian pula Bapamu yang di surga tidak menghendaki seorang pun dari anak-anak ini hilang.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa maha pengasih,
ajarilah kami memahami
apa yang disabdakan Putra-Mu
dalam roti anggur ini,
lambang Putra-Mu yang menjadi rezeki hidup kami
kini dan selamanya.

Antifon Komuni – Mazmur 136:26.23.24

 Bersyukurlah kepada Allah semesta alam!
Dialah yang mengingat kita dalam kerendahan kita.
Dialah yang membebaskan kita dari pada lawan.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa mahasetia,
kami bersyukur karena telah menerima Musa Baru,
ialah Yesus Putra-Mu terkasih.
Semoga hidup-Nya menjadi jalan dan kebenaran
dalam segala tingkah laku kami.
Sebab Dialah ….

About gema

Check Also

Ekaristi Senin, 20 Agustus 2018: Santo Bernardus (abas dan pujangga Gereja, 1090-1153)

Bernardus dilahirkan pada tahun 1090 di Dijon, Perancis. Ia dan keenam saudara-saudarinya memperoleh pendidikan yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *