Home / Liturgi / Ekaristi Sabtu Biasa XI, 23 Juni 2018

Ekaristi Sabtu Biasa XI, 23 Juni 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 89:4.29

 Telah kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku.
Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku.
Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia selamanya.

Pengantar

Panggilan menuntut ketahanan dan ketekunan untuk tetap setia akan pilihannya. Yang dilakukan para nabi, yang dilakukan Yesus, masih dilaksanakan Gereja sampai kini. Dalam Injil diserukan agar jangan terlalu memikirkan yang duniawi. Bapa di surga tahu, apa yang kita perlukan.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa mahasetia,
bila kami Kaubimbing dengan sabda-Mu,
maka kami takkan merasa khawatir.
Kami mohon, semoga kami masih Kauperkenankan hidup
dan jangan sampai kami ditinggalkan oleh kasih setia-Mu.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

Bacaan I – II Tawarikh 24:17-25
Dikalangan atasan, umat Allah ada juga yang berkhianat. Dan tiada yang terkecuali. Bahkan, sering kali cukup mencolok dan keji. Dan kalau bencana sudah melanda, tak seorang pun pihak lawan yang ketinggalan.

Kalian telah membunuh Zakharia antara bait Allah mezbah.

Pembacaan dari Kitab Kedua Tawarikh:
Sesudah Imam Yoyada meninggal dunia, para pemimpin Yehuda datang menyembah raja. Sejak itu raja mendengarkan mereka. Mereka meninggalkan rumah Tuhan, Allah nenek moyang mereka, lalu beribadahlah kepada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala. Oleh karena kesalahan itu Yehuda dan Yerusalem tertimpa murka. Namun Tuhan mengutus nabi-nabi kepada mereka, supaya mereka berbalik kepada-Nya. Nabi-nabi itu sungguh-sungguh memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkannya.

Lalu Roh Allah menguasai Zakharia, putera Imam Yoyada. Ia tampil di depan rakyat, dan berkata kepada mereka, “Beginilah sabda Tuhan, ‘Mengapa kalian melanggar perintah-perintah Tuhan, sehingga kalian tidak beruntung?’ Oleh karena kalian meninggalkan Tuhan, maka Ia pun meninggalkan kalian!”

Tetapi mereka mengadakan persepakatan terhadap Zakharia, dan atas perintah raja mereka melempari dia dengan batu di pelataran rumah Tuhan. Raja Yoas tidak ingat akan kesetiaan yang ditunjukkan Yoyada, ayah Zakharia itu, terhadap dirinya. Ia membunuh putera Yoyada itu, dan pada saat kematiannya Zakharia berseru, “Semoga Tuhan melihatnya dan menuntut balas!” Pada pergantian tahun tentara Aram maju menyerang Yoas, dan masuk ke Yehuda dan Yerusalem. Dari bangsa itu semua pemimpin habis dibunuh, dan segala jarahan dikirimkan mereka kepada raja negeri Damsyik. Walaupun tentara Aram itu datang dengan orang sedikit, namun Tuhan menyerahkan tentara yang sangat besar kepada mereka, karena orang Yehuda telah meninggalkan Tuhan, Allah nenek moyang mereka. Demikianlah orang Aram melakukan penghukuman kepada Yoas. Ketika orang Aram pergi, Yoas ditinggalkan dengan luka-luka berat. Lalu para pengawalnya mengadakan persepakatan terhadap dia karena darah putera Imam Yoyada. Mereka membunuh Raja Yoas di atas tempat tidurnya. Ia mati dan dikuburkan di kota Daud, tetapi bukan di makam para raja.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 89:4-5.29-30.31-32.33-34

Refren: Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia
untuk selama-lamanya.

Mazmur:
 Engkau berkata,
“Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku,
Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku:
Aku hendak menegakkan anak cucumu untuk selama-lamanya
dan membangun takhtamu turun-temurun.”

 Untuk selama-lamanya,
Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia
dan perjanjian-Ku dengannya akan Kupegang teguh.
Aku akan menjamin kelestarian anak cucunya sepanjang masa,
dan takhtanya seumur langit.

 Jika anak-anaknya meninggalkan Taurat-Ku
dan mereka tidak hidup menurut hukum-Ku;
jika ketetapan-Ku mereka langgar
dan perintah-perintah-Ku tidak mereka patuhi.

 Maka akan Kubalas pelanggaran mereka dengan gada,
dan kesalahan mereka dengan pukulan-pukulan.
Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Kujauhkan dari padanya
dan Aku tidak akan berlaku curang dalam hal kesetiaan.

BAIT PENGANTAR INJIL 2 Kor 8:9

S: Alleluya.
U: Alleluya.
S: Yesus Kristus telah menjadi miskin, sekalipun Ia kaya,
agar berkat kemiskinan-Nya, kalian menjadi kaya.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Matius 6:24-34
Orang tak dapat mengabdi Tuhan, bila masih melekat pada harta miliknya. Ini tidak berarti, tak usah lagi mencari kerajaan Allah, bahkan sebaliknya setiap hari mereka harus tetap mencari. Namun, tak perlulah kita cemas, sebaliknya hendaknya kita lebih mengandalkan pemeliharaan ilahi.

Janganlah kuatir akan hari esok.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus, “Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kalian tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.

Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, apa yang hendak kalian makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, apa yang hendak kalian pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan, dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai, dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, toh diberi makan oleh Bapamu yang di surga. Bukankah kalian jauh melebihi burung-burung itu?

Siapakah di antara kalian yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapakah kalian kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal. Namun Aku berkata kepadamu, Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan esok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan lebih lagi mendandani kalian, hai orang yang kurang percaya?

Maka janganlah kalian kuatir dan berkata, ‘Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu, bahwa kalian memerlukan semuanya itu. Maka carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kalian kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persiapan

Allah Bapa mahakudus,
berkatilah kiranya anggur roti ini
menjadi lambang kehadiran-Mu di tengah-tengah kami.
Semoga kami lalu Kaulimpahi Roh Putra-Mu,
demi keselamatan umat manusia.
Demi Kristus, ….

Antifon Komuni – Matius 6:34

 Janganlah kalian khawatir akan hari esok,
karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri.
Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa Raja damai,
bila kami mencari kerajaan-Mu,
kami boleh mengharapkan akan menerima segala keperluan.
Kami mohon, semoga kami dapat menemukan kedamaian.
dan kerukunan pada diri Yesus Kristus,
Tuhan dan pengantara kami.



About gema

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XV, 19 Juli 2018

Antifon Pembukaan – Yesaya 26:7.9  Ya Tuhan, Engkau merintis jalan lurus bagi orang benar. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *