Home / Liturgi / Ekaristi, JUMAT BIASA V 9 Februari 2018

Ekaristi, JUMAT BIASA V 9 Februari 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 81:10.11a

 Janganlah di antaramu allah lain,
dan janganlah menyembah allah asing.
Akulah Tuhan Allahmu!

Pengantar

Tuhan tetap setia, sekalipun manusia ingkar janji. Ketidaksetiaan Salomo bukan tanpa akibat. Kerajaannya terpecah. Namun, Tuhan tidak menjatuhkan hukuman. Satu suku masih akan tersisa demi Daud. Dari suku Daud itu Kristus akan dilahirkan. Dialah yang menyembuhkan bisu tuli kita. Ia mengajar kita mendengarkan dan melepas simpul-simpul lidah kita, sehingga mampu memuji Tuhan.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa mahakudus,
bukalah kiranya telinga kami terhadap sabda-Mu
dan siapkanlah hati kami,
agar sanggup melaksanakan sabda itu
menurut teladan Yesus Kristus Putra-Mu, ….

Bacaan I – I Raja-Raja 11:29-32; 12:19
Karena Salomo tidak setia, maka negara terbagi dua. Sepuluh suku yang memisahkan diri. Hanya satu yang masih tetap berkat Daud dan berkat rencana yang akan dilanjutkan Tuhan. Sekalipun manusia ingkar, Tuhan tetap mau melaksanakan janji-Nya.

Israel memberontak terhadap keluarga Daud.

Pembacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja:
Pada waktu itu Yerobeam, seorang pegawai Raja Salomo, keluar dari Yerusalem Di tengah jalan ia bertemu dengan Nabi Ahia, orang Silo, yang berselubung kain baru. Hanya mereka berdua yang ada di padang. Ahia memegang kain baru yang ada di badannya, lalu dikoyakkannya menjadi dua belas koyakan; Ia berkata kepada Yerobeam “Ambillah bagimu sepuluh koyakan, sebab beginilah sabda Tuhan, Allah Israel: Sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari tangan Salomo dan akan memberikan kepadamu sepuluh suku. Tetapi satu suku akan tetap padanya oleh karena hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem, kota yang Kupilih dari segala suku Israel.

Demikianlah orang Israel memberontak terhadap keluarga Daud sampai hari ini.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 81:10-11ab.12-13.14-15

Ref: Akulah Tuhan Allahmu. Dengarkanlah Aku.

Mazmur:
 Janganlah ada di antaramu allah lain,
dan janganlah engkau menyembah allah asing.
Akulah Tuhan, Allahmu,
yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.

 Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku,
dan Israel tidak suka kepada-Ku.
Sebab itu Aku membiarkan dia dalam kedegilan hatinya;
biarlah mereka berjalan mengikuti angan-angannya sendiri!

 Sekiranya umat-Ku mendengar Aku;
sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan,
seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan,
dan para lawan mereka Kupukul dengan tangan-Ku.

BAIT PENGANTAR INJIL lh. Kis 16:14b

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Ya Allah, bukalah hati kami, agar kami memperhatikan sabda Anak-Mu.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Markus 7:31-37
Bagi Markus, orang bisu tuli itu menggambarkan manusia yang menutup telinga, menolak mendengarkan sabda Tuhan dan tak sanggup lagi memuliakan Allah. Maka bertobatnya orang kafir itu mempunyai arti yang dalam. Umat terpilih enggan melihat dan mendengarkan. Manusia baru pada zaman Mesias akan mendengarkan dengan iman. Dan lidahnya yang bebas akan memberi kesaksian tentang kebenaran.

Yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berbicara.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:
Pada waktu itu Yesus meninggalkan daerah Tirus, dan lewat Sidon pergi ke Danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis. Di situ orang membawa kepada-Nya seorang tuli dan gagap dan memohon supaya Yesus meletakkan tangan-Nya atas orang itu. Maka Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian. Kemudian Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu meludah dan meraba lidah orang itu. Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya, “Effata,” artinya: Terbukalah! Maka terbukalah telinga orang itu, dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik. Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapa pun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya. Mereka takjub dan tercengang, dan berkata, “Ia menjadikan segala-galanya baik! Yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berbicara.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa maha penyayang, semoga hati kami rela terbuka untuk menerima Roh Yesus Putra-Mu, yang menjadi rezeki hidup bagi semua orang. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

Antifon Komuni – Markus 7:37

 Semua yang dibuat-Nya serba baik: orang tuli dibuat-Nya mendengar, orang bisu berbicara.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa mahabaik, kami bersyukur telah menerima sabda yang membuka hati kami terhadap kesanggupan-Mu. Semoga dunia kini Kaupenuhi dengan kebaikan dan cinta kasih perbuatan tangan kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.


About gema

Check Also

Ekaristi Kamis, 13 Desember 2018: PW Santa Lusia (perawan dan martir)

Santa yang dikagumi ini hidup di Syracuse, Sisilia. Ia dilahirkan pada akhir abad ketiga. Orangtuanya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *