Home / Liturgi / Ekaristi Jumat BIASA XI, 21 Juni 2018

Ekaristi Jumat BIASA XI, 21 Juni 2018

Antifon Pembukaan – Matius 6:20a.21

 Kumpulkanlah bagimu harta di surga.
karena di mana hartamu, di situ pula hatimu.

Pengantar

Setia dan tidak setia akan perjanjian silih berganti. Kini pun masih sering terjadi. Bahkan, sering orang tak segan menggunakan kekerasan asal tercapai impiannya. Membedakan mana yang pokok mengandaikan kita tidak mengejar nilai semu. Demikianlah ‘pandangan tajam’ yang dibicarakan Injil.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa sumber kebahagiaan,
semoga berkat sabda-Mu kami menjadi orang
yang sungguh bahagia,
karena dapat berbuat baik kepada sesama.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

Bacaan I – II Raja-Raja 11:1-4.9-18.20
Kesetiaan dan pengkhianatan silih berganti. Kisah revolusi istana bagi kita tidak mengherankan. Sebab dalam hidup pribadi kita setia dan tidak setia sering terjadi pula, sampai kita tidak segan-segan memaksakan kehendak kita, bahkan dengan kekerasan.

Mereka mengurapi Yoas dan berseru, ‘Hiduplah Raja!’

Pembacaan dari Kitab Kedua Raja-Raja:
Setelah Ahazia, raja Yehuda, mati terbunuh, maka ibunya, Atalya, bermaksud membinasakan seluruh keturunan raja. Tetapi Yoseba, puteri Raja Yoram, saudari Ahazia, mengambil Yoas, putera Ahazia, dan menculik dia dari tengah-tengah putera-putera raja yang hendak dibunuh itu. Yoas dimasukkannya bersama inang penyusunya ke dalam gudang tempat tidur dan disembunyikannya terhadap Atalya sehingga tidak ikut dibunuh. Maka tinggallah ia enam tahun lamanya bersama inang penyusunya dengan bersembunyi di rumah Tuhan, sementara Atalya memerintah negeri.

Pada tahun yang ketujuh Yoyada, kepala para imam di Yerusalem, mengundang para kepala pasukan seratus dari orang Kari dan dari pasukan bentara. Mereka disuruhnya datang kepadanya di rumah Tuhan. Ia mengikat perjanjian dengan mereka dengan menyuruh mereka bersumpah di rumah Tuhan. Kemudian diperlihatkannyalah putera raja itu kepada mereka.

Para kepala pasukan itu melakukan tepat seperti yang diperintahkan imam Yoyada. Masing-masing mengambil orang-orangnya yang selesai bertugas pada hari Sabat bersama-sama dengan orang-orang yang masuk bertugas pada hari itu, lalu datanglah mereka kepada imam Yoyada. Kepada para kepala pasukan itu Yoyada memberikan tombak dan perisai-perisai kepunyaan Raja Daud yang ada di rumah Tuhan. Kemudian para bentara masing-masing dengan senjata di tangan mengambil tempatnya di lambung kanan dan kiri rumah itu, dengan mengelilingi mezbah dan rumah itu untuk melindungi raja.

Sesudah itu Yoyada membawa putera raja itu ke luar, mengenakan jejamang padanya dan memberikan hukum Allah kepadanya. Mereka menobatkan dia menjadi raja serta mengurapinya, dan sambil bertepuk tangan berserulah mereka, “Hiduplah Raja!”

Ketika Atalya mendengar suara hiruk pikuk para bentara dan rakyat, pergilah ia ke rumah Allah untuk menemui rakyat. Lalu dilihatnya raja berdiri dekat tiang menurut kebiasaan, sedang para pemimpin dengan para pemegang nafiri berada di dekat raja. Dan seluruh rakyat bersukaria sambil meniup nafiri. Maka Atalya mengoyakkan pakaiannya sambil berseru, “Khianat! Khianat!” Tetapi imam Yoyada memberi perintah kepada para kepala pasukan seratus yaitu mereka yang mengepalai tentara, katanya, “Bawalah dia ke luar dari barisan! Siapa yang memihak dia, bunuhlah dengan pedang!” Sebab sebelumnya Yoyada telah berkata, “Janganlah ia dibunuh di rumah Tuhan!” Maka mereka menangkap Atalya. Dan pada waktu ia masuk istana melalui pintu bagi kuda, di bunuhlah ia di situ.

Kemudian Yoyada mengikat perjanjian antara Tuhan dengan raja dan rakyat, bahwa mereka menjadi umat Tuhan; juga antara raja dengan rakyat. Sesudah itu masuklah seluruh rakyat ke rumah Baal, lalu merobohkannya; mereka menghancurkan mezbah-mezbah dan patung-patung, serta membunuh Matan, imam Baal, di depan mezbah-mezbah itu. Lalu Yoyada mengangkat penjaga-penjaga untuk rumah Tuhan.

Maka bersukarialah seluruh rakyat negeri dan amanlah kota itu, setelah Ratu Atalya mati dibunuh dengan pedang di istana raja.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 132:11-12.13-14.17-18

Refren: Tuhan telah memilih Sion menjadi tempat kedudukan-Nya.

Mazmur:
 Tuhan telah menyatakan sumpah setia kepada Daud,
Ia tidak akan memungkirinya:
“Seorang anak kandungmu akan Kududukkan
di atas takhtamu.

 Jika anak-anakmu berpegang pada perjanjian-Ku,
dan pada peraturan yang Kuajarkan kepada mereka
maka selamanya anak-anak mereka akan duduk
di atas takhtamu.”

 Sebab Tuhan telah memilih Sion,
dan mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya:
“Inilah tempat peristirahatan-Ku untuk selama-lamanya,
di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya.

 Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud,
dan menyediakan pelita bagi orang yang Kuurapi.
Musuh-musuhnya akan Kutudungi pakaian keaiban,
tetapi ia sendiri akan mengenakan mahkota yang semarak!”

BAIT PENGANTAR INJIL Mat 5:3

S: Alleluya.
U: Alleluya.
S: Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,
sebab milik merekalah kerajaan Allah.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Matius 6:19-23
Perhatian kita sering bercabang karena tergesa-gesa ingin mencapai hasil yang banyak, sampai terlupa yang pokok. Maka tugas kitalah memurnikan gagasan mengumpulkan harta surgawi lebih dulu.

Di mana hartamu berada, di situ pula hatimu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus, “Janganlah kalian mengumpulkan harta di bumi; ngengat dan karat akan merusakkannya, dan pencuri akan membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga. Di surga ngengat dan karat tidak merusakkannya, dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ pula hatimu berada.

Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu. Jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persiapan

Allah Bapa sumber kedamaian,
semoga hidup kami Kaulimpahi Roh Putra-Mu,
dan semoga hati kami Kauarahkan
kepada kebahagiaan dan kedamaian sesama.
Demi Kristus, ….

Antifon Komuni – Matius 6:20a.21

 Kumpulkanlah bagimu harta di surga.
Sebab di mana hartamu, di situ pula hatimu berada.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa mahakuasa dan kekal,
kami mengucap syukur karena telah menerima sabda
yang tiada ternilai.
Semoga jadilah sabda itu harta kami yang terbesar.
dalam segala tingkah laku kami.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.


About gema

Check Also

Ekaristi Jumat, 9 November 2018: Pemberkatan Gereja Basilika Lateran

Hari ini dirayakan pesta pemberkatan Gereja Basilika di Lateran, Roma. Gedung gereja ini dipersembahkan kepada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *