Home / Liturgi / Ekaristi JUMAT PEKAN PASKAH II, 13 April 2018

Ekaristi JUMAT PEKAN PASKAH II, 13 April 2018

Antifon Pembukaan – Wahyu 5:9-10

 Tuhan, Engkau telah menebus kami dengan darah-Mu
dari tiap suku, bahasa, rakyat, dan bangsa;
dan Engkau telah menjadikan kami
raja dan imam bagi Allah Bapa. Alleluya.

Pengantar

Suatu rencana atau karya yang berasal dari manusia, akhirnya akan gagal total. Namun, bila berasal dari Allah, takkan mungkin manusia menghancurkannya. Bahkan, rezeki kehidupan diserahkan kepada manusia. Di situ orang dapat menyelipkan pamrihnya, namun takkan menghasilkan buah, bahkan merugikan hidupnya. Tetapi, bila kita laksanakan sebagai karya Allah, maka akan menghasilkan seratus kali lipat.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa maha pengasih,
bukalah mata hati kami,
agar dapat melihat
bagaimana Engkau dengan perantaraan Putra-Mu
hadir di tengah-tengah kami.
Sebab Dialah ….

Bacaan I – Kisah Para Rasul 5:34-42
Bagi orang Yahudi memang dipersoalkan, apakah Gereja muda mini hasil pemikiran orang, ataukah hasil karya dan karsa Allah sendiri. Gamaliel merasa bahwa perkara ini rumit bagi imannya. Pandangannya dalam hal ini menjadi contoh kebijaksanaan dalam mawas keadaan.

Para rasul bergembira karena mereka dianggap layak
menderita penghinaan oleh karena nama Yesus.

Pembacaan dari Kisah Para Rasul:
Pada waktu itu para rasul sedang diperiksa oleh Mahkamah Agama Yahudi. Maka seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak, bangkit dan meminta supaya para rasul itu disuruh keluar sebentar. Sesudah itu ia berkata kepada sidang, “Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini! Sebab dahulu telah muncul Si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa, dan ia mempunyai kira-kira empat ratus pengikut; tetapi ia dibunuh, lalu cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap. Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah Si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya. Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap; tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah.” Nasihat itu diterima.

Sesudah itu para rasul dilepaskan. Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena nama Yesus.

Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah umat dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 27:1.4.13-14

Ref: Satu hal telah kuminta kepada Tuhan,
diam di rumah Tuhan seumur hidupku.
Atau: Alleluya.

Mazmur:
 Tuhan adalah terang dan keselamatanku,
kepada siapakah aku harus takut?
Tuhan adalah benteng hidupku,
terhadap siapakah aku harus gentar?

 Satu hal telah kuminta kepada Tuhan,
satu inilah yang kuingini:
diam di rumah Tuhan seumur hidupku,
menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.

 Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan
di negeri orang-orang yang hidup!
Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu!
Ya. nantikanlah Tuhan.

BAIT PENGANTAR INJIL Mat 4:4b

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Manusia hidup bukan dari roti saja,
tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Yohanes 6:1-15
Tentang perbanyakan roti, yang penting bukanlah mukjizatnya, melainkan ajakan untuk mengimani pribadi Yesus. Kerajaan-Nya bukanlah kerajaan duniawi ataupun kesombongan. Ia baru mau diluhurkan setelah wafat dan bangkit. Ia tidak mencari agar terkenal dan tersohor. Peristiwa itu juga menunjuk kepada Ekaristi: Yesuslah yang memimpin upacara dan rezekinya melimpah.

Yesus membagi-bagikan roti kepada orang banyak yang duduk di situ,
sebanyak mereka kehendaki.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:
Pada waktu itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.

Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya. Ketika itu Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.

Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya, dan melihat bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus, “Di manakah kita akan membeli roti, sehingga mereka ini dapat makan?” Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu apa yang hendak dilakukan-Nya.

Jawab Filipus kepada-Nya, “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja!”

Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya, “Di sini ada seorang anak, yang membawa lima roti jelai dan mempunyai dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”

Kata Yesus, “Suruhlah orang-orang itu duduk!” Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.

Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ; demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya, “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih, supaya tidak ada yang terbuang.” Maka mereka pun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.

Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan Yesus, mereka berkata, “Dia ini benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia!” Karena Yesus tahu bahwa mereka akan datang hendak membawa Dia dengan paksa untuk dijadikan raja, Ia menyingkir lagi ke gunung seorang diri.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persiapan

Allah Bapa yang kekal dan kuasa,
kasihani dan jagalah selalu umat
yang telah Kauselamatkan.
Kami sudah ditebus berkat derita Putra-Mu.
Semoga kami bersyukur
dan bergembira atas kebangkitan-Nya.
Sebab Dialah ….

Antifon Komuni – Roma 4:25

 Kristus Tuhan kita telah diserahkan karena pelanggaran kita
dan dibangkitkan untuk menyelamatkan kita. Alleluya.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa mahamulia,
kami mengucap syukur karena telah menerima rezeki
dengan perantaraan Yesus, Putra-Mu terkasih.
Semoga kami terpesona
oleh cara-Mu bergaul dengan kami.
Demi Kristus, ….

About gema

Check Also

Ekaristi SENIN BIASA XXIX, 22 Oktober 2018

Antifon Pembukaan – Efesus 2:4-5  Allah yang kaya rahmat, telah menghidupkan kita bersama Kristus, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *