Home / Liturgi / Ekaristi JUMAT PEKAN PASKAH VII, 18 Mei 2018

Ekaristi JUMAT PEKAN PASKAH VII, 18 Mei 2018

Antifon Pembukaan – Wahyu 1:5-6

 Kristus menaruh cinta kasih kepada kita,
dan menguduskan kita dengan darah-Nya.
Ia menjadikan kita raja dan imam di hadapan Allah Bapa-Nya.
Alleluya.

Pengantar

Seorang penguasa Romawi yang tidak beriman menjelaskan: Paulus dimasukkan penjara, karena seorang bernamaYesus yang sudah meninggal dunia, tetapi menurut Paulus hidup.
Oleh Yesus yang sama itu, Petrus ditanya sampai tiga kali: apakah Petrus mengasihi Dia lebih dari yang lain? Di samping menerima tugas, Petrus juga diberi tahu tentang salib yang akan disandangnya. Seorang pengikut Kristus sejati tak dapat menghindari salib.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa sumber cahaya kekal,
Engkau telah membukakan kami
jalan menuju hidup yang kekal
dengan memuliakan Putra-Mu
dan mengutus Roh Kudus.
Semoga cinta bakti dan iman kami
selalu bertambah.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

Bacaan I – Kisah Para Rasul 25:13-21
Paulus ditahan dan naik banding ke Roma. Adapun perkaranya dibentangkan di sini. Tuduhan pokok mengenai dasar iman kita: Yesus yang tampaknya sudah wafat, diikuti terus oleh murid-murid-Nya, sebab ternyata Ia masih hidup.

Yesus telah mati,
tetapi dengan yakin Paulus mengatakan, bahwa Ia hidup.

Pembacaan dari Kisah Para Rasul:
Waktu Paulus ditahan dalam penjara di kota Kaisarea, datanglah Raja Agripa dengan Bernike ke Kaisarea untuk mengadakan kunjungan kehormatan kepada Gubernur Festus. Karena mereka beberapa hari lamanya tinggal di situ, Festus memaparkan perkara Paulus kepada raja itu, katanya, “Di sini ada seorang tahanan yang ditinggalkan Gubernur Feliks pada waktu dia pergi. Ketika aku berada di Yerusalem, imam-imam kepala dan tua-tua orang Yahudi mengajukan dakwaan terhadap orang itu dan meminta supaya ia dihukum. Aku menjawab mereka, bahwa bukanlah kebiasaan pada orang-orang Roma untuk menyerahkan seorang terdakwa sebagai suatu anugerah sebelum ia dihadapkan dengan orang-orang yang menuduhnya dan diberi kesempatan untuk membela diri terhadap tuduhan itu.

Karena itu mereka turut bersama-sama dengan aku ke mari. Pada keesokan harinya aku segera mengadakan sidang pengadilan dan menyuruh menghadapkan orang itu. Tetapi ketika para pendakwa berdiri di sekelilingnya, mereka tidak mengajukan suatu tuduhan pun tentang perbuatan jahat, seperti yang telah aku duga. Mereka hanya berselisih paham dengan dia tentang soal-soal agama mereka, dan tentang seorang yang bernama Yesus, yang sudah mati, tetapi dengan yakin Paulus mengatakan bahwa Ia hidup.

Karena aku ragu-ragu bagaimana harus memeriksa perkara-perkara seperti itu, aku menanyakan apakah Paulus mau pergi ke Yerusalem, supaya perkaranya dihakimi di situ. Tetapi Paulus naik banding. Ia minta, supaya ia tinggal dalam tahanan, dan menunggu sampai perkaranya diputuskan oleh Kaisar. Karena itu aku menyuruh menahan dia sampai aku dapat mengirim dia kepada Kaisar.”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 103: 1-2.11-1 2.1 9-20b

Ref: Tuhan sudah menegakkan takhta-Nya di surga.
Atau: Alleluya.

Mazmur:
 Pujilah Tuhan, hai jiwaku!
Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!
Pujilah Tuhan, hai jiwaku,
janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!

 Setinggi langit dari bumi,
demikianlah besarnya kasih setia Tuhan
atas orang-orang yang takwa kepada-Nya!
Sejauh timur dari barat,
demikianlah pelanggaran-pelanggaran kita dibuang-Nya.

 Tuhan sudah menegakkan takhta-Nya di surga
dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu.
Pujilah Tuhan, hai malaikat-malaikat-Nya,
agungkanlah Dia hai pahlawan-pahlawan perkasa.

BAIT PENGANTAR INJIL Yoh 14:26

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Roh Kudus akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu;
Ia akan mengingatkan kamu
akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Yohanes 21:15-19
Sampai tiga kali Yesus menanyai Petrus: Adakah engkau menaruh cinta kasih kepada-Ku? Sampai tiga kali pula Petrus menjawab dan sampai tiga kali pula ia mendapat tugas. Yesus menjelaskan bahwa hanya yang memiliki cinta kasih yang pantas menjabat gembala di dalam Gereja. Menjadi gembala itu bukan menjadi pegawai negeri, ahli politik, tetapi orang yang karena cinta kasihnya menjadi cinta kasih bagi sesama, agar dapat membebaskannya.

Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:
Yesus yang telah bangkit menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Sesudah mereka sarapan, Yesus berkata kepada Simon Petrus, “Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada mereka ini?”

Jawab Petrus kepada-Nya, “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.”

Kata Yesus kepadanya, “Gembalakanlah domba-domba-Ku!” Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya. “Benar, Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya, “Gembalakanlah domba-domba-Ku!” Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?”

Maka sedihlah hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya, “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya, “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu! Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.”

Kata Yesus kepadanya, “Gembalakanlah domba-domba-Ku!” Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika masih muda engkau sendiri mengikat pinggangmu dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki. Tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu, dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ketempat yang tidak kaukehendaki.”

Hal ini dikatakan Yesus untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus, “Ikutlah Aku.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persiapan

Allah Bapa sumber kedamaian sejati,
semoga kami siap sedia mengikuti Dia
yang kini dalam anggur roti
memberikan diri-Nya kepada kami.
Maka, tentu ada kedamaian dan kerukunan
di antara semua orang yang baik iktikadnya.
Demi Kristus, ….

Antifon Komuni – Yohanes 16:13

 Tuhan bersabda, “Roh kebenaran akan datang
dan mengajarkan segala kebenaran kepadamu.” Alleluya.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa mahasetia,
kami ingin taat setia kepada-Mu
dan mengabdi-Mu menurut kebenaran.
Semoga kami Kaubantu dengan Roh-Mu,
agar kami selalu memperhatikan
semua yang Kauserahkan kepada kami.
Demi Kristus, ….



About gema

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XXXI, 8 November 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 105:4-5  Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *