Home / Liturgi / Ekaristi: KAMIS BIASA II, 18 Januari 2018

Ekaristi: KAMIS BIASA II, 18 Januari 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 56:10b.11.12a

 Aku yakin, bahwa Allah memihak aku.
Kepada Allah yang sabda-Nya kupuji,
kepada Tuhan yang sabda-Nya kujunjung tinggi,
kepada Dia aku percaya dan tidak takut.

Pengantar

Banyak orang yang tidak dapat menerima kalau orang lain behasil. Raja Saul iri hati terhadap sukses Daud. Juga para pemimpin Yahudi tak dapat menerima, bahwa Yesus memperoleh begitu banyak pengikut. Namun, Yesus berjalan terus. Ia tidak mencari sukses. Kita diharapkan sebagai murid Kristus yang setia dapat menjauhkan diri dari iri hati dan rasa cemburu.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa, sumber kehidupan,
sungguh mengagumkan utusan-Mu
yang mendatangi dan mempesona kami
karena pergaulan-Nya dengan kami.
Semoga Ia semakin mempererat hubungan kami
dengan sumber kehidupan, ialah Engkau sendiri,
Allah dan Bapa kami.
Demi Yesus Kristus ….

Bacaan I – I Samuel 18:6-9; 19:1-7
Raja Saul iri hati terhadap Daud yang selalu jaya. Maka Daud mau disingkirkannya. Tetapi Yonatan, putra Raja Saul, memberitahu Daud dan berusaha meredakan hati Saul. Memang sering terjadi, bila ada seseorang yang berhasil, lalu kita iri hati. Maka sekaligus kita sudah berada di luar garis hidup bersatu dengan Tuhan. Seharusnya kita ikut bergembira, bila orang lain berhasil.

Saul berikhtiar membunuh Daud.

Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel:
Sesudah Daud mengalahkan Goliat, orang Filistin itu, pasukan-pasukan Israel pulang. Maka di segala kota Israel, keluarlah wanita-wanita menyongsong Raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing; dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan katanya: “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.” Maka bangkitlah amarah Saul dengan amat sangat! Perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya, “Kepada Daud mereka perhitungkan berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkan beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itu pun akan jatuh kepadanya.” Sejak hari itu Saul selalu menaruh dendam kepada Daud.

Maka Saul mengatakan kepada Yonatan, anaknya, dan kepada semua pegawai-pegawainya, bahwa Daud harus dibunuh. Tetapi Yonatan, anak Saul itu, sangat suka kepada Daud, Yonatan memberitahukan kepada Daud, “Ayahku Saul berikhtiar membunuhmu. Oleh sebab itu, hati-hatilah besok pagi, duduklah di suatu tempat perlindungan dan bersembunyilah di sana. Aku akan keluar dan mendampingi ayahku di padang tempatmu itu. Aku akan berbicara dengan ayahku perihalmu dan aku akan melihat bagaimana keadaannya, lalu memberitahukannya kepadamu.”

Lalu Yonatan mengatakan yang baik tentang Daud kepada Saul, ayahnya; katanya, “Janganlah Raja berbuat dosa terhadap Daud, hambanya, sebab ia tidak berbuat dosa terhadapmu. Bukankah apa yang diperbuatnya sangat baik bagimu! Daud telah mempertaruhkan nyawanya dan telah mengalahkan orang Filistin itu, dan karena dia, Tuhan telah memberikan kemenangan besar kepada seluruh Israel. Tatkala melihatnya, Engkau bersukacita karenanya. Mengapa engkau hendak berbuat dosa terhadap orang yang tidak bersalah dengan membunuh Daud tanpa alasan?” Saul mendengarkan perkataan Yonatan, lalu bersumpah, “Demi Tuhan yang hidup, ia tidak akan dibunuh.” Lalu Yonatan memanggil Daud, dan memberitahukan kepadanya segala perkataan itu. Yonatan membawa Daud kepada Saul, dan ia bekerja padanya seperti semula.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 56:2-3.9-10a.10b-11.12-13

Ref: Kepada Allah Aku percaya dan tidak takut.

Mazmur:
 Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang menginjak-injak aku,
sepanjang hari mereka memerangi dan menghimpit aku!
Seteruku menginjak-injak aku sepanjang hari,
bahkan banyak orang menyerbu aku dari tempat tinggi.

 Tuhan, Engkau tahu akan sengsaraku,
air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu.
Bukankah semuanya telah Kaucatat?
Musuhku akan mundur pada waktu aku berseru.

 Aku yakin, bahwa Allah berpihak kepadaku.
Kepada Allah, yang firman-Nya kupuji,
kepada Tuhan, yang sabda-Nya kujunjung tinggi.

 Kepada-Nya aku percaya, aku tidak takut.
Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadapku?
Nazarku kepada-Mu, ya Allah, akan kupenuhi,
dan kurban syukur akan kupersembahkan kepada-Mu.

BAIT PENGANTAR INJIL Lh. 2 Tim 1:10

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut
dan menerangi hidup dengan Injil.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Markus 3:7-12
Kutipan ini dapat dikatakan pewartaan, gambaran umum mengenai hasil mukjizat-mukjizat Kristus. Banyak orang tertarik kepada-Nya. Tetapi semuanya itu belum merupakan iman. Maka Yesus lalu menyingkir.

Roh-roh jahat berteriak, “Engkaulah Anak Allah.”
Tetapi dengan keras Yesus melarang memberitahukan siapa Dia.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:
Sekali peristiwa, Yesus menyingkir ke Danau Galilea bersama murid-murid-Nya, dan banyak orang dari Galilea mengikuti Dia. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus serta Sidon datanglah banyak orang kepada-Nya. Sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. Karena orang banyak itu, Yesus menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya, jangan sampai Dia terhimpit oleh mereka. Sebab Yesus menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desak ingin dijamah oleh-Nya. Bilamana roh-roh jahat melihat Yesus, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak, “Engkaulah Anak Allah!” Tetapi dengan keras Yesus melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa sumber kehidupan,
nyatakanlah kepada kami
misteri kehidupan Yesus Putra-Mu terkasih.
Semoga kami yakin, bahwa Engkau memberikan diri-Mu,
agar suburlah kehidupan kami.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

Antifon Komuni – Markus 3:5

 Yesus berkata kepada si lumpuh, “Ulurkanlah tanganmu!”
Maka si lumpuh mengulurkan tangannya dan sembuhlah ia.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa maha penyayang,
kami bersyukur kepada-Mu,
bahwasanya Putra-Mu telah mendatangi kami
sebagai hamba. Kami mohon penjelasan-Mu,
bagaimana Ia menjadi Putra-Mu
dan bagaimana kami menjadi putra dan putri-Mu.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.


About gema

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XV, 19 Juli 2018

Antifon Pembukaan – Yesaya 26:7.9  Ya Tuhan, Engkau merintis jalan lurus bagi orang benar. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *