Home / Berita / Ekaristi MINGGU BIASA IV/B, 28 Januari 2018

Ekaristi MINGGU BIASA IV/B, 28 Januari 2018

Menghayati hidup dalam Ekaristi
Mengenai sikap atau tindakan lahiriah yang tidak menyentuh pribadi kita, maka mudahlah kita menerima dan menyesuaikan diri dengan peraturan atau perintah. Tetapi mengenai hal-hal yang menyentuh pribadi kita, apalagi yang menuntut kita melepaskan kebebasan kita, maka perintah-perintah umtum takkan mudah kita terima. Di situ diperlukan kewibawaan seorang pribadi. Kita semua menginginkan seseorang pribadi yang selalu mendorong kita untuk lebih memanusiakan diri, yang selalu mengingatkan tanggung jawab kita, yang selalu menemukan kemungkinan-kemungkinan baru.
Menghayati Ekaristi dalam hidup
Yesus tetap berbicara dengan penuh wibawa kepada kita. Dan yang baru itu selalu harus menyentuh hati kita. Ia tidak puas dengan mengulang tradisi, tetapi secara langsung memberikan pandangan-Nya mengenai segala sesuatu. Hati nuraninya menjadi pedoman kehidupan kita sebagai pengikut-Nya. Kepada siapa saja dibuka-Nya harapan masa depan; sebab siapa pun ditantang-Nya berpetualang dalam kesalehan hidup. Bila Gereja berbicara dengan wibawa kenaban Guru-Nya, maka Gereja tidak mengulang begitu saja pelajaran-pelajaran di masa lampau, tetapi menghadapkan orang pada persoalan-persoalan fundamental. Persoalan-persoalan itu akan menahan mereka memasuki pemikiran yang telah mereka peroleh dan akan membantu mereka untuk bersama Tuhan menemukan hari kemudian. Apakah kuasa mengajar Gereja kini tidak lebih baik melayani orang dengan mengajukan persoalan-persoalan fundamental, daripada dengan memberi jawaban-jawaban yang telah siap?

Antifon Pembukaan –(Mzm 105:47)

Selamatkanlah kami, ya Tuhan Allah kami, dan kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus dan bermegah-megah dalam puji-pujian kepada-Mu.

Pengantar

Setiap jaman mengenal nabinya, yaitu orang yang mampu mengungkapkan apa yang hidup di dalam pemikiran dan perasaan orang banyak. Sering mereka itu berani menentang arus, bukan untuk menonjolkan diri, tetapi agar masyarakat jangan sampai menyeleweng dari arah yang sebenarnya. Orang yang demikian itu adalah Yesus dari Nazaret. Oleh Bapa-Nya Ia diutus ke dunia untuk berbicara atas nama-Nya. Dan Yesus itulah nabi yang terbesar, sebab Ia berbicara dengan kewibawaan-Nya sendiri. Dan pada-Nya tiada jurang antara kata dan karya.

Seruan Tobat

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah nabi yang dijanjikan oleh Musa, tempat Allah meletakkan Sabda-Nya dan yang memaklumkan segala perintah-Nya.
Tuhan, kasihanilah kami.

Engkaulah nabi yang mengajar dengan wibawa dan Yang kudus dari Allah.
Kristus, kasihanilah kami.

Engkaulah nabi yang dengan penuh wibawa mengusir roh-roh jahat dan ditaati oleh mereka.
Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Ya Allah, Engkau telah mengutus Yesus Kristus, Putra-Mu untuk mengajar kami. Semoga berkat pengajaran-Nya yang penuh kuasa, kami semakin terbuka dan memusatkan perhatian pada Sabda yang akan membawa pengudusan bagi hidup kami. Sebab, Dialah Tuhan, dan Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
Amin.

Bacaan Pertama – Ulangan 18:15-20
Kisah dalam bacaan ini mau membenarkan adanya kenabian di Israel. Sejak Tuhan mewahyukan diri kepada Musa di Gunung Horeb, Sabda-Nya menentukan jalannya sejarah keselamatan dengan wibawa ilahi. Melalui nabi-nabi-Nya dan terutama melalui Musa baru, Tuhan turun tangan agar umat-Nya mengenal kehendak-Nya.

“Seorang nabi akan Kubangkitkan, Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya.”

Pembacaan dari Kitab Ulangan:
Sekali peristiwa berkatalah Musa kepada bangsanya, “Seorang nabi sama seperti aku akan dibangkitkan bagimu oleh Tuhan, Allahmu, dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu. Dialah yang harus kamu dengarkan. Di Gunung Horeb dulu, pada hari perkumpulan, kamu minta kepada Tuhan, Allahmu, dengan berkata: Aku tidak mau lagi mendengar suara Tuhan, Allahku, dan tidak mau lagi melihat api yang besar ini, supaya aku jangan mati! Lalu berkatalah Tuhan kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik. Aku akan membangkitkan bagi mereka seorang nabi seperti engkau dari antara saudara-saudara mereka sendiri. Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan firman-Ku yang akan diucapkan oleh nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban. Tetapi seorang nabi yang berani mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan, atau yang berkata demi allah lain, nabi seperti itu harus mati.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mzm 95:1-2.6-7.7-9

Ref. Singkirkanlah penghalang Sabda-Mu, cairkanlah hatiku yang beku, dan bimbinglah kami di jalan-Mu.

Mazmur:
1. Marilah kita bernyanyi-nyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi Gunung Batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur bersorak-sorailah bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.
2. Masuklah, mari kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita; kita ini umat gembalaan-Nya serta kawanan domba-Nya.
3. Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara-Nya, janganlah bertegar hati seperti di Meriba, seperti waktu berada di Masa di padang gurun, ketika nenek moyangmu mencobai dan menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.

Bacaan Kedua – 1Kor 7:32-35
Paulus telah menganjurkan beberapa orang untuk berpantang sepenuhnya, berdasarkan sifat definitif Perjanjian Baru. Sekarang melangkah lebih lanjut. Selibat yang dipersembahkan kepada Tuhan itu dianjurkan mengingat pengabdian sepenuhnya kepada Tuhan dan Gereja-Nya. Kritus telah memperingatkan, agar orang waspada terhadap keprihatinan yang berlebih-lebihan dan pengabdian kepada dua orang tuan. Mengabdi kepada Tuhan secara mutlak merupakan nasehat kepada beberapa orang, tetapi semua saja wajib berusaha agar jangan dirisaukan oleh perkara-perkara duniawi.

“Anak-anak gadis memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus.”

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:

Saudara-saudara, aku, Paulus, ingin supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana supaya Tuhan berkenan kepadanya. Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana supaya ia dapat menyenangkan isterinya, dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana supaya ia dapat menyenangkan suaminya. Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri; bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasanmu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.

Demikianlah Sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL – Mat 4:16

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat terang besar, dan bagi yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit terang. Alleluya.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Markus 1:21-28
Markus memperlihatkan betapa mengagumkan wibawa Yesus. Hal itu diungkapkan dalam ajaran-Nya yang semata-mata didasarkan atas Tuhan, dan Dialah Sabda-Nya yang hidup. Diperteguh pula oleh kuasa yang mengusir roh-roh jahat. Kekuasaan jahat pun mengakui Yesus sebagai Putera Allah. Tetapi Yesus masih mau menyimpan rahasia mesianisme-Nya., maka memerintahkan roh-roh jahat itu diam. Sebab terlalu sering melihat Dia sebagai pembuat mukjizat dan menolak untuk bertobat.

“Yesus mengajar sebagai orang yang berkuasa.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:
Pada awal karya-Nya Yesus beserta murid-murid-Nya tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Pada waktu itu, di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak, “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau, yakni Yang Kudus dari Allah!” Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya, “Diam, keluarlah dari padanya!” Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya, “Apa ini? Suatu ajaran baru? Guru ini berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun Ia perintah, dan mereka taat kepada-Nya!” Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Yesus ke segala penjuru di seluruh daerah Galilea.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Umat

Kristuslah Sang Mesias. Ia mengajar dengan penuh kuasa demi keselamatan kita. Maka, marilah kita berdoa kepada Allah Bapa kita, yang berkenan mengutus Kristus kepada kita sebagai jalan, kebenaran dan hidp untuk menuju kepada-Nya..

Bagi para pemimpin Gereja
Ya Bapa, dampingilah para pemimpin Gereja, agar mereka selalu dijiwai oleh semangat kenabian Yesus.
Semoga mereka tabah dan setia mewartakan Injil.

Bagi para pendidik dan pembina kaum muda.
Ya Bapa, terangilah para pendidik dan pembina kaum muda sehingga mereka selalu terbuka dan bersedia memahami perubahan zaman dalam membina dan mempersiapkan kaum muda demi tugas-tugas mereka di waktu mendatang.
Teguhkanlah iman, harapan dan kasih mereka dalam menjalankan tugas panggilan sebagai pendidik dan pembina kaum muda.

Bagi para penanggung jwab politik internasional.
Allah Bapa Mahabaik, tinggallah selalu di dalam diri para penanggung jawab politik internasional.
Semoga mereka semakin menyadari bahwa bukan uang atau kekuasaan yang menentukan segalanya, tetapi perjuangan dan pelayanan untuk menciptakan kesejahteraan umum seperti sesuai kehendak-Mu.

Bagi kita sendiri
Ya Bapa, bukalah hati kami terhadap Sabda-Mu yang Kauberikan melalui Kitab Suci dan Gereja, serta Kaubisikkan ke dalam hati kami.
Semoga kami boleh menjadi saksi Injil-Mu dalam kehidupan sehari-hari.

Bapa Yang Mahabaik, di dalam Dikaulah kami merasa aman dan tenteram. Sebab Engkaulah Sumber hidup sejati kami. Dengarkanlah doa kami dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin

Doa Persembahan

Ya Allah, kami menghadap kepada-Mu sambil membawa persembahan ini. Kami mohon terimalah persembahan kami dan buatlah kami selalu memusatkan perhatian kepada Putra-Mu, Yesus Kristus. Sebab, Dialah, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin

Antifon Komuni – Mazmur 31:17-18

Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu. Selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu. Tuhan, janganlah membiarkan aku mendapat malu, sebab aku berseru kepada-Mu.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Ya Allah, kami bersyukur karena Engkau telah menaruh Sabda-Mu dalam hati kami dan memenuhi kami dengan rahmat Sakramen Ekaristi ini. Semoga kami Kaukuatkan dalam melaksanakan kehendak-Mu yang akan menuntun kami menuju kehidupan kekal. Demi Kritus, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin

Renungan:

PERHATIKAN KEHENDAK TUHAN
KITA sering mengalami saat yang membingungkan, kehilangan arah hidup, dan tidak tahu apa yang mesti diperbuat. Kita sering tidak tahu lagi ke manakah jalan yang baik dan tujuan yang ingin dicapai. Dalam keadaan demikian, kita mendambakan hadirnya seseorang yang membantu, baik melalui kata dan perbuatan. Dalam kehidupan bersama dan dalam situasi yang lebih kurang sama, kita merindukan seorang pemimpin yang mampu menembus kebuntuan, yang mampu melihat arah perjalanan dan meneguhkan setiap keraguan, serta mampu menyelesaikan setiap persoalan.
Dari bacaan Kitab Suci hari ini, kita mendengar ada kerinduan di kalangan umat Yahudi akan hadirnya Mesias; nabi baru yang serupa atau bahkan lebih hebat daripada Musa. Nabi adalah orang yang dekat dengan Allah dan punya hubungan sangat istimewa dengan Allah. Nabi adalah perantara untuk sampai kepada Allah. Karena mempunyai hubungan istimewa dengan Allah, seorang nabi mengenal secara baik Allah dan kehendak-Nya. Oleh karena itu nabi dapat menunjukkan atau mengantarkan umat manusia ke jalan yang benar. Gereja, umat Israel yang baru juga kadang-kadang mengalami situasi ketidakjelasan, baik yang menyangkut ajaran maupun praksis hidup. Inilah yang pernah terjadi di kalangan umat di Korintus. Dalam bacaan kedua hari ini menunjuk suatu permasalahan baru yang diajukan oleh orang-orang Korintus sehubungan dengan perkawinan. Di antara umat Korintus, ada orang-orang tertentu yang menganut cara selibat dalam perkawinan. Hal ini berbeda dengan situasi yang dilukiskan dalam 1 Kor 7:1-9, orang menginginkan ekspresi seksual secara normal dalam perkawinan. Persoalan muncul ketika beberapa orang merasakan bahwa cara perkawinan spiritual ternyata melebihi kekuatan mereka. Padahal Paulus tidak menganjurkan agar para suami berhenti menghampiri istri mereka. “… hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap istrinya, demikian pula istri terhadap suaminya”… (1 Kor 7:3).

Dalam suratnya itu Paulus mengingatkan bahwa hidup di dunia ini sementara sifatnya. Waktunya amat singkat, sebab dunia akan berlalu. Paulus mengajak umat untuk memusatkan perhatian pada perkara Tuhan. Ia juga sadar bahwa kehendak Tuhan dapat terwujud melalui cara hidup yang bermacam-macam, baik hidup selibat maupun perkawinan. Paulus merasa bahwa pilihannya adalah yang terbaik, tetapi tidak mengklaim caranya itu berlaku untuk semua orang. Melalui suratnya ini Paulus memberikan jawaban atas keragu-raguan umat tersebut. Sebagai “nabi” Paulus menunjukkan arah, supaya umat tetap berjuang dan memperhatikan kehendak Tuhan dalam cara hidup mana pun.
Memperhatikan kehendak Tuhan mesti dilakukan setiap orang beriman. Inilah perjuangan lanjutan dari perjuangan Yesus bahwa setiap perjuangan untuk mengutamakan kepentingan Allah akan berlawanan dengan kuasa jahat. Perjuangan melawan kuasa jahat itu dilambangkan dengan pengusiran setan. Melalui perikop ini penginjil memperkenalkan Yesus yang adalah Anak Allah, yang penuh kuasa dalam kata dan perbuatan. Ia berkuasa mengusir setan. Apakah kita mau menyerahkan diri kepada Yesus atau hanya keheranan seperti orang-orang Yahudi yang tidak mengerti Dia sesungguhnya? Inilah tantangan iman kita.(GEMA)

About gema

Check Also

Ekaristi SELASA PRAPASKAH I, 20 Februari 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 90:1-2  Tuhan, Engkaulah pelindung kami turun-temurun. Dari awal mula sampai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *