Home / Berita / Ekaristi MINGGU BIASA VII/C, 24 Februari 2019

Ekaristi MINGGU BIASA VII/C, 24 Februari 2019

Menghayati Ekaristi dalam Hidup

Kata ‘Aku cinta padamu’, yang diungkapkan mereka yang bercintaan, hendaknya dapat kita ucapkan pula terhadap semua orang. Itulah harapan Kristus. Dan bukan hanya terhadap pilihan kita ataupun karena hubungan keluarga, melainkan juga terhadap mereka yang paling asing bagi kita, bahkan yang paling memusuhi kita. Siapa pun haru menyesuaikan cinta kasihnya pada Injil. Cinta kasih Allah sekarang harus tetap mengalir kepada sesama melalui kita. Bukankah Tuhan menaruh cinta kasih kepada kita sekalipun kita penuh dosa? Cinta kasih ilahi terarah kepada para pendosa; cinta kasih Kristen kepada lawan dan musuhnya.

Antifon Pembukaan –Mazmur 13:6

Tuhan, kepada kasih setia-Mu aku percaya. Hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu.
Aku mau bernyanyi bagi Tuhan karena Ia telah berbuat baik terhadapku.

Pengantar

Seorang beriman kepada Kristus tidak boleh membalas kebencian dengan kebencian, dengki dengan dengki. Usaha postif yang dilandasi kasih Kristus harus menjadi jawaban terhadap kecurangan dan kebencian. Kita dituntut untuk menjadi teladan hidup yang baik dan bahkan “sempurna” dalam kehidupan. Lebih-lebih untuk kehidupan zaman sekarang ini sangat dibutuhkan “yang lebi” daripada sekadar apa yang dikembalikan dengan baik oleh orang lain.

Seruan Tobat

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah utusan Bapa di dunia yang mewartakan hukum cinta kasih bagi umat manusia.
Tuhan, kasihanilah kami.

Engkaulah Putra Bapa yang menghambakan diri demi cinta kasih dan menyelamatkan umat manusia.
Kristus, kasihanilah kami.

Engkaulah utusan Bapa di dunia yang menampakkan bukti nyata cinta kasih Allah kepada manusia.
Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pembukaan

Marilah berdoa:
Ya Allah yang penuh belas kasih, Engkau menghendaki agar kami saling mengasihi, sebagaimana Engkau sendiri telah mengasihi kami melalui Yesus Kristus, Putra-Mu yang rela mengurbankan diri-Nya demi keselamatan kami. Sebab, Dialah Tuha, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa.
Amin.

Bacaan Pertama – 1Sam 26:2.7-9.12-13.22-23.
Pengampunan Daud kepada Saul, bagi penulis Kitab Samuel menjadi alasan untuk membeberkan rencana Allah mengenai Daud. Menurut renca Ilahi, Daud mau dijadikan raja yang penuh belas kasih (Kel. 33:14: I; 13:19). Dan karena Daud menyesuaikan diri dengan semangat perjanjian dalam keadilan dan kesetiaannya (23) serta percaya penuh pada Tuhan, maka Ia menjadi pralambang Almasih yang akan datang.

“Tuhan menyerahkan engkau ke dalam tanganku, tetapi aku tidak mau menjamah.”

Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel:
Pada waktu itu,
berkemaslah Saul dan turun ke Padang Gurun Zif
dengan tiga ribu orang yang terpilih dari orang Israel
untuk mencari Daud di padang gurun itu.
Pada suatu malam ketika Saul
dan para pengiringnya sedang tidur,
datanglah Daud dan Abisai ke tengah’ mereka.
Dan tampaklah di sana Saul berbaring tidur
di tengah-tengah perkemahan
dengan tombaknya terpancang
di tanah pada sebelah kepalanya,
sedang Abner dan rakyat berbaring sekelilingnya.
Lalu berkatalah Abisai,
”Pada hari ini Allah telah menyerahkan musuh;…“
Oleh sebab itu, izinkanlah kiranya aku
menancapkan dia ke tanah dengan tombak ini.
Sekali tikam saja sudah cukup,
tidak usah dia kutancapkan dua kali.”
Tetapi kata Daud kepada Abisai,
“Jangan memusnahkan dia,
sebab siapakah yang dapat menjamah orang
yang diurapi Tuhan dan bebas dari hukuman?”
Kemudian Daud mengambil tombak
dan kendi raja dari sebelah kepala Saul, lalu mereka pergi.
Tidak ada yang melihatnya,
tidak ada yang mengetahuinya,
tidak ada yang terbangun, sebab sekaliannya tidur;
Tuhan telah membuat mereka tidur lelap.
Setelah Daud sampai ke seberang,
berdirilah ia jauh-jauh di puncak gunung,
sehingga ada jarak yang besar antara dia dan mereka.
Lalu Daud berseru kepada Raja Saul,
“Inilah tombak Tuanku Raja!
Baiklah salah seorang dari para pengiring Tuanku
menyeberang untuk mengambilnya.
Tuhan akan membalas kebenaran
dan kesetiaan setiap orang,
sebab pada hari ini Tuhan menyerahkan Tuanku
ke dalam tanganku, tetapi aku tidak mau menjamah
orang yang diurapi Tuhan.”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan

Ref. Kita Memuji Allah, kar’na besar cinta-Nya.

Mazmur
1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! “Pujilah Tuhan, hai jiwaku, jangan lupa akan segala kebaikan-Nya!”
2. Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu, dan menyembuhkan segala penyakitmu! Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur, dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat!
3. Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita, atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita.
4. Sejauh timur dari barat, demikianlah pelanggaran-pelanggaran kita dibuang-Nya, seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang bertakwa.

Bacaan Kedua – 1Kor 15:45-49
“Tuhan Allah membentuk manusia dari debu tanah dan menghembuskan napas hidp ke dalam hidungnya’9Kej. 2:7). Demikianlah manusia diciptakan menurut citra Tuhan menjadi makhluk berbudi. Kristus, Adam baru, yang jaya atas dosa, mencurahkan Roh-Nya kepada para pengikut-Nya. Dengan dmeikian, jadilah mereka putra dan putri angkat Allah, yang menerima kehidupan Ilahi. Maka, kita diangkat di atas kodrat kita, dan benih kebangkitan ada pada kita(42-44).

“Seperti kita kini mengenakan rupa dari manusia yang alamiah, demikian pula klta akan mengenakan rupa dari yang surgawi.”

Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:
Saudara-saudara,
seperti ada tertulis,
‘Manusia pertama, Adam,
menjadi makhluk yang hidup”,
tetapi Adam yang akhir menjadi Roh yang menghidupkan.
Yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah,
melainkan yang alamiah;
barulah kemudian datang yang rohaniah;
manusia pertama berasal dari debu tanah
dan bersifat jasmani;
manusia kedua berasal dari surga.
Makhluk-makhluk alamiah
sama dengan yang berasal dari debu tanah,
dan makhluk-makhluk surgawi
sama dengan Dia yang berasal dari surga.
Jadi seperti kini kita mengenakan rupa
dari manusia yang alamiah,
demikian pula kita akan mengenakan rupa dari yang surgawi.

Demikianlah Sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL – Yoh 13:34

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Aku memberikan perintah baru kepadamu, Sabda tuhan, yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 6:27-28
Setelah pengajaran-Nya tentang kebahagiaaan, kini Yesus mengajukan syarat konkret. Semuanya dapat disimpulkan dalam perintah cinta kasih(Yak. 2:8). Puncaknya tercapai pada jawaban atas lawan penganiaya seturut teladan teladan Kristus, yang mengampuni para pembunuh-Nya. Kalau Matius menganggap sebagai tuntutan sementara (Mat 5:48), Lukas memandangnya sebagai pengabdian tetap, bahkan sampai pada pengorbanan diridan penyerahan diri tanpa syarat. Paksaan tidak ditentang-Nya dan tiada orang yang dipersalahkan. Pendek kata apa yang diharapkan bagi diri-Nya diterapkan pada sesama-Nya. Seorang Kristen yang bertindaktanpa pamrih tanpa menuntut kembali sesuatu pun, menjadi gambaran hidup Allah sendiri. “Ukuran cinta kasih ialah menaruh cinta kasih tanpa ukuran”, demikian ungkap St, Bernardus.

“Hendaklah kamu murah hati, sebagaimana Bapamu murah hati adanya.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,
“Dengarkanlah perkataan-Ku ini? Kasihilah musuhmu,
berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu.
Mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu.
Berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.
Bila orang menampar pipimu yang satu,
berikanlah juga pipimu yang lain.
Bila orang mengambil jubahmu,
biarkan juga ia mengambil bajumu.
Berilah kepada setiap orang yang meminta’ kepadamu,
dan janganlah meminta kembali
dari orang yang mengambil kepunyaanmu.
Sebagaimana kamu kehendaki orang berbuat kepadamu,
demikian pula hendaknya kamu berbuat kepada mereka.
Kalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu?
Orang-orang berdosa pun mengasihi
orang-orang yang mengasihi mereka.
Kalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepadamu, apakah jasamu?
Orang- orang berdosa pun berbuat demikian.
Dan kalau kamu memberikan pinjaman kepada orang
dengan harapan akan memperoleh sesuatu dari padanya, apakah jasamu?
Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa,
supaya mereka menerima kembali sama banyak.
Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik
kepada mereka dan berilah pinjaman tanpa mengharapkan balasan;
maka ganjaranmu akan besar,
dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi.
Sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih
dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati,
sebagaimana Bapamu murah hati adanya.
Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi.
Dan janganlah kamu menghukum,
maka kamu pun tidak akan dihukum.
Ampunilah, maka kamu akan diampuni.
Berilah, maka kamu akan diberi.
Suatu takaran yang baik, yang dipadatkan,
yang diguncang dan tumpah keluar,
akan dicurahkan ke pangkuanmu.
Sebab ukuran yang kamu pakai akan diukurkan pula kepadamu.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Umat

Marilah kita berdoa kepada Bapa yang Maharahim terhadap siapa pun yang memohon kepada-Nya dengan rendah hati dan mantap:

Bagi Gereja-gereja:
Semoga Bapa menerangi dan mendampingi Gereja-gereja agar berusaha mencari dan menghormati segala sesuatu yang merukunkan mereka, dan menjauhkan diri dari sikap mencari-cari yang berlainan dan bertentangan.
Marilah kita mohon,
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Bagi mereka yang dibebani tanggung jawab:
Semoga Bapa membantu dengan rahmat-Nya mereka yang dibebani tanggung jawab agar bukan kepentingan dan kewibawaan pribadi, melainkan kesejahteraan umum, yang selalu dijadikan pedoman kebijaksanaan dalam mengambil keputusan dan tindakan.
Marilah kita mohon,
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Bagi mereka yang tertindas:
Semoga Bapa memelihara mereka yang tertindas dalam cinta kasih Putra-Nya, jangan sampai terbawa oleh arus kebencian.
Marilah kita mohon,
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Bagi kita sendiri:
Semoga Bapa membimbing kita agarjangan bersikap lebih keras terhadap sesama daripada terhadap diri sendiri.
Marilah kita mohon.
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Allah Bapa Yang Mahabaik, sumber cinta kasih, Yesus, Putra-Mu, merupakan teladan hidup dalam hal cinta kasih terhadap lawan dan musuh. Dengarkanlah doa-doa yang merupakan niat kami untuk mengikuti jejak Putra-Mu itu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

 Amin.

Doa Persembahan

Ya Tuhan, semoga roti dan anggur yang kami persembahkan ini Kaupersatukan dengan persembahan diri Putra-Mu sehingga memancarkan keagungan cinta kasih-Mu kepada kami semua. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin

Antifon Komuni – Yoh 11:27

Ya Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa Yang Maha Pengasih, kami bersyukur karena dalam diri Putra-Mu, kami tidak hanya menemukan teladan cinta kasih tetapi juga menerima sakramen cinta kasih-Mu. Semoga berkat sakramen ini, kami semakin tekun mewujudkan cinta kasih dalam hidup kami sehari-hari sampai kami Kauperkenankan mengalami kepenuhan cinta kasih-Mu yang abadi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin

About gema

Check Also

Ekaristi KAMIS PEKAN PASKAH IV, 16 Mei 2019

Antifon Pembukaan – Mazmur 68:8.9.20  Ya Allah, ketika Engkau tampil di depan umat-Mu, melangkah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *