Home / Berita / Ekaristi Minggu Paskah V, 29 April 2018

Ekaristi Minggu Paskah V, 29 April 2018

Pendorong kita bukanlah sesuatu yang abstrak, suatu cita-cita belaka, melainkan seseorang pribadi yang dapat menjiwai kita dan mempercayai kita. Maka prinsip-prinsip moral yang ditunjukkan kepada kita, tetapi terasa asing, bahkan sering melumpuhkan. Sebaliknya seorang pribadi yang mengenal kita dan menyayangi kita, membuat kita percaya akan kemampuan-kemampuan kita. Orang yang demikian itulah yang dapat membantu kita melangkah maju.
Berkat cinta kasih Kristus yang penuh kepercayaan maka kita punya pegangan. Kita merasa dipanggil dan diakui. Kita melangkah terus, karena tertarik oleh Dia yang mempersilahkan kita hidup dalam kebenaran. Bila kita menjauhkan diri dari pandangan Kristus, kita mengecewakan Dia dan mengingkari kebenaran kita. Bila kita patuh setia kepada-Nya, maka kita akui bahwa tuntutan-tuntutan cinta kasih-Nya menggembleng kita dan kita semakin ingin memperkenalkan Dia kepada sesama.

Antifon Pembukaan –Mzm 98:1-2

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib;
Ia telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa, alleluya.

Pengantar

Cinta adalah suatu bahan pembicaraan yang sampai sekarang belum mendapat kata terakhir. Baik pada masa lampau, maupun pada masa mendatang orang masih akan tetap berbicara, menulis, bernyanyi tentang cinta dan kasih setia. Sebab setiap hati insani mendambakan cinta kasih saying. Santo Yohanes telah memikirkannya bertahun-tahun; ia mendengarkan pesan Kristus. Karena mengikuti Dia, kita sampai kepada “Alah dalah cinta kasih” seperti kata Yohanes, “sebab Ia telah menaruh cinta kasih kepada kita dan karena itu mengutus Putera-Nya”. Dan kita menerima perintah, atau lebih baik menerima tugas membahagiakan yaitu agar saling menaruh cinta kasih.

Seruan Tobat

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah pewarta dan pelaksana cinta kasih Allah dan sesama.
Tuhan, kasihanilah kami.

Engkaulah yang menanamkan cinta kasih di hati kami, agar kami mematuhi perintah-perintah-Mu demi cinta kasih.
Kristus, kasihanilah kami.

Engkau tak mau meninggalkan kami seperti anak yatim piatu, maka mengutus Roh cinta kasih kepada kami.
Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Ya Allah, umat-Mu selalu bersukacita karena semangatnya telah Engkau barui. Semoga kami hari ini bergembira karena telah Engkau angkat menjadi anak-anak-Mu menantikan hari kebangkitan dengan harapan penuh syukur. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa.
Amin

Bacaan Pertama – 9:26-31
Umat di Yerusalem berbeda-beda pandangannya. Dapatkah orang yang lebih dahulu membenci Gereja, sungguh-sungguh dipercaya, meskipun sudah menyesali perbuatannya? Ada yang menganggap dia terlalu dekat dengan orang-orang bukan Yahudi, ada pula yang menganggap terlalu banyak memperhatikan orang-orang Yahudi. Paulus sendiri membaktikan diri sepenuhnya. Maka ia dimengerti oleh Barnabas, yang menjadi pelindungnya di depan para Rasul. Dan berkat para Rasul itu maka kerasulan Paulus di antara umat bukan Yahudi diakui sebagai tugas perutusan Gereja yang hakiki.

“Barnabas menceritakan kepada para rasul bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan.”

Pembacaan dari Kitab Kisah para Rasul:
Setelah dibaptis dalam nama Yesus, Saulus pergi ke Yerusalem. Di sana ia mencoba menggabungkan diri dengan murid-murid Yesus, tetapi semuanya takut kepadanya karena mereka tidak percaya bahwa Saulus juga seorang murid. Tetapi Barnabas menerima dia, lalu membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan, dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia. Juga diceritakannya bagaimana keberanian Saulus mengajar di Damsyik dalam nama Yesus. Maka, Saulus tetap bersama-sama dengan mereka di Yerusalem dan dengan berani ia mengajar dalam nama Tuhan. Saulus juga berbicara dan bersoal jawab dengan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani, dan mereka itu berusaha membunuh dia. Akan tetapi setelah hal itu diketahui oleh saudara-saudara anggota jemaat, mereka membawa Saulus ke Kaisarea, dan dari situ membantu dia ke Tarsus. Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun, dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan

Ref. Nama Tuhan hendak kuwartakan, di tengah umat kumuliakan.

 Mzm 22:26b-27.28+30.31-32; Ref: 26a
1. Nazarku akan kubayar di depan orang-orang yang bertakwa. Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari Tuhan akan memuji-muji Dia, biarlah hatimu hidup untuk selamanya.
2. Segala ujung bumi akan menjadi sadar lalu berbalik kepada Tuhan, dan segala rumpun bangsa akan sujud menyembah di hadapan Allah kita.
3. Kepada-Nya akan sujud menyembah; semua orang sombong di bumi di hadapan-Nya akan berlutut: semua orang yang telah kembali ke pangkuan pertiwi.
4. Dan aku akan hidup bagi Tuhan, anak cucuku akan beribadah kepada-Nya. Mereka akan menceritakan hal-ikhwal Tuhan kepada angkatan yang akan datang.
5. Mereka akan memberitakan keadilan-Nya kepada bangsa yang akan lahir nanti; semua itu telah dikerjakan oleh Tuhan.

Bacaan Kedua – 1Yohanes 3:18-24
Bagaimana orang tahu, bahwa ia bersahabat dengan Tuhan mahapencipta, selain dengan menaruh cinta kasih kepada sesamanya? Tuhan sendiri telah memberi kemungkinan untuk melaksanakan tugas itu dengan menaruh cinta kasih kepada sesama kitamelalui kita dan pada kita. Kepastian yang diberikan oleh Roh Kudus itu membuat kita tenang dengan penyerahan diri kita sepenuhnya kepada Tuhan.

“Inilah perintah Allah, yaitu supaya kita percaya dan saling mengasihi.”

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes:
Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran, dan kita dapat menghadap Allah dengan hati tenang. Sebab jika kita dituduh oleh hati kita, Allah adalah lebih besar daripada hati kita, dan Ia mengetahui segala sesuatu. Saudara-saudaraku yang terkasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian penuh iman untuk mendekati Allah. Dan apa saja yang kita minta dari Allah, kita peroleh dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Dan inilah perintah Allah itu: yakni supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah-Nya yang diberikan Kristus kepada kita. Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan beginilah kita ketahui bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu dalam Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.

Demikianlah Sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL Yoh 15:5.5b

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia ia berbuah banyak.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Yohanes 15:1-8
Yesus telah memberikan darah-Nya sendiri sebagai anggur kepada murid-murid-Nya. Lalu menyebut diri-Nya sebagai pokok anggur yang menyediakan minuman kehidupan. Dialah pokok anggur sejati, yang sesuai dengan kepercayaan yang diberikan Tuhan kepada-Nya. Pokok anggur itu bukanlah suatu cita-cita belaka, melainkan Yesus sendiri, sejauh Ia telah melahirkan kembali semua umat beriman dan mengumpulkannya. Bapalah yang menanam dan mengharapkan buahnya. Mereka yang menentang iman kita dan memangkas kita, malahan haus akan anggur yang memberi kehidupan.

“Barangsiapa tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Akulah pokok anggur yang benar, dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya, dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya supaya berbuah lebih banyak. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam aku, ia dibuang ke luar seperti ranting yang menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak, dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Umat

Kristus bersabda, “Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Marilah kita memanjatkan doa kepada-Nya, Tuhan yang berkenan tinggal di dalam kita dan memperkenankan kita tinggal di dalamnya.

Bagi para biarawan dan biarawati.
Semoga persatuan dan pengabdian para biarawan-biarawati dengan Tuhan serta sesama semakin menyuburkan Gereja dengan buah-buah kasih.
Marilah kita mohon …
Tinggallah bersama kami, umat-Mu, ya Tuhan.

Bagi masyarakat kita.
Semoga kehadiran Tuhan di tengah-tengah kita menggerakkan kita semua untuk terlibat secara aktif dalam pembangunan masyarakat.
Marilah kita mohon …
Tinggallah bersama kami, umat-Mu, ya T
uhan.

Bagi mereka yang kelaparan.
Semoga orang-orang yang sedang dilanda kelaparan memperoleh anugerah penyertaan Tuhan melalui kasih orang-orang yang dengan tekun berusaha untuk mencukupi kebutuhan pagan bagi mereka.
Marilah kita mohon …
Tinggallah bersama kami, umat-Mu, ya Tuhan.

Bagi kita semua
Semoga kasih Tuhan membangun kita menjadi umat cinta kasih, yaitu umat yang terbuka terhadap segala yang baik dan yang menghasilkan buah kebaikan serta cinta kasih.
Marilah kita mohon …
Tinggallah bersama kami, umat-Mu, ya Tuhan.

Tuhan Yesus Kristus, Engkau memperkenankan kami menyayangi dunia dan mengusahakan kebahagiaan serta perdamaian bagi semua orang. Bantulah kami dalam kelemahan kami dan kabulkanlah doa-doa kami. Sebab, Engkaulah Tuhan dan Pengantara kami.
Amin

Doa Persembahan

Ya Allah,
terimalah persembahan kami ini dan persatukanlah dengan kurban salib Putra-Mu. Semoga kami selalu tinggal bersama-Nya sehingga dapat menghasilkan buah-buah kehidupan yang baik. Sebab, Dialah Tuhan, Pengantara kami.
Amin

Antifon Komuni

Akulah pokok anggur yang benar dan kamulah ranting-rantingnya, Sabda Tuhan;
siapa saja yang tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, alleluya.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa Yang Mahabaik,
kami bersyukur karena berkat komuni kudus ini, kami Kaupersatukan dengan Putra-Mu. Semoga, persekutuan di antara kami pun semakin erat, bagaikan ranting-ranting anggur yang bersatu dengan Kristus sebagai pokok anggur yang sejati sehingga kami dapat menghasilkan buah-buah iman dan cinta kasih. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami.
Amin

About gema

Check Also

Ekaristi SABTU BIASA XXXI, 10 November 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 112:5-6  Orang baik menaruh belas kasih dan memberi pinjaman, ia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *