Home / Berita / Ekaristi Minggu Paskah VI, 6 Mei 2018

Ekaristi Minggu Paskah VI, 6 Mei 2018

Mengapa banyak orang gagal dalam cinta kasih? Tentu mereka mengira sudah melangkah di jalan yang menuju kebahagiaan. Tiba-tiba timbullah kesulitan-kesulitan yang tak tersangka-sangka. Mungkin pula mereka tidak memilih benar-benar, hanya berpetualang saja, terbius oleh perasaan semata-mata. Apakah mereka dapat saling mendengar, saling mengenal dan saling memanfaatkan, saling setia, terlebih ketika timbul kesulitan-kesulitan? Bila cinta kasih itu kita anggap sebagai dewa, maka kita belum benar-benar menaruh cinta kasih. Kita baru mengira saja menaruh cinta.
Allah itu cinta kasih. Yang kurang pada cinta kasih insani untuk pantas disebut demikian, ada pada Allah. Ditunjukkan-Nya hal itu dalam diri Putera-Nya, bahkan Ia menyerahkan diri-Nya tanpa syarat. Dalam kebebasan-Nya Ia memilih kita. Kasih setia-Nya menantang kasih setia kita. Oleh karena Ia tahu siapa kita ini, Ia tidak hanya menaruh cinta kasih kepada kita, tetapi masih terus-menerus berusaha mengampuni kita. Cinta sejati dapat mengampuni segala-segalanya, kecuali bahwa Ia tidak dicintai.

Antifon Pembukaan –lih. Yes 48:20

Beritakanlah kabar sukacita supaya didengar,
siarkanlah sampai ke ujung bumi: Tuhan telah menebus umat-Nya, alleluya..

Pengantar

Cinta adalah suatu bahan pembicaraan yang sampai sekarang belum mendapat kata terakhir. Baik pada masa lampau, maupun pada masa mendatang orang masih akan tetap berbicara, menulis, bernyanyi tentang cinta dan kasih setia. Sebab setiap hati insani mendambakan cinta kasih saying. Santo Yohanes telah memikirkannya bertahun-tahun; ia mendengarkan pesan Kristus. Karena mengikuti Dia, kita sampai kepada “Alah dalah cinta kasih” seperti kata Yohanes, “sebab Ia telah menaruh cinta kasih kepada kita dan karena itu mengutus Putera-Nya”. Dan kita menerima perintah, atau lebih baik menerima tugas membahagiakan yaitu agar saling menaruh cinta kasih.

Seruan Tobat

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah pewarta dan pelaksana cinta kasih Allah dan sesama.
Tuhan, kasihanilah kami.

Engkaulah yang menanamkan cinta kasih di hati kami, agar kami mematuhi perintah-perintah-Mu demi cinta kasih.
Kristus, kasihanilah kami.

Engkau tak mau meninggalkan kami seperti anak yatim piatu, maka mengutus Roh cinta kasih kepada kami.
Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa Yang Maha Pengasih, curahkanlah Roh Kudus-Mu kepada kami agar kami dapat hidup bersatu sebagai sahabat-sahabat Putra-Mu. Kami mohon, semoga dengan daya Roh-Mu itu, kami juga dapat menghasilkan buah-buah iman dan cinta kasih dalam hidup kami sehari-hari. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa.
Amin

Bacaan Pertama – Kisah Para Rasul 10:25-26.34-35.44-48
Sejak pembaptisan Kornelius, Lukan hendak menunjukkan bahwa Roh Kudus telah berkarya untuk menyingkirkan sekat-sekat yang membentengi umat. Allah tidak pernah membeda-bedakan orang. Allah senantiasa menerima siapa pun yang datang kepada-Nya dan bertobat. Allah senantiasa memperhitungkan umat yang memiliki hati bersih.

“Karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain.”

Pembacaan dari Kitab Kisah para Rasul:
Sekali peristiwa, ketika sampai di kota Kaisarea, Petrus masuk ke rumah Kornelius. Kornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur dekat kaki Petrus, ia menyembahnya. Tetapi Petrus menegakkan dia serta berkata, “Bangunlah, aku hanya manusia biasa.” Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membeda-bedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Allah dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. Ketika Petrus sedang berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. Dan semua orang beriman dari golongan bersunat yang waktu itu menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga. Sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu Petrus bertanya, “Bolehkah mencegah orang-orang ini dibaptis dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?” Maka Petrus menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kemudian orang-orang itu meminta kepada Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama mereka.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan

Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
(Mzm 98:1.2-3ab.3cd-4; Ul:4b)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib, keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya oleh lengan-Nya yang kudus.
2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan, yang datang dari pada-Nya, Ia telah menyatakan keadilan-Nya, di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!

Bacaan Kedua – 1Yohanes 4:7-10
Ungkapan Allah adalah kasih bukanlah omongan kosong. Ungkapan ini nyata sebab Yesus telah datang kepada manusia. Sejarah keselamatan adalah ungkapan kerahiman Allah terhadap umat-Nya. Kerahiman itu tak akan pernah berhenti meskipun dosa terus merintangi. Allah terus menerus menaruh cinta kasih itu kepada umat-Nya.

“Allah adalah kasih”

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes:
Saudara-saudaraku yang terkasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah, dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai silih bagi dosa-dosa kita.

Demikianlah Sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL Yoh 14:23

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Yohanes 15:9-17
Setelah memberikan gambaran mengenai pokok anggur, Yesus menunjukkan dasar kesatuan mereka satu sama lain. Dengan dasar kesatuan Bapa-Putra, dasa persatuan adalah persahabatan atas dasar kasih sejati. Orang percaya akan kasih Allah, maka keyakinan itu mendorongnya untuk menaruh cinta kasih kepada setiap orang. Dengan demikian, ia telah ikut ambil bagian dalam usaha memperkenalkan misteri Allah.

“Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikian juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Ini perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak lagi menyebut kamu hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya. Tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Umat

Kristus bersabda, “Aku menyebut kamu sahabat karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.” Marilah kita memanjatkan doa-doa kita sebagai sahabat-Nya yang terkasih:

Bagi Sri Paus, para Uskup dan para Imam
Semoga Bapa memberkati dan meneguhkan Sri Paus, para Uskup dan para Imam dalam melaksanakan tugas perutusannya sebagai gembala-gembala yang baik penuh cinta kasih bagi semua orang demi pewartaan karya keselamatan Kristus.
Marilah kita mohon …
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan

Bagi para bangsa
Semoga Bapa menanamkan semangat cinta kasih di antara para bangsa agar terwujudlah di dunia ini suasana damai tenteram dan sejahtera, jauh dari permusuhan, perang dan saling membunuh.
Marilah kita mohon …
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan

Bagi mereka yang bekerja di bidang perawatan
Semoga Bapa memberkati para karyawan-karyawati perawatan orang sakit agar karya mereka sehari-hari membuat bahagia para pasien.
Marilah kita mohon …
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Bagi kita bersama
Semoga Bapa, membimbing agar kita dapat menjalani hidup kita dengan riang gembira dan damai sejahtera menuju kebahagiaan yang kekal.
Marilah kita mohon …
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan

Allah Bapa Yang Maha Pengasih, Engkau menjanjikan kebahagiaan kepada kami jika kami saling menaruh cinta kasih. Berilah kami kekuatan untuk menempuh jalan yang tepat seturut teladan Yesus Kristus, Tuhan, Pengantara kami.
Amin.

Doa Persembahan

Ya Allah, semoga persembahan yang kami unjukkan kepada-Mu ini mendatangkan pembaruan bagi hidup kami dan menjadikan kami Kauperkenankan untuk berhimpun sebagai sahabat-sahabat Putra-Mu dalam perjamuan kudus-Nya. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami.
Amin

Antifon Komuni

Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku, sabda Tuhan. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, Alleluya.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Ya Allah, kami bersyukur atas sakramen cinta kasih-Mu yang telah kami terima. Semoga kami semakin berkembang dalam cinta kasih terhadap Engkau dan sesama sampai kami Kauperkenankan menikmati kepenuhan cinta kasih-Mu di surga. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin

About gema

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XV, 19 Juli 2018

Antifon Pembukaan – Yesaya 26:7.9  Ya Tuhan, Engkau merintis jalan lurus bagi orang benar. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *