Home / Berita / Ekaristi Minggu Prapaskah V/B, 18 Maret 2018

Ekaristi Minggu Prapaskah V/B, 18 Maret 2018

Dalam lubuk hati setiap orang yang terdalam tersimpanlah sesuatu yang hanya dapat diungkapkan secara lambat-laun saja. Pendekatan karena persahabatan dan cinta jarang-jarang dapat mengubah inti itu. Dan tentu akan merupakan kekecewaan yang paling berat bagi si kekasih, bila ternyata tak mampu mendekati kekasihnya dalam isi hatinya yang terdalam itu. Ia hanya dapat mengungkapkannya atas dasar saling terbuka.
Apa yang manusia tidak mampu, Tuhan dapat. Siapa pun yang disayangi-Ny, dijadikan-Nya tersayang. Sebagai Putera Allah Kristus diutus, untuk mewahyukan cinta kasih Allah kepada kita dan sekaligus membuat kita manusia baru dengan pengampunan-Nya. Meskipun Ia manusia juga seperti kita, namun Ia dengan mengingkari diri-Nya telah menyerahkan kunci persatuan asli dalam hubungan kita dengan kita dengan Tuhan dan sesame manusia. Dan kaum beriman, maka Gerejalah tempat komunikasi itu menjadi kenyataan. Bila neraka merupakan suatu kemustahilan untuk mengadakan kontak dengan orang lain, maka “persekutan para kudus” adalah firdausnya.

Antifon Pembukaan –Bdk. Mzm 43:1-2

Berilah keadilan kepadaku, ya Allah, dan perjuangkanlah perkaraku terhadap kaum yang tidak saleh. Luputkanlah aku dari penipu dan orang yang curang. Sebab Engkaulah Allahku dan kekuatanku.

Pengantar

Gambaran biji gandum yang jatuh di tanah dan mati, agar dapat menghasilkan buah, menunjukkan hidp dan wafat Yesus. Bahwa kita harus bersedia kehilangan nyawa agar dapat memperolehnya, tetaplah merupakan misteri bagi kita. Namun kita tidak dapat menghindarinya: kabar gembira kebangkitan dan kemuliaan Kristus mencakup pula berita duka sengsara dan wafat-Nya. Persiapan Paskah kita ini hendaknya memperdalam iman kita dan ikut serta kita dalam penderitaan dan wafat Yesus. Kalau demikian maka kita dapat ikut serta bangkit pada hari Paskah yang mendatang.

Seruan Tobat

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah biji gandum yang jatuh ke tanah dan mati agar dapat menghasilkan banyak buah.
Tuhan, kasihanilah kami.

Engkaulah Putra Allah yang belajar menjadi taat dalam penderitaan untuk menjadi pokok keselamatan kekal bagi mereka yang taat kepada-Mu.
Kristus, kasihanilah kami.

Engkaulah pelaksanaan perjanjian Allah yang baru, di mana Allah mengampuni kejahatan umat-Nya dan tidak akan mengingat lagi dosa-dosa mereka.
Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Ya Allah, Engkau telah memperbarui perjanjian-Mu dengan kami dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu. Ia datang ke dunia dan mengorbankan hidup-Nya di kayu salib untuk menggenapi karya penyelamatan-Mu. Kami mohon semoga kami tidak menyia-nyiakan pengorbanan-Nya itu dengan senantiasa memperbarui hidup kami. Sebab, Dialah Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
Amin

Bacaan Pertama – Yeremia 31:31-34
Kutipan ini istimewa. Sebab umat Allah mengira bahwa perjanjian yang terakhir yang dapat diperbaharui. Kalau terpaksa dapat menerima kenisah baru, raja baru atau Yerusalem baru. Tetapi suatu perjanjian baru tak mungkin. Sebab bagi umat perjanjian dengan Musa adalah dasar hidup mereka yang tak tergoyahkan. Dipandang dari pihak Allah, keyakinan itu dapat benar. Sebab Allah selalu setia dalam janji-Nya. Tetapi perjanjian itu mengandaikan pula sumbangan umat. Dan umat itulah yang berulangkali mengingkari janji. Dengan perjanjian baru setiap orang akan menuliskan hukum-Nya di dalam hati manusia dan dengan demikian akan berkembang di dalam batin secara murni. Bagaimanakah nanti jadinya? Tuhan akan menciptakan hati baru.

“Aku akan mengikat perjanjian baru dan takkan lagi mengingat dosa mereka.”

Pembacaan dari Kitab Yeremia:
Beginilah firman Tuhan, “Sungguh, akan datang waktunya Aku akan mengikat perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuikat dengan nenek moyang mereka, ketika Aku memegang tangan mereka dan membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Perjanjian-Ku itu sudah mereka ingkari, meskipun Akulah tuan yang berkuasa atas mereka,” demikianlah firman tuhan. “Tetapi beginilah perjanjian yang Kuikat dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman. “Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka, dan menuliskannya dalam hati mereka. Maka Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya, dengan mengatakan ‘Kenalkan Tuhan!’ sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku,” demikianlah firman Tuhan, “sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka, dan takkan lagi mengingat dosa mereka.”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan

Ref. Curahkan rahmat dalam hatiku, ciptakan hati dan semangat baru.

Mazmur:
 1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besar rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
 2. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
 3. Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu, dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang durhaka supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.

Bacaan Kedua – Ibrani 5:7-9
Sebagai Allah dan manusia tentunya Kristus amat peka perasaan-Nya bagaimana komunikasi antara Allah dan manusia telah terputus. Ketaatan-Nya yang sempurna membuka jalan silih dan keselamatan.

“Kristus telah belajar menjadi taat, dan menjadi pokok keselamatan yang abadi.”

Pembacaan dari Surat kepada Orang Ibrani:
Saudara-saudara, dalam hidup-Nya sebagai manusia, Kristus telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut; dan karena kesalehan-Nya, Ia telah didengarkan. Akan tetapi sekalipun Anak, Kristus telah belajar menjadi taat; ini ternyata dari apa yang telah diderita-Nya. Dan sesudah mencapai kesempurnaan, Ia menjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya.

Demikianlah Sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL Yoh 3:16

S: Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan kekal.
U: Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan kekal.
S: Barangsiapa melayani Aku hendaklah mengikuti Aku, Sabda Tuhan. Di mana Aku berada, di situpun hamba-Ku hendaknya berada.
U: Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan kekal.

Bacaan Injil – Yohanes 12:20-33
Injil sinoptik dan surat kepada umat Ibrani terutama memandang penderitaan insani. Sebaliknya Santo Yohanes lebih mengungkapkan kebebasan Putera Manusia. Ia datang di dunia untuk menarik semua orang pada diri-Nya. Usaha orang-orang Yunani menandakan bahwa saat untuk mengumpulkan semua bangsa telah tiba. Demikianlah salib menunjukkan biji gandum yang mati dan menjadi subur. Demikian pula Kristus dengan salib-Nya membuka kesempatan komunikasi di antara manusia: suatu kesempatan yang harus kita gunakan, sekalipun kita harus mematikan diri kita.

“Jikalau biji gandum jatuh ke dalam tanah dan mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:
Di antara orang-orang yang datang ke Yerusalem untuk merayakan Paskah terdapat beberapa orang Yunani. Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya, “Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus.” Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas, dan berdua menyampaikannya pula kepada Yesus. Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya, “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan. Aku berkata kepadamu, Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa. Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini. Bapa, muliakanlah nama-Mu!” Maka terdengarlah suara dari surga, “Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!” Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarkannya berkata bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata, “Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia.” Tetapi Yesus menyahut, “Suara itu telah terdengar bukan karena Aku, melainkan karena kamu. Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar; dan Aku, apabila sudah ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.” Ini dikatakan Yesus untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Umat

Kristus bersabda, “Sesungguhnya, jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” Oleh karena belas kasih-Nya yang begitu agung, marilah kita memanjatkan doa-doa kepada Allah Bapa di surge.
Bagi para pemimpin Gereja dan negara.
Ya Bapa, dampingilah para pemimpin Gereja dan negara agar bersedia melayani rakyat dan umat-Mu dengan penuh rasa tanggung jawab. Marilah kita berdoa kepada-Nya…
Teguhkanlah iman, pengharapan, dan kasih kami, ya Tuhan.

Bagi mereka yang diserahi tugas membimbing kaum muda.
Ya Bapa, terangilah para pembimbing kaum muda dengan sinar terang rahmat-Mu agar mereka semakin mampu untuk membimbing kaum muda dalam memahami penderitaan, wafat dan kebangkitan Kristus.
Marilah kita berdoa kepada-Nya…
Teguhkanlah iman, pengharapan, dan kasih kami, ya Tuhan.

Bagi para penderita.
Ya Bapa, dampingilah para penderita dengan rahmat-Mu sehingga mereka dapat mempersatukan penderitaan mereka dengan penderitaan Kristus demi keselamatan sesama.
Marilah kita berdoa kepada-Nya…
Teguhkanlah iman, pengharapan, dan kasih kami, ya Tuhan.

Bagi diri kita di sekitar altar.
Ya Bapa, berkatilah kami agar Perayaan Ekaristi ini semakin mendorong kami untuk berani berbagi hidup demi kebahagiaan sesama dalam hidup kami sehari-hari.
Marilah kita berdoa kepada-Nya…
Teguhkanlah iman, pengharapan, dan kasih kami, ya Tuhan.

Allah Bapa kami, kami sering merasa asing terhadap penderitaan dan kematian. Ajarilah kami menerimanya bukan sebagai sesuatu yang tak dapat dielakkan, melainkan sebagai jalan yang harus dilalui agar hidup kami semakin mirip dengan hidup Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin

Doa Persembahan

Allah Bapa kami Yang Mahakudus, terimalah persembahan kami ini dan jadikanlah sebagai sarana untuk memperbarui perjanjian-Mu dengan kami, yaitu Tubuh dan Darah Putra-Mu, Tuhan kami, Yesus Kristus, Sang Juru Selamat kami, kini dan sepanjang masa.
Amin

Antifon Komuni – Yoh 12:24

Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja. Tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Ya Allah, sumber kehidupan sejati, kami bersyukur atas roti kehidupan yang telah kami terima sebagai bekal perjalanan hidup kami menuju kepada-Mu. Semoga, pengorbanan Putra-Mu yang kami rayakan ini, mendorong kami untuk berani berkorban demi kesejahteraan bersama. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan bekuasa sepanjang segala masa.
Amin

About gema

Check Also

Ekaristi Kamis, 20 SEPTEMBER 2018: St. Andreas Kim Taegon & St. Paulus Chong Hasang

St. Andreas Kim Taegon adalah seorang imam dan St. Paulus Chong Hasang adalah seorang awam. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *