Home / Liturgi / Ekaristi Rabu, 2 Mei 2018 :Peringatan Wajib Santo Atanasius (uskup dan pujangga Gereja, 295-373)

Ekaristi Rabu, 2 Mei 2018 :Peringatan Wajib Santo Atanasius (uskup dan pujangga Gereja, 295-373)

Atanasius dilahirkan sekitar tahun 297 di Alexandria, Mesir. Ia membaktikan seluruh hidupnya untuk membuktikan bahwa Yesus adalah sungguh Allah. Hal ini amat penting, karena sekelompok orang yang disebut Arian menyangkalnya. Sebelum ia menjadi seorang imam, Atanasius telah banyak membaca buku tentang iman. Oleh sebab itulah dengan mudah ia dapat menunjukkan kelemahan-kelemahan ajaran bidaah Arian.

Atanasius ditahbiskan sebagai Uskup Agung Alexandria ketika usianya masih belum tiga puluh tahun. Selama empat puluh enam tahun, ia menjadi seorang gembala yang menggembalakan umatnya dengan gagah berani. Empat orang kaisar Romawi tidak dapat memaksanya berhenti menuliskan penjelasan-penjelasannya yang terang dan jelas mengenai iman kita yang kudus. Para musuhnya menganiayanya dengan berbagai cara.

Lima kali ia diusir dari keuskupannya sendiri. Pengasingannya yang pertama berlangsung dua tahun lamanya. Ia dibuang ke kota Trier pada tahun 336. Seorang uskup yang baik, St Maximinius, menyambutnya dengan hangat. Pengasingan-pengasiangan lainnya berlangsung lebih lama. Atanasius dikejar-kejar oleh orang-orang yang hendak membunuh dia. Di salah satu pengasingannya, para rahib menyembunyikannya di padang gurun selama tujuh tahun. Para musuhnya tidak dapat menemukannya.

Suatu ketika, para prajurit kaisar mengejar Atanasius hingga ke Sungai Nil. “Mereka berhasil mengejar kita!” teriak para sahabat uskup. Tetapi, Atanasius sama sekali tidak khawatir. “Putar balik perahu kita,” katanya tenang, “mari menyongsong mereka.” Para prajurit di perahu yang lain berteriak, “Apakah kalian melihat Atanasius?” Jawab mereka: “Kalian tidak jauh darinya!” Perahu musuh melaju sekencang-kencangnya dan Atanasius pun selamatlah.

Umat di Alexandria mengasihi uskup agung mereka yang baik hati itu. Ia seperti seorang bapa bagi mereka. Sementara tahun-tahun berlalu, mereka menghargainya lebih dan lebih lagi, betapa banyak ia telah menderita bagi Yesus dan Gereja. Umatlah yang mengatur serta mengusahakan agar ia dapat hidup dengan tenang. Ia menghabiskan tujuh tahun terakhir hidupnya dengan tenang bersama mereka. Para musuh tetap mengejarnya, namun tak pernah dapat menemukanya. Selama masa itu, St. Atanasius menulis tentang Riwayat Hidup St. Antonius Pertapa. Antonius telah menjadi sahabat dekatnya sejak Atanasius masih muda. St. Atanasius wafat dalam damai pada tanggal 2 Mei 373. Ia tetap menjadi salah seorang santo terbesar dan tergagah sepanjang masa.

Tantangan apakah yang aku hadapi sebagai seorang Kristen pada masa sekarang? Dengarkanlah kata-kata Yesus: “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal … Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. (Yoh 14:2-3)

Antifon Pembukaan lih. Sir 44:15.14

* Kebijaksanaan orang suci
diwartakan bangsa-bangsa.
Kemuliaannya dikabarkan umat,
dan nama mereka hidup terus,
dikenangkan turun-temurun.

Kata Pengantar

Ketika Atanasius menjadi batrik di Alexandria, nampaknya Gereja akan mengalami masa tenang. Penganiayaan berdarah sudah berlalu. Tetapi ternyata di dalam Gereja sendiri muncul pertentangan sengit. Arius seorang imam keuskupannya mengingkari bahwa Yesus adalah Tuhan. Pengikut-pengikutnya mengarahkan sasarannya kepada Atanasius, sebab ia dekat dengan umat, dan tidak menyembunyikan imannya akan keallahan Yesus. Berkali-kali Atanasius tak berkenan di hati Kaisar. Gerak-geriknya dibatasai. Berkat pernyataan imannya yang tegas ia dijuluki ‘Rasul Penjelmaan Tuhan’.

Doa Pembukaan

Marilah berdoa:
Allah Bapa yang kekal dan kuasa,
Engkau menugasi Santo Atanasius, uskup,Mu,
untuk membela keallahan Putera-Mu.
Kami mohon semoga kebenaran ini
semakin meresap di dalam hati kami,
sehingga kami semakin mendalami iman kami
dan semakin berkembang dalarn cinta kasih.
Demi Yesus Kristus,…..

Bacaan I – Kisah Para Rasul 15:1-6
Inti pembicaraan di Konsili Yerusalem ialah: Sunat itu diharuskan atau tidak bagi orang bukan Yahudi? Haruskah orang menjadi Yahudi dulu sebelum mengikuti Kristus? Apakah agama baru ini tetap terikat pada tradisi Yahudi, ataukah umum “katolik” bagi setiap bangsa?

Paulus dan Barnabas
pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem
untuk membicarakan soal-soal yang timbul di tengah jemaat.

Pembacaan dari Kisah Para Rasul:
Sekali peristiwa, beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ. “Jikalau kamu tidak disunat menurut adat-istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan.” Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu.

Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceritakan pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ. Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul serta penatua-penatua, lalu mereka menceritakan segala sesuatu yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka.

Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata, “Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa.” Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 122:1-2.3-4a.4b-5

Ref: Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita!
Atau: Alleluya.

Mazmur:
 Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku,
“Mari kita pergi ke rumah Tuhan.”
Sekarang kaki kami berdiri
di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.

 Hai Yerusalem, yang telah didirikan
sebagai kota yang bersambung rapat,
kepadamu suku-suku berziarah,
yakni suku-suku Tuhan.

 Untuk bersyukur kepada nama Tuhan
sesuai dengan peraturan bagi Israel.
Sebab di Yerusalemlah ditaruh kursi-kursi pengadilan,
kursi-kursi milik keluarga Raja Daud.

BAIT PENGANTAR INJIL Yoh 15:4a.5b

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu, sabda Tuhan.
Barangsiapa tinggal di dalam Aku, ia berbuah banyak.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Yohanes 15:1-8
Kutipan ini membantu menjawab pokok persoalan dalam bacaan pertama. Mengikuti Kristus berarti ditempelkan pada pohon anggur asli, yaitu Kristus. Kristus bersatu dengan kita dan kita bersatu dengan Dia. Sunat, warna kulit, kebudayaan, bukan soal. Hanya iman akan Kristus yang diperlukan, lainnya tidak mutlak perlu.

Barangsiapa tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya, dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya supaya berbuah lebih banyak. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting yang menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak, dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa yang mahaagung,
pandanglah dengan rela persembahan kami
pada peringatan Santo Atanasius ini.
Semoga imannya yang murni
serta kesaksiannya akan kebenaran,
sungguh bermanfaat bagi kaum beriman.
Demi Kristus,…..

Antifon Komuni 1Kor 1:23-24

* Kami memaklumkan Kristus yang tersalib Kristus,
kuasa dan kebijaksanaan Allah.

Doa Penutup

Marilah berdoa:
Allah Bapa yang mahakuasa,
bersama Santo Atanasius kami mengimani
keallahan Putera-Mu yang tunggal.
Kami mohon semoga berkat perayaan ekaristi ini
iman kami semakin hidup dan semakin teguh.
Demi Kristus,….

About gema

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XV, 19 Juli 2018

Antifon Pembukaan – Yesaya 26:7.9  Ya Tuhan, Engkau merintis jalan lurus bagi orang benar. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *