Home / Liturgi / Ekaristi RABU BIASA XXXI, 7 November 2018

Ekaristi RABU BIASA XXXI, 7 November 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 27:1

 Tuhanlah cahaya dan keselamatanku. Siapa ‘kan kutakuti?
Tuhanlah benteng hidupku. Siapa ‘kan kugentari?

Pengantar

Barangsiapa mau mengikuti Kristus secara total, dianggap orang sebagai orang aneh, yang tidak mengenal hidup. Risiko-risiko akan ditunjukkan kepadanya. Tetapi kewaspadaan sejati kurang menghindari risiko daripada mengikuti Kristus secara utuh. Seorang kristen mengesampingkan segala keuntungan demi kehendak Kristus. Selebihnya dianggap sebagai kerugian. Mengenal Yesus melebihi segalanya.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa kami yang mahasetia,
semoga kami selalu taat setia
melaksanakan karya yang menjadi tugas kami.
Ajarilah kami mendiami dunia ini secara baik
dan memberikan tempat kepada sesama
demi Yesus Putra-Mu terkasih,
yang telah sudi melayani kami
dan menjadi perantara kami di hadapan-Mu.

Bacaan I – Filipi 2:12-18
Laksanakan kewajibanmu tanpa menggerutu atau membantah. Jagalah dirimu bersih tanpa cacad. Andalkanlah Tuhan, sebab Dialah yang mendasari kemauan dan karya kita. Bila demikian kita dapat membuat Paulus bangga.

Kerjakanlah keselamatanmu.
Allahlah yang mengerjakan dalam dirimu
baik kemauan maupun pelaksanaan.

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di di Filipi:
Saudara-saudara kekasih, kalian senantiasa taat. Karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi lebih-lebih sekarang waktu aku tidak hadir. Sebab Allahlah yang mengerjakan dalam dirimu baik kemauan maupun pelaksanaan menurut kerelaan-Nya.

Lakukanlah segala sesuatu tanpa bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kalian tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini. Maka kalian akan bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, sambil berpegang pada sabda kehidupan. Dengan demikian aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa tidak sia-sialah aku berlomba dan berjerih payah. Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada kurban dan ibadat imanmu, aku bergembira dan bersukacita bersama kalian. Dan kalian pun hendaknya bergembira dan bersukacita bersama Aku.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 27:1.4.13-14

Ref: Tuhan adalah terang dan keselamatanku.

Mazmur:
 Tuhan adalah terang dan keselamatanku,
kepada siapakah aku harus takut?
Tuhan adalah benteng hidupku,
terhadap siapakah aku harus gentar?

 Satu hal telah kuminta kepada Tuhan,
satu inilah yang kuingini:
diam di rumah Tuhan seumur hidupku,
menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.

 Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan
di negeri orang-orang yang hidup!
Nantikanlah Tuhan!
Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan.

BAIT PENGANTAR INJIL 1Ptr 4:14

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Berbahagialah kalian, bila dinista karena nama Kristus,
sebab Roh Allah ada padamu.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 14:25-33
Lukas memperingatkan kita, bagaimana seharusnya tingkah laku murid Kristus yang sejati. Bila ingin erat dengan Tuhan, maka tak bolehlah kita bekerja seenaknya saja, tetapi harus benar-benar bebas dari segala ikatan.

Yang tidak melepaskan diri dari segala miliknya,
tidak dapat menjadi murid-Ku.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Pada suatu ketika orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Yesus berkata kepada mereka, “Jika seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudarinya, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memanggul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Sebab siapakah di antaramu, yang mau membangun sebuah menara, tidak duduk membuat anggaran belanja dahulu, apakah uangnya cukup untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Jangan-jangan sesudah meletakkan dasar ia tidak dapat menyelesaikannya. Lalu semua orang yang melihat itu akan mengejek dengan berkata, ‘Orang itu mulai membangun, tetapi tidak dapat menyelesaikan.’

Atau raja manakah yang hendak berperang melawan raja lain, tidak duduk mempertimbangkan dulu apakah dengan sepuluh ribu orang ia dapat melawan musuh yang datang menyerang dengan dua puluh ribu orang? Jika tidak dapat, ia akan mengirim utusan selama musuh masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikianlah setiap orang di antaramu yang tidak melepaskan diri dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persiapan

Allah Bapa kami di surga, kami mohon,
jadikanlah kami murid-murid Yesus Putra-Mu,
agar dapat bersama-sama membangun diri
menjadi tubuh-Nya,
menjadi Gereja-Nya yang penuh harapan.
Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.

Antifon Komuni – Lukas 14:27

 Barangsiapa tidak memanggul salibnya dan mengikuti Aku,
tidak layak menjadi murid-ku.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa kami di surga, kami bersyukur,
karena Engkau telah mengutus Putra-Mu mendatangi kami.
Kami mohon, semoga kepribadian-Nya
selalu tertulis di mata kami selama kami mencari kedamaian,
yang membawa serta kebebasan dan keselamatan
bagi semua orang di seluruh dunia.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

About gema

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XXXI, 8 November 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 105:4-5  Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *