Home / Liturgi / Ekaristi RABU DALAM PEKAN SUCI, 28 Maret 2018

Ekaristi RABU DALAM PEKAN SUCI, 28 Maret 2018

Antifon Pembukaan – Filipi 2:10.8.11

 Dalam nama Yesus, bertekuklah setiap lutut
di surga, di bumi, dan di bawah bumi.
Sebab Yesus telah taat sampai wafat, bahkan di salib.
Maka, Yesus Kristus adalah Tuhan untuk kemuliaan Allah Bapa.

Pengantar

Dalam pertemuan hari ini, kita kenangkan taat setia Yesus sampai penghabisan dan sebaliknya pengkhianatan Yudas. Yesus adalah Hamba Penderita Yahwe yang mencapai dasar jurang penderitaan insani. Namun, Ia akan tetap taat setia karena yakin Tuhanlah penolong-Nya. Mungkin kita termasuk para murid yang bergantian bertanya, “Bukannya aku, ya Tuhan?”

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa sumber kebahagiaan,
wajah-Mu Kautunjukkan kepada kami
dalam diri pria yang rendah hati,
yaitu Yesus Kristus, Putra-Mu terkasih,
yang telah mengurbankan hidup-Nya
demi keselamatan dan kebahagiaan kami.
Kami mohon,
semoga kami dapat menanggapi sengsara-Nya.
Sebab Dialah Putra-Mu, ….

Bacaan I – Yesaya 50:4-9a
Madah “Hamba Yahwe” yang ketiga memuji Dia karena rajin dan tekunnya menimba ilmu dari Tuhan. Maka diperkenankan mewartakan sabda-Nya, sebab selalu memperhatikan ajaran-Nya. Namun, Ia tidak luput dari kesulitan, meski tetap taat setia. Tuhan yang akan memberi pertolongan.

Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku diludahi.

Pembacaan dari Kitab Yesaya:
Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataanku aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi.

Tetapi Tuhan Allah menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Maka aku meneguhkan hatiku seperti teguhnya gunung batu, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu. Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku beperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku! Sungguh, Tuhan Allah menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah?

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 69:8-10.21-22.31.33-34

Ref: Demi kasih setia-Mu yang besar, ya Tuhan,
jawablah aku pada waktu Engkau berkenan.

Mazmur:
 Karena Engkaulah, ya Tuhan, aku menanggung cela,
karena Engkaulah noda meliputi mukaku.
Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku,
menjadi orang asing bagi anak-anak ibuku;
sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku,
dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.

 Cela itu telah mematahkan hatiku,
dan aku putus asa;
aku menantikan belaskasihan, tetapi sia-sia,
dan waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam.

 Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian,
mengagungkan Dia dengan lagu syukur;
Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah;
biarlah hatimu hidup kembali, hai kamu yang mencari Allah!
Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin,
dan tidak memandang hina
orang-orang-Nya yang ada dalam tahanan.

BAIT PENGANTAR INJIL

S : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan Kekal
U: Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan Kekal
S : Salam, ya Raja kami,
hanya Engkaulah yang mengasihani kesesatan-kesesatan kami.
U: Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan Kekal

Bacaan Injil – Matius 26:14-25
Banyak orang dikecewakan oleh teman-temannya sendiri. Yudas mengkhianati Yesus. Murid-murid lain pun belum merasa dirinya murid yang yakin. “Sayakah Tuhan?” Namun Yesus bukanlah kurban orang yang berkhianat. Dia sendiri yang memilih taat setia kepada Bapa-Nya.

Anak Manusia memang akan pergi
sesuai dengan apa yang tertulis tentang Dia,
tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan!

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Sekali peristiwa pergilah seorang dari keduabelas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata, “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

Pada hari pertama dari hari raya Roti Tak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata, “Di manakah Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?” Jawab Yesus, “Pergilah ke kota, kepada Si Anu, dan katakan kepadanya: Beginilah pesan Guru: Waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.” Lalu murid-murid melakukan apa yang ditugaskan Yesus kepada mereka, dan mempersiapkan Paskah.

Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama dengan keduabelas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya, “Bukan aku, ya Tuhan?” Yesus menjawab, “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan! Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan!” Yudas, yang hendak menyerahkan Yesus itu menyahut, “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya, “Engkau telah mengatakannya.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persiapan

Allah Bapa maha pengasih,
dengan roti anggur ini
kami meluhurkan Yesus, Tuhan kami,
sambil mengenangkan jasa-jasa-Nya
yang demikian besar sebagai tebusan kami semua.
Semoga Engkau berkenan memberkati kami
yang berkumpul di sini.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa Yang Mahaagung,
semoga semua orang terbuka dan siap sedia hatinya
untuk menerima anugerah-Mu yang agung,
yaitu Yesus Kristus, Saudara kami.
Dialah yang memiliki sabda kehidupan.
Dialah pula yang menunjukkan jalan
menuju kedamaian sejati.
Semoga kami pantas
menghayati sengsara dan wafat-Nya
dan kelak memandang kemuliaan-Nya.
Sebab Dialah ….



About gema

Check Also

Ekaristi KAMIS PEKAN PASKAH III, 19 April 2018

Antifon Pembukaan – Keluaran 15:1-2  Marilah kita memuji Allah, pahlawan gagah perkasa. Ia menyelamatkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *