Home / Liturgi / Ekaristi RABU PRAPASKAH III, 7 Maret 2018

Ekaristi RABU PRAPASKAH III, 7 Maret 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 119:133

 Teguhkanlah langkahku seturut janji-Mu,
dan janganlah suatu kejahatan pun menguasai aku.

Pengantar

Menepati hukum bagi kebanyakan orang modern dianggap sebagai perbudakan diri. Tidak selalu kita melihat hubungan antara peraturan dengan kebahagiaan. Namun, akhirnya tiada persaingan antara kehendak Tuhan dengan tujuan hidup kita. Memang, ada godaan untuk lebih mementingkan hukum dan peraturan daripada manusianya. Cinta kasih harus tetap menjadi daya penjiwa usaha dan karya kita.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa yang kekal dan kuasa,
dalam masa Prapaskah ini
kami Kaubimbing dan Kauajar
dengan sabda-Mu.
Semoga dengan berpantang,
kami berbakti kepada-Mu
dengan sepenuh hati
dan dalam doa bersatu sebagai umat-Mu.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

Bacaan I – Ulangan 4:1.5-9
Perintah dan hukum Tuhan bukan untuk menjadikan kita budak, tetapi membimbing kita menuju kebahagiaan dan tanah perjanjian. Menepati hukum mengandaikan kebijaksanaan dan pengertian yang mendalam. Hidup mematuhi kehendak Tuhan juga memberi kepastian, bahwa Tuhan sangat dekat. Setiap kali kita berseru, Tuhan dekat dengan kita.

Lakukanlah ketetapan-ketetapan itu dengan setia.

Pembacaan dari Kitab Ulangan:
Di padang gurun seberang Sungai Yordan Musa berkata kepada bangsanya, “Hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allah nenek moyangmu. Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh Tuhan, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya. Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaan dan akal budimu di mata bangsa-bangsa. Begitu mendengar segala ketetapan ini mereka akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.

Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti Tuhan, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya? Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?

Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidup. Beritahukanlah semuanya itu kepada anak-anakmu dan kepada cucu-cucumu serta cicitmu.”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 147:12-13.15-16. 19-20

Ref: Megahkanlah Tuhan; hai Yerusalem.

Mazmur:
 Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem,
pujilah Allahmu, hai Sion!
Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu,
dan memberkati anak-anak yang ada padamu.

 Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi;
dengan segera firman-Nya berlari.
Ia menurunkan salju seperti bulu domba
dan menghamburkan embun beku seperti abu.

 Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub,
ketetapan dan hukum-hukum-Nya kepada Israel.
Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa,
dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal.

BAIT PENGANTAR INJIL –Lih Yoh 6:64b.69a

S : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan Kekal
U: Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan Kekal
S : Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan.
Engkau mempunyai sabda kehidupan kekal.
U: Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan Kekal

Bacaan Injil – Matius 5:17-19
Yesus datang bukan untuk menghapus hukum lama, melainkan untuk melaksanakannya. Soalnya, bukan menepati hukum secara harfiah tetapi untuk melihat kehendak Allah dalam hukum itu. ‘Barangsiapa menetapi hukum yang terkecil sekalipun, akan dianggap besar dalam kerajaan surga.’

Siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat,
ia akan menduduki tempat yang tinggi.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sungguh, selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah Taurat pun yang paling kecil, mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat-tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Surga. Tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persiapan

Allah Bapa sumber kesetiaan,
perbaruilah kiranya perjanjian-Mu dengan kami
berkat roti anggur ini,
berkat Yesus, saksi-Mu yang setia.
Sebab Dialah ….

Antifon Komuni – Mazmur 15:11

 Tuhan, Engkau menunjukkan jalan kehidupan kepadaku,
dan hadirat-Mu menggembirakan daku.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa yang kekal dan kuasa,
Engkau telah menunjukkan kepada kami,
siapa yang telah melaksanakan
hukum-Mu dengan sempurna,
ialah Yesus Kristus, yang penuh cinta kasih.
Kami mohon,
berilah kedamaian dalam mengikuti Dia,
yang hidup dan berkuasa sepanjang masa.



About gema

Check Also

Ekaristi Kamis, 20 SEPTEMBER 2018: St. Andreas Kim Taegon & St. Paulus Chong Hasang

St. Andreas Kim Taegon adalah seorang imam dan St. Paulus Chong Hasang adalah seorang awam. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *