Home / Liturgi / Ekaristi SABTU BIASA III, 27 Januari 2018

Ekaristi SABTU BIASA III, 27 Januari 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 51:12

 Ciptakanlah hati murni dalam diriku, ya Allah,
dan baruilah semangat yang teguh dalam batinku.

Pengantar

Menyadari dan mengakui dosa sendiri tidaklah mudah. Sering kita perlukan bantuan orang lain, agar mampu menduga betapa dalam kita jatuh. Itulah yang dilakukan Natan terhadap Daud. Tetapi barangsiapa bertobat dan mengimani kerahiman Tuhan, tak usah cemas dan takut.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa Yang Maharahim,
berilah kami roh kebijaksanaan dan pengertian,
agar dapat memahami segala maksud-Mu atas kami.
Semoga kami meyakini
bahwa Engkaulah yang berbicara kepada kami
dalam diri Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan dan pengantara kami, yang ….

Bacaan I – II Samuel 12: 1-7a.10-17
Menyesal benar-benar tidak selalu mudah. Sering kita tidak merasa bersalah atau merasa berat untuk mengakui kesalahan. Natan terpaksa harus menunjukkan, “Engkau sendirilah orang itu!” Karena semula yang dilihat orang lain, maka ia lalu dapat melihat kesalahannya sendiri. Demikianlah biasanya langkah pertamanya. Dan Tuhan menerima kita lagi. Tetapi kita harus pula menanggung akibat dosa dan berusaha memperbaiki tingkah laku selanjutnya. Bila demikian, kita benar-benar bertobat.

Daud mengaku telah berdosa terhadap Tuhan.

Pembacaan dari Kitab Kedua Samuel:
Pada waktu itu Daud melakukan yang jahat dihadapan Allah: ia mengambil isteri Uria menjadi isterinya; maka Tuhan mengutus Natan kepada Daud. Natan datang kepada Daud dan berkata kepadanya, “Ada dua orang dalam suatu kota: yang seorang kaya, yang lain miskin. Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi; si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain seekor anak domba betina yang masih kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar bersama dengan anak-anak si miskin, makan dari suapannya, minum dari cawannya, dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya. Pada suatu hari orang kaya itu mendapat tamu; ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing domba atau lembunya untuk dimasak bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Maka ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu.”

Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan, “Demi Tuhan yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati. Anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena orang yang melakukan hal itu tidak kenal belas kasihan.” Kemudian berkatalah Natan kepada Daud, “Engkaulah orang itu! Beginilah sabda Tuhan, Allah Israel: ‘Pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk isterimu.’
Beginilah sabda Tuhan: ‘Malapetaka yang datang dari kaum keluargamu sendiri akan Kutimpakan ke atasmu. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; dan orang itu akan tidur dengan isterimu di siang hari. Engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan.’

Lalu berkatalah Daud kepada Natan, “Aku sudah berdosa kepada Tuhan.” Dan Natan berkata kepada Daud, “Tuhan telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. Walaupun demikian, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati, karena dengan perbuatan itu engkau sangat menista Tuhan.”

Kemudian pergilah Natan, pulang ke rumahnya. Tuhan mencelakakan anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit.

Lalu Daud memohon kepada Allah bagi anak itu; ia berpuasa dengan tekun, dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman ia berbaring di tanah. Maka datanglah para tua-tua yang ada di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi Daud tidak mau; juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 51:12-13.14-15.16-17

Ref: Ciptakanlah hati murni dalam diriku, ya Allah.

Mazmur:
 Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah,
dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku.
Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu,
dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!

 Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu,
teguhkanlah roh yang rela dalam diriku.
Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu
kepada orang-orang durhaka,
supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.

 Lepaskanlah aku dari hutang darah,
ya Allah, Allah penyelamatku,
maka lidahku akan memahsyurkan keadilan-Mu!
Ya Tuhan, bukalah bibirku,
supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu!

BAIT PENGANTAR INJIL Yoh 3:16

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Demikian besar kasih Allah kepada dunia,
sehingga Ia menyerahkan Anak-Nya yang tunggal.
Setiap orang yang percaya kepada-Nya memiliki hidup abadi.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Markus 4:35-41
Ombak setinggi gunung taufan yang dahsyat, tetapi mengapa Yesus tinggal diam? Para murid mulai bimbang. Yesus dibangunkan. Tetapi mereka malahan ditegur, mengapa begitu picik iman mereka? Para murid belum memahami bahwa Dialah Mesias, utusan Allah.

Angin dan danau pun taat kepada Yesus.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:
Pada suatu hari, ketika hari sudah petang, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Marilah kita bertolak ke seberang.” Mereka meninggalkan orang banyak yang ada di sana lalu bertolak, dan membawa Yesus dalam perahu itu di mana Ia telah duduk; dan perahu-perahu lain pun menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat, dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid membangunkan Yesus dan berkata kepada-Nya “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Yesus pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau, “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau pun menjadi teduh sekali. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”

Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain, “Siapakah gerangan orang ini? Angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa maha pengasih,
melalui Yesus Putra-Mu bimbinglah kami
memasuki misteri cinta kasih-Mu.
Semoga bumi Kauperbarui sementara kami
membagi rezeki ini.
Demi Kristus, ….

Antifon Komuni – Markus 4:39

 Yesus bangun, menghardik angin
dan berkata kepada danau,
“Diam dan tenanglah!”
Maka angin mereda dan danau menjadi tenang sekali.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa mahakuasa,
kami bersyukur,
Engkau telah mengutus Yesus, Putra-Mu,
yang penuh wibawa menyampaikan sabda kedamaian.
Semoga sabda-Nya meredakan badai taufan
yang menggoncang hati, keluarga dan masyarakat kami.
Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.


About gema

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XXXI, 8 November 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 105:4-5  Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *