Home / Liturgi / Ekaristi SABTU BIASA VII, 2 Maret 2019

Ekaristi SABTU BIASA VII, 2 Maret 2019

Antifon Pembukaan – Mazmur 103:13

 Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya,
demikian Tuhan sayang kepada orang-orang takwa.

Pengantar

Manusia diciptakan menurut citra Allah. Ia dijadikan mahkota segala ciptaan. Hukum dan perjanjian mengungkapkan hubungan pribadi dengan Allah yang semakin mendalam. Kristuslah mahkotanya. Dari pihak manusia hanyalah diminta terbuka terhadap tawaran Allah dengan sikap kanak-kanak.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa mahabaik,
kami Kautempatkan di dunia ini,
agar menjaga, menguasai,
dan menyempurnakan dunia.
Semoga kami selalu Kaulindungi
terhadap kelaliman dan kejahatan.
Bukalah mata hati dan budi kami,
agar dapat melihat penderitaan sesama,
supaya Engkau merajai hati kami.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan dan pengantara kami, yang ….

Bacaan I – Yesus bin Sirakh 17:1-13
Kutipan menggambarkan tempat dan tugas manusia di dunia, seperti yang dikehendaki Tuhan sendiri. Segala sesuatu diserahkan kepada manusia, yang diangkat menjadi mahkota seluruh ciptaan. Kita diciptakan menurut citra Allah.

Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya.

Pembacaan dari Kitab Putera Sirakh:
Manusia diciptakan Tuhan dari tanah, dan ke sana pula ia akan dikembalikan. Manusia dianugerahi Tuhan sejumlah hari dan jangka waktu, dan diberi-Nya kuasa atas segala sesuatu di bumi. Ia dilengkapi kekuatan yang serupa dengan kekuatan Allah sendiri, dan dijadikan Allah menurut gambar-Nya sendiri. Di dalam segala makhluk yang hidup Tuhan menanam rasa takut terhadap manusia, agar manusia merajai binatang dan unggas.

Lidah, mata dan telinga dibentuk-Nya, dan manusia diberi-Nya hati untuk berpikir. Tuhan memenuhi manusia dengan pengetahuan yang arif, dan menunjukkan kepadanya apa yang baik dan apa yang jahat. Tuhan memasukkan mata-Nya sendiri di dalam hati manusia untuk menyatakan kepadanya keagungan karya Tuhan. Maka manusia harus memuji nama Tuhan yang kudus untuk mewartakan karya-Nya yang agung.

Tuhan masih menambahkan pengetahuan lagi dengan memberi manusia hukum kehidupan menjadi milik pusaka. Perjanjian kekal diikat-Nya dengan mereka, dan segala hukum-Nya dipermaklumkan kepada mereka.

Mata mereka telah melihat kemuliaan Tuhan yang agung, dan suara-Nya yang dahsyat telah didengar telinga mereka. Tuhan berkata kepada mereka, “Jauhilah setiap kelaliman.” Dan masing-masing diberi-Nya perintah mengenai sesamanya. Langkah laku manusia selalu terbentang di hadapan Tuhan, dan tak tersembunyi bagi mata-Nya.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 103:13-14.15-16.17-18a

Refren: Kekal abadilah kasih setia Tuhan
atas orang yang takwa kepada-Nya.

Mazmur:
 Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya,
demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takwa.
Sebab Dia sendiri tahu dari apa kita dibuat,
Dia sadar bahwa kita ini debu.

 Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput;
seperti bunga di padang demikianlah ia berkembang.
Apabila angin melintasinya, maka lenyaplah ia,
dan tempatnya pun tidak diketahui lagi.

 Tetapi kekal abadilah kasih setia Tuhan
atas orang-orang yang takwa kepada-Nya;
sebagaimana kekal abadilah kebaikan-Nya
atas anak cucu mereka,
asal saja mereka tetap berpegang pada perjanjian-Nya

BAIT PENGANTAR INJIL Lh. Mat 11:25

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi.
Sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Markus 10:13-16
Di Kerajaan Surga tersedia tempat bagi siapa pun yang hatinya terbuka seperti anak-anak. Orang dewasa pun yang merasa harus mengerjakan segalanya lebih dulu serta memutuskan sendiri menurut keyakinannya, harus pula terbuka seperti anak-anak.

Barangsiapa tidak menerima kerajaan Allah seperti anak-anak ini,
tidak akan masuk ke dalamnya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:
Sekali peristiwa orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus supaya Ia menjamah mereka. Tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Melihat itu, Yesus marah dan berkata kepada mereka, “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku! Jangan menghalang-halangi mereka! Sebab orang-orang seperti itulah yang empunya kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu, “Sungguh, barangsiapa tidak menerima kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.”

Kemudian Yesus memeluk anak-anak itu, meletakkan tangan ke atas mereka dan memberkati mereka.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persiapan

Allah Bapa mahasetia,
kami memuji Engkau karena kesetiaan dan kerahiman-Mu.
Berkenanlah mengampuni kami
atas segala dosa dan kesalahan kami berkali-kali,
dan perkenankanlah kami mengikuti jejak dan pimpinan-Mu.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

Antifon Komuni – Markus 10:16

 Barangsiapa tidak menerima Kerajaan Allah seperti anak-anak ini,
tidak akan masuk ke dalamnya.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa sumber iman kepercayaan,
kami sudah Kauberkati dan Kauterima,
sebab sudah Kaupanggil ikut serta dalam perjamuan.
Semoga kami Kaujadikan putra dan putri-Mu
serta ahli waris-Mu,
dan Kauberi kebebasan, hasil iman akan Dikau
serta jadikanlah kami warga kerajaan-Mu.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

About gema

Check Also

Ekaristi SABTU PRAPASKAH II, 23 Maret 2019

Antifon Pembukaan – Mazmur 145:8-9  Tuhan pengasih dan penyayang, sabar dan lembut hati. Tuhan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *