Home / Liturgi / Ekaristi SABTU BIASA XIV, 14 Juli 2018

Ekaristi SABTU BIASA XIV, 14 Juli 2018

Antifon Pembukaan – Yesaya 6:1-8

 Aku mendengar Tuhan bersabda, ‘Siapa yang akan Kuutus?
Dan siapa yang akan pergi atas nama-Ku?’
Maka aku menjawab, ‘Inilah aku, utuslah aku!’

Pengantar

Sejak memanggil Yesaya menjadi Nabi, Allah mewahyukan diri sebagai Allah yang dahsyat, Tuhan bala tentara. Hanya setelah disucikan oleh Allah itu, ia dapat berbicara kepada umat. Dalam Perjanjian Baru Yesus mewahyukan kekudusan Allah melalui cinta kasih Allah yang membela siapa pun yang kecil dan papa.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa mahakudus,
kebijaksanaan-Mu tiada bandingnya
namun Engkau berkenan menampakkan wajah-Mu
dalam diri Yesus Mesias, Saudara kami.
Semoga kami dapat berjasa bagi dunia seperti dia.
Semoga kebahagiaan sesama menjadi sukacita kami yang besar.
Sebab Dialah Putra-Mu, ….

Bacaan I – Yesaya 6:1-8
Kidung ’Kudus, kudus, kudus …’ termasuk wahyu panggilan Nabi Yesaya. Meski jauh sekali perbedaan manusia dengan Tuhan, namun jurang itu telah dijembatani. Demikianlah Yesaya akan melaksanakan tugasnya bersama dengan Tuhan sendiri.

Aku ini orang yang berbibir najis,
dan mataku telah melihat Sang Raja, Tuhan semesta alam.

Pembacaan dari Kitab Yesaya:
Dalam tahun wafatnya Raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas tahta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi bait suci. Para Serafim ada di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutup muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutup kaki, dan dua sayap untuk melayang-layang. Mereka berseru seorang kepada yang lain, “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu, dan rumah itupun penuhlah dengan asap.

Lalu aku berkata “Celakalah aku! Aku binasa! Sebab aku ini orang yang berbibir najis, dan aku tinggal di tengah bangsa yang berbibir najis, namun mataku telah melihat Sang Raja, Tuhan semesta alam.”

Tetapi seorang dari para Serafim itu terbang mendapatkan daku. Di tangannya ada bara api, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. Ia menyentuhkannya pada mulutku serta berkata, “Lihat, bara ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.”

Lalu aku mendengar suara Tuhan bersabda, “Siapakah yang akan Kuutus? Dan siapakah yang akan pergi atas nama-Ku?” Maka aku menjawab, “Inlahi aku, utuslah aku!”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 93:1ab.1c-2.5

Ref. Tuhan adalah Raja. Ia berbusana kemegahan.

Mazmur:
 Tuhan adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan
dan kekuatanlah ikat pinggang-Nya.

 Sungguh, telah tegaklah dunia, tidak lagi goyah!
Takhta-Mu tegak sejak dahulu kala,
dari kekal Engkau ada.

 Peraturan-Mu sangat teguh;
bait-Mu berhiaskan kekudusan,
ya Tuhan, sepanjang masa!

BAIT PENGANTAR INJIL 1 Ptr 4:14

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Berbahagialah kalian, kalau dicaci maki demi Yesus Kristus,
sebab Roh Allah ada padanu.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Matius 10:24-33
Yesus memberikan tiga alasan mengapa orang tak usah cemas menghadapi penganiayaan: Kerajaan-Nya akan dimaklumkan; hidup sejati yang dianugerahkan-Nya takkan musnah; dan Ia selalu melindungi siapa pun, terutama kaum papa sederhana.

Janganlah takut kepada mereka yang membunuh badan.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Pada waktu itu, Yesus bersabda kepada keduabelas murid-Nya, “Seorang murid tidak melebihi gurunya, dan seorang hamba tidak melebihi tuannya. Cukuplah bagi seorang murid, jika ia menjadi sama seperti gurunya, dan bagi seorang hamba, jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya. Jadi janganlah kalian takut kepada mereka yang memusuhimu, karena tiada sesuatu pun yang tertutup yang takkan dibuka, dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi, yang takkkan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah dalam terang. Dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah dari atas atap rumah.

Dan janganlah kalian takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa. Tetapi takutilah Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Bukankah burung pipit dijual seduit dua ekor? Namun tak seekor pun akan jatuh tanpa kehendak Bapamu. Dan kalian, rambut kepalamu pun semuanya telah terhitung. Sebab itu janganlah kalian takut, karena kalian lebih berharga daripada banyak burung pipit.

Barangsiapa mengakui Aku di depan manusia, dia akan Kuakui juga di depan Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, dia akan Kusangkal di hadapan Bapa-Ku yang di surga.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persiapan

Allah Bapa sumber kehidupan,
berilah kami rezeki, agar dapat memahami,
bahwa Engkaulah yang menghidupkan dan menghidupi kami
melalui Yesus Putra-Mu.
Maka sudilah menerima ucapan syukur kami kepada-Mu.
Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.

Antifon Komuni – Yesaya 6:3

 Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam,
seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa sumber kedamaian,
berkenanlah menanam dalam-dalam sabda-Mu
di hati kami, serta utuslah kami mewartakan sabda-Mu
dalam segala sepak terjang kami.
Semoga kedamaian yang kami cari-cari tiada lain
daripada kedamaian-mu sendiri.
Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.



About gema

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XXXI, 8 November 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 105:4-5  Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *