Home / Liturgi / Ekaristi SABTU PEKAN PASKAH VII, 19 Mei 2018

Ekaristi SABTU PEKAN PASKAH VII, 19 Mei 2018

Antifon Pembukaan – Kisah Para Rasul 1:14

 Para murid semua sehati sejiwa tekun berdoa
bersama para wanita dan Maria, Ibunda Yesus,
serta saudara-saudaraYesus. Alleluya.

Pengantar

Dengan berani dan tanpa hambatan, Paulus mewartakan Kerajaan Allah dan mengajarkan ajaran Yesus. Di dalam penjara pun hatinya masih dipenuhi kabar gembira. Ajaran Yesus itu dicatat oleh Yohanes, rasul kesayangan Gurunya di dalam Injilnya. Dalam setiap perayaan Ekaristi, ajaran yang sama terus dituturkan.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa yang kekal dan kuasa,
kami telah Kauperkenankan
merayakan kebangkitan Putra-Mu
selama masa Paskah,
yang esok akan memuncak dan berakhir
pada hari raya kedatangan Roh Kudus.
Semoga berkat bantuan-Mu
kami dapat mewujudkan rahmat Paskah
dalam hidup kami sehari-hari.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan dan pengantara kami,
yang hidup dan berkuasa
bersama Engkau dan Roh Kudus,
Allah, sepanjang segala masa.

Bacaan I – Kisah Para Rasul 28:16-20.30-31
Kisah Para Rasul ditutup dengan cerita tentang Paulus yang selama dua tahun utuh mewartakan Kerajaan Allah dan Injil Yesus Kristus di Roma. Gambaran yang penuh harapan dan berabad-abad akan diulangi: orang yang menjadi tahanan Tuhan mempertaruhkan hidupnya guna membela imannya. Perasaan dan pengalaman memang lain-lain, tetapi setiap pengikut Kristus harus melanjutkan karya-Nya dengan mengajar dan memberi teladan.

Paulus tinggal di Roma memberitakan Kerajaan Allah.

Pembacaan dari Kisah Para Rasul:
Setelah tiba di Roma, Paulus yang dalam tahanan diperbolehkan tinggal dalam rumah sendiri bersama-sama seorang prajurit yang mengawalnya.

Tiga hari kemudian Paulus memanggil orang-orang terkemuka bangsa Yahudi, dan setelah mereka berkumpul, Paulus berkata, “Saudara-saudara, aku tidak berbuat kesalahan terhadap bangsa kita atau terhadap adat-istiadat nenek moyang kita! Meskipun demikian aku ditangkap di Yerusalem dan diserahkan kepada orang-orang Roma. Setelah aku diperiksa, mereka bermaksud melepaskan aku, karena tidak terdapat suatu kesalahan pun padaku yang setimpal dengan hukuman mati.

Akan tetapi orang-orang Yahudi menentangnya, dan karena itu terpaksalah aku naik banding kepada Kaisar, tetapi bukan dengan maksud untuk mengadukan bangsaku. Itulah sebabnya aku meminta, supaya boleh bertemu dan berbicara dengan kamu, sebab justru karena pengharapan Israellah aku diikat dengan belenggu ini.”

Dua tahun penuh Paulus tinggal di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya. Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Mazmur Tanggapan – Mazmur 11:4.5.7

Ref: Orang yang tulus akan memandang wajah-Mu, ya Tuhan.
Atau: Alleluya.

Mazmur:
 Tuhan ada di dalam bait-Nya yang kudus;
Tuhan, takhta-Nya di surga;
mata-Nya mengamat-amati,
sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia.

 Tuhan menguji orang benar dan orang fasik,
dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan.
Sebab Tuhan adalah adil, dan Ia mengasihi keadilan;
orang yang tulus akan memandang wajah-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL Yoh 16:7.13

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Aku akan mengutus Roh Kebenaran kepadamu, sabda Tuhan.
Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Yohanes 21:15-19
Yohanes menutup Injilnya dengan ajakan kepada siapa pun yang mendengar atau membacanya, agar menanggapinya dengan penuh iman. Yohanes adalah murid kesayangan Yesus dan dia menjamin isi ajarannya. Yohanes ingin mengatakan: Siapa pun takkan dirugikan bila mengimani Kristus ini.

Dialah murid, yang telah menuliskan semuanya ini,
dan kesaksiannya itu benar.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:
Setelah Yesus yang bangkit berkata kepada Petrus, “Ikutlah Aku,” Petrus berpaling dan melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus; dia inilah yang berkata, “Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?”

Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus, “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?”

Jawab Yesus, “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau, ikutlah Aku.”

Maka tersebarlah khabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan, “Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu.”

Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, dan yang telah menuliskannya; dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.

Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu persatu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persiapan

Allah Bapa sumber kebahagiaan,
buatlah kami bergembira ria
dan semoga persembahan ini
Kaujiwai dengan Roh-Mu,
tentu Engkau lalu bersama kami,
dan cukuplah sudah,
kami sudah puas.
Demi Kristus, ….

Antifon Komuni – Yohanes 16:14

 Tuhan bersabda, “Roh Kudus akan memuliakan Daku.
Sebab Ia akan menyatakan kepadamu segala sesuatu
yang diterima-Nya daripada-Ku.” Alleluya.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa mahamulia,
berilah kami hati yang tabah serta daya hidup.
Utuslah Roh-Mu yang kudus.
Berilah kami kebijaksanaan, nasihat, dan kekuatan;
berilah kami api cinta kasih-Mu.
Perkenankanlah tangan kami menyelesaikan
apa yang sudah dimulai oleh Yesus.
Tentu dunia akan menjadi baru
dan nama-Mu dimuliakan di mana-mana.
Demi ….



About gema

Check Also

Ekaristi SABTU BIASA XIX, 18 AGUSTUS 2018

Antifon Pembukaan – Matius 19:14  Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku. Sebab orang seperti merekalah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *