Home / Liturgi / Ekaristi SELASA, 8 Januari 2019 (SESUDAH PENAMPAKAN TUHAN)

Ekaristi SELASA, 8 Januari 2019 (SESUDAH PENAMPAKAN TUHAN)

Antifon Pembukaan – Mazmur 118:26-27

 Terberkatilah yang datang atas nama Tuhan.
Dialah Tuhan dan Allah yang menerangi kita.

Pengantar

Orang tidak hanya memerlukan makanan saja. Masih ada macam-macam hal lain yang diperlukannya: persahabatan, kesetiaan, keakraban, dan lain-lain. Hari ini Yesus memberikan diri-Nya sebagai roti kehidupan, agar kita mengikuti teladan dan semangat-Nya, memberikan diri demi kebahagiaan bersama.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa mahabaik,
Putra-Mu yang tunggal
telah tampak sebagai manusia,
dan kami mengakui-Nya
sebagai seorang di antara kami.
Semoga hidup kami pun diselaraskan dengan hidup-Nya.
Sebab Dialah, ….

Bacaan I – I Yohanes 4:7-10
Inti cinta kasih Allah ialah bahwasanya Ia telah mendahului menaruh cinta kasih kepada kita dalam diri Yesus Kristus. Dan bila Allah hadir di dalam diri kita, maka cinta kasih-Nya akan segera tampak. Di mana ada cinta kasih, hadirlah Tuhan.

Allah adalah kasih.

Pembacaan dari Surat pertama Rasul Yohanes:
Saudara-saudaraku terkasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah, dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dunia supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu:

Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allahlah yang telah mengasihi kita dan telah mengutus Anak-Nya sebagai silih bagi dosa-dosa kita.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 72:1-2.3-4b. 7-8

Ref: Segala bangsa di bumi, ya Tuhan
sujud menyembah kepada-Mu.

Masmur:
 Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja,
dan keadilan-Mu kepada putera raja!
Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan
dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!

 Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa,
dan bukit-bukit membawa kebenaran!
Kiranya ia memberikan keadilan kepada orang-orang
yang tertindas dari bangsa itu; kiranya ia menolong orang-orang miskin.

 Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya
dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan!
Kiranya ia memerintah dari laut sampai ke laut,
dari Sungai Efrat sampai ke ujung bumi!

BAIT PENGANTAR INJIL Luk 4:18-19

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Tuhan mengutus Aku menyampaikan kabar baik
kepada orang-orang miskin,
dan memberitakan pembebasan
kepada orang-orang tawanan.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Markus 6:34-44
Karena terharu hati-Nya, Yesus mulai mengajar. Di dalam perbanyakan roti ini, tampak Yesus memperhatikan benar kesulitan-kesulitan umat-Nya. Mukjizat ini merupakan tanda kemuliaan-Nya dan lambang Ekaristi.

Dengan mempergandakan roti, Yesus menyatakan dirinya sebagai nabi.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:
Begitu banyak orang mengikuti Yesus. Ketika Yesus melihat jumlah orang yang begitu banyak, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. Ketika hari mulai malam datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata, “Tempat ini sunyi, dan hari sudah mulai malam. Suruhlah mereka pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa dan kampung-kampung sekitar ini.” Tetapi jawab Yesus, “Kamu yang harus memberi mereka makan!” Kata mereka kepada-Nya, “Jadi, haruskah kami pergi membeli roti hanya dengan 200 dinar dan memberi mereka makan? Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksanya, mereka berkata, “Lima roti dan dua ikan.”

Lalu Yesus menyuruh orang-orang itu supaya semuanya duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau. Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang. Setelah mengambil lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada para murid, supaya dibagi-bagikan kepada orang banyak itu; begitu juga ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada mereka semua. Dan mereka semua makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti: dua belas bakul penuh, belum termasuk sisa-sisa ikan. Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persiapan Persembahan

Allah Bapa kami,
Allah Bapa, sumber kehidupan,
berilah kami rezeki
dan ajarilah kami mengenal Yesus Putra-Mu,
serta yakinkanlah kami
bahwa cinta kasih kepada sesama
mendatangkan hidup abadi.
Demi Kristus, ….

Antifon Komuni – Efesus 2:4; Roma 8:3

 Dengan cinta kasih-Nya yang melimpah,
Allah telah menaruh cinta kasih kepada kita,
sehingga mengutus Putra-Nya dalam rupa manusia lemah.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Tuhan dan Allah kami,
dalam sakramen-Mu
kami dipersatukan dengan Dikau.
Semoga daya sakramen ini menguatkan kami,
agar kurnia-Mu sendiri
membuat kami sanggup menerima anugerah-Mu.
Demi Kristus, ….

About gema

Check Also

Ekaristi RABU BIASA II, 23 JANUARI 2019

Antifon Pembukaan – Masmur 110:4  Tuhan telah bersumpah dan tidak akan menyesal,    “Engkau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *