Home / Liturgi / Ekaristi SELASA BIASA V, 12 Februari 2019

Ekaristi SELASA BIASA V, 12 Februari 2019

Antifon Pembukaan – Mazmur 8:2a

 Tuhan Allah kami, betapa mulia nama-Mu di seluruh

Pengantar

Manusia adalah mahkota seluruh ciptaan. Segalanya diserahkan oleh Allah kepadanya. Manusia berkuasa menjadi lukisan mirip Allah. Dan manusia bertugas mengembangkan alam ciptaan. Injil pun mengajak kita menyempurnakan alam ciptaan berdasarkan keyakinan, bukan karena hukum atau perintah.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa mahakuasa,
sabda-Mu yang kuasa telah menciptakan alam semesta.
Kami mohon, jagalah dan lindungilah hidup kami
dan perkenankanlah kami mengalami daya sabda-Mu itu.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami,
yang ….

Bacaan I – Kejadian 1:20-2:4a
Mahkota ciptaan adalah manusia. Dialah yang ditetapkan Allah menjadi raja. Segala sesuatu di dunia ini diserahkan kepada manusia sebagai sarana untuk membahagiakan sesama dan agar dibangun menjadi tempat kediaman yang menyenangkan. Maka manusia diciptakan sebagai citra Allah atau lukisan Allah. Selanjutnya manusia akan menjadi saksi-Nya.

Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita.

Pembacaan dari Surat Kitab Kejadian:
Ketika menciptakan alam semesta, Allah bersabda, “Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.” Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Lalu Allah memberkati semuanya itu, sabda-Nya, “Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.’ Jadilah petang dan pagi: hari ke lima.

Bersabdalah Allah, “Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata serta segala jenis binatang liar.” Dan jadilah demikian. Allah menjadikan segala jenis binatang liar, segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Bersabdalah Allah, “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara; atas ternak dan atas seluruh bumi, serta atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya; menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, Allah bersabda kepada mereka, “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut, burung-burung di udara, dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Bersabdalah Allah, “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji. Itulah akan menjadi makananmu. Sedang kepada segala binatang di bumi dan burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu sungguh amat baik. Maka jadilah petang dan pagi: hari keenam.

Demikianlah diselesaikan langit dan bumi beserta segala isinya. Pada hari ketujuh Allah telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu. Maka berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 8:4-5.6-7.8-9

Ref: Ya Tuhan, Allah kami,
betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi.

Mazmur:
 Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu,
bulan dan bintang-bintang yang Kaupasang:
Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya?
Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

 Kauciptakan dia hampir setara dengan Allah,
Kaumahkotai dengan kemuliaan dan semarak.
Kauberi dia kuasa atas buatan tangan-Mu;
segala-galanya telah Kautundukkan di bawah kakinya.

 Domba, sapi dan ternak semuanya,
hewan di padang dan margasatwa;
burung di udara dan ikan di laut,
dan semua yang melintasi arus lautan.

BAIT PENGANTAR INJIL Mzm 119:36a.29b

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Condongkanlah hatiku kepada perintah-Mu, ya Allah,
dan kurniakanlah hukum-Mu kepadaku.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Markus 7:1-13
Pandangan Yesus tentang hukum, perintah, kekuasaan, dan kebebasan tampak dalam penggarisan tentang arti kerohanian, keyakinan. Yesus memperingatkan kaum Farisi zaman apa pun mengenai sikap munafik dan sombong dalam mematuhi hukum dan peraturan.

Kamu mengabaikan perintah Allah
untuk berpegang pada adat istiadat manusia.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:
Pada suatu hari serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus. Mereka melihat beberapa murid Yesus makan dengan tangan najis. yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh. Sebab orang-orang Farisi – seperti orang-orang Yahudi lainnya – tidak makan tanpa membasuh tangan tebih dulu, karena mereka berpegang pada adat-istiadat nenek moyang. Dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas tembaga. Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada Yesus, “Mengapa murid-murid-Mu tidak mematuhi adat istiadat nenek moyang kita? Mengapa mereka makan dengan tangan najis?” Jawab Yesus, kepada mereka, “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, orang-orang munafik! Sebab ada tertulis:
Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadat kepada-Ku, sebab ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.
Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.” Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri. Karena Musa telah berkata: ‘Hormatilah ayahmu dan ibumu!’ Dan: ‘Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.’ Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapa atau ibunya: ‘Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk kurban, yaitu persembahan kepada Allah,’ maka kamu membiarkan dia untuk tidak lagi berbuat sesuatu pun bagi bapa atau ibunya. Dengan demikian sabda Allah kamu nyatakan tidak berlaku adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan!”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persiapan Persembahan

Allah Bapa pencipta alam semesta,
berkat roti anggur ini,
berkat Yesus Putra-Mu terkasih,
tunjukkanlah kepada kami daya cipta-Mu
dan berilah kami kekuatan hidup baru.
Demi Kristus, ….

Antifon Komuni – Mazmur 8:4-5

 Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu,
bulan dan bintang yang Kaupasang:
Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya?
Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa mahakuasa,
kami bersyukur telah Kauciptakan menjadi ciptaan hidup.
Semoga kami subur dalam kebaikan serta kebebasan sejati
dan Kaujadikan anugerah bagi sesama kami.
Demi Kristus, ….

About gema

Check Also

MINGGU PASKAH VII, 2 Juni 2019: Hari Komunikasi sosial Sedunia ke-53

Setiap tahun, Gereja Katolik semesta merayakan Hari Komunikasi Sosial. Hari ini adalah hari komunikasi sedunia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *