Home / Liturgi / Ekaristi SELASA BIASA VI, 19 Februari 2019

Ekaristi SELASA BIASA VI, 19 Februari 2019

Antifon Pembukaan – Mazmur 29:1a.2

 Sampaikanlah kepada Tuhan, hai penghuni surga,
sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya,
sujudlah kepada-Nya dengan hormat dan khidmat.

Pengantar

Air bah merupakan jawaban Tuhan atas ketidaksetiaan umat. Setiap dosa dihukum. Hukuman ini tidak mengurangi kebaikan Tuhan. Nuh dan keluarganya merupakan buktinya. Belas kasih Yesus tidak diterima oleh kaum Farisi. Murid-murid Yesus pun tidak memahami. Namun, Ia tetap berjalan terus dengan kemurahan hati-Nya dan minta kita untuk memahami-Nya.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa sumber cahaya kehidupan,
sembuhkanlah kebutaan mata dan dosa-dosa kami,
agar kami dapat memandang Putra-Mu, cahaya kami,
yang didambakan oleh setiap orang
dalam perjalanan menuju kepada-Mu.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan dan pengantara kami, yang ….

Bacaan I – Kejadian 6:5-8; 7:1-5.10
Air bah mengandung arti ganda. Umat yang semakin berkhianat dihukum dengan air bah. Tetapi mereka yang taat setia, selamat. Kisah ini mengingatkan kita akan pembaptisan. Di situ manusia dosa ditenggelamkan, agar bangkit dalam kehidupan baru.

Aku akan menghapuskan manusi yang Kuciptakan dari muka bumi.

Pembacaan dari Kitab Kejadian:
Tuhan melihat bahwa kejahatan manusia di bumi semakin besar, dan kecenderungan hati mereka selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Bersabdalah Tuhan, “Aku akan menghapuskan manusia yang Kuciptakan dari muka bumi, baik manusia maupun hewan, dan binatang-binatang melata maupun burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.” Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di hadapan Tuhan.

Maka bersabdalah Tuhan kepada Nuh, “Masuklah ke dalam bahtera, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. Dari segala binatang yang tidak haram, haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betina. Juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpeliharalah keturunannya di seluruh bumi. Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya. Dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu.” Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 29: 1a.2.3ac-4.3b. 9b-10

Ref: Tuhan memberkati umat-Nya dengan damai sejahtera.

Mazmur:
 Sampaikanlah kepada Tuhan, hai penghuni surga,
sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya,
sujudlah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan!

 Suara Tuhan terdengar di atas air,
suara Tuhan mengguruh di atas air yang besar.
Suara Tuhan penuh kekuatan,
suara Tuhan penuh semarak.

 Allah yang mulia mengguntur,
di dalam bait-Nya setiap orang berseru, “Hormat!”
Tuhan bersemayam di atas air bah,
Tuhan bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya.

BAIT PENGANTAR INJIL Yoh 14: 23

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Jika seorang mengasihi Aku, ia akan mentaati sabda-Ku.
Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Markus 8:14-21
Tugas Yesus memang tidak mudah. Kaum Farisi tidak percaya. Mesias lain yang dinanti-nantikan mereka. Para murid sulit diajak memahami. Dalam kutipan ini tampaknya Yesus kesal, “Masih belum mengertikah kalian?” Kebutuhan materi sering merintangi, bila kita mau menduga-duga kedalaman pribadi dan sabda-Nya.

Awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:
Pada suatu hari murid-murid Yesus lupa membawa roti. Hanya sebuah roti saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya, “Berjaga-jaga dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.”

Maka mereka berpikir-pikir, dan seorang berkata kepada yang lain, “Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti.”

Ketika Yesus tahu, apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata, “Mengapa kalian memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kalian memahami dan mengerti? Telah degilkah hatimu? Kalian mempunyai mata, tidakkah kalian melihat? Dan kalian mempunyai telinga, tidakkah kalian mendengar? Sudah lupakah kalian waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti yang kalian kumpulkan?” Jawab mereka, “Dua belas bakul.”

“Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti yang kalian kumpulkan?” Jawab mereka, “Tujuh bakul.” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Masihkah kalian belum mengerti?”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persiapan Persembahan

Allah Bapa maharahim,
berikanlah kini kiranya rezeki pengampunan
serta daya hidup baru
dengan perantaraan Yesus Kristus Tuhan kami.

Antifon Komuni – Mazmur 29:10

 Tuhan bersemayam di atas air bah.
Tuhan bersemayam sebagai raja untuk selamanya.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa sumber kehidupan,
kami bersyukur atas santapan anugerah-Mu
berkat Yesus Putra-Mu dan Tuhan kami.
Semoga kelaparan kami akan Dikau
selalu Kaupuaskan dengan rezeki suci.
Demi Kristus, ….

About gema

Check Also

Ekaristi KAMIS PEKAN PASKAH IV, 16 Mei 2019

Antifon Pembukaan – Mazmur 68:8.9.20  Ya Allah, ketika Engkau tampil di depan umat-Mu, melangkah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *