Home / Liturgi / Ekaristi SELASA BIASA XXIV, 18 September 2018

Ekaristi SELASA BIASA XXIV, 18 September 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 100:3

 Ketahuilah bahwa Tuhan itu Allah.
Dialah pencipta dan kita milik-Nya,
Kita ini umat-Nya, domba gembalaan-Nya.

Pengantar

Setiap kali kita menyambut komuni, imam mengatakan ‘Tubuh Kristus’, dan kita jawab, ‘Amin’. Dengan demikian kita menyatakan percaya menyambut Kristus. Tetapi kita juga berjanji akan berusaha semakin menjadi ‘tubuh Kristus’. Paulus menjelaskan apa itu artinya. Ia melihat orang beriman sebagai bagian dari suatu keseluruhan, yang disebut tubuh Kristus. Setiap orang mendapat tugasnya di situ demi keseluruhannya. Kristus yang menjiwai keseluruhan itu.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa kami sumber kerukunan,
perkenankanlah kami bangkit
dari perselisihan yang merusak,
dan jadikanlah kiranya kami orang
yang rukun bersatu padu
berkat daya semangat Putra-Mu,
yang telah membangkitkan kami.
Sebab Dialah Putra-Mu, ….

Bacaan I – 1 Korintus 12:12-14.27-31a
Suatu gambaran waktu itu Paulus melukiskan para warga Gereja sebagai anggota badan. Dengan demikian mau dijelaskan, bahwa mereka satu sama lain tergantung, tetapi juga bersatu. Setiap orang mempunyai tugas rnenyumbangkan anugerah perseorangan Roh guna pembangunan badan seutuhnya. Semua saling melengkapi dan saling memerlukan.

Kalian semua adalah tubuh Kristus, dan masing-masing anggotanya.

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:
Saudara-saudara, sebagaimana tubuh itu satu, meskipun anggotanya banyak, dan semua anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh saja, demikian pula Kristus. Sebab kita semua telah dibaptis dalam satu Roh menjadi satu tubuh, dan juga diberi minum dari satu Roh, entah kita orang Yahudi, entah bukan Yahudi, entah budak, entah orang merdeka. Sebab tubuh tidak terdiri atas satu anggota saja, tetapi atas banyak anggota.

Kalian semua adalah tubuh Kristus, dan masing-masing adalah anggotanya. Dan Allah telah menentukan beberapa orang di dalam jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya Ia menentukan mereka yang mendapat kurnia untuk mengadakan mukjizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berbicara dalam bahasa roh.

Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berbicara dalam bahasa roh atau untuk menafsirkan bahasa roh? Maka berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang utama.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 100:2-5

Ref: Kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.

Mazmur:
 Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita,
datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!

 Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah;
Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita;
kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.

 Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur,
masuklah ke pelataran-Nya dengan puji-pujian,
bersyukurlah kepada-Nya, dan pujilah nama-Nya!

 Sebab Tuhan itu baik,
kasih setia-Nya untuk selama-lamanya,
dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

BAIT PENGANTAR INJIL Luk 7:16

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,
dan Allah mengunjungi umat-Nya.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 7:11-17
Tuhan bukanlah Allah orang-orang mati, melainkan orang-orang hidup. Janda di Nain kehilangan anak tunggalnya. Yesus iba hatinya. Nabi Yesaya pernah menubuatkan bahwa Mesias akan menyembuhkan orang-orang sakit, membuat orang bisu, tuli, mendengar dan berbicara, orang lumpuh berjalan, dan orang mati hidup lagi. Dengan menghidupkan lagi pemuda di Nain itu, Yesus mau memperlihatkan, bahwa seorang nabi agung telah mengunjungi umat.

Hai Pemuda, bangkitlah!

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Pada suatu ketika pergilah Yesus ke sebuah kota bernama Nain. Para murid serta banyak orang pergi bersama Dia. Ketika Ia mendekati pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, yaitu anak laki-laki tunggal seorang ibu yang sudah janda. Banyak orang kota itu menyertai janda tersebut.

Melihat janda itu tergeraklah hati Tuhan oleh belas kasih. Lalu Tuhan berkata kepadanya, “Jangan menangis!” Dihampiri-Nya usungan jenazah itu dan disentuhnya-Nya. Maka para pengusung berhenti. Tuhan berkata, “Hai Pemuda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” Maka bangunlah pemuda itu, duduk, dan mulai berbicara. Yesus lalu menyerahkannya kepada ibunya.

Semua orang itu ketakutan, dan mereka memuliakan Allah sambil berkata, “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah mengunjungi umat-Nya.”

Maka tersiarlah kabar tentang Yesus ke seluruh Yudea dan ke seluruh daerah sekitarnya.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persiapan

Allah Bapa sumber kerukunan,
jadikanlah kiranya kami satu Gereja
dan perkenankanlah kami menyerahkan diri kepada-Mu,
sebagaimana Dia yang kami kenangkan sekarang
dan yang menjadi harapan kami,
ialah Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

Antifon Komuni – I Korintus 12:27

 Kalian semua adalah tubuh Kristus
dan masing-masing adalah anggota tubuh-Nya.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa pangkal persatuan dan kerukunan,
kami mengucap syukur,
karena Engkau berkenan memperhatikan kami
melalui Yesus, Sang Kepala.
Semoga kami setiap hari Kaubangkitkan,
Kaurukunkan dan Kaupersatukan
dengan perantaraan Kristus, Tuhan kami.

About gema

Check Also

MINGGU PASKAH VII, 2 Juni 2019: Hari Komunikasi sosial Sedunia ke-53

Setiap tahun, Gereja Katolik semesta merayakan Hari Komunikasi Sosial. Hari ini adalah hari komunikasi sedunia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *