Home / Liturgi / Ekaristi SELASA BIASA XXIX, 23 Oktober 2018

Ekaristi SELASA BIASA XXIX, 23 Oktober 2018

Antifon Pembukaan – Efesus 2:20

 Kalian dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi
dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

Pengantar

Sering kita baca tentang perlunya konstruksi yang tangguh untuk suatu bangunan. Batu sendinya yang menyatukan seluruh konstruksi. Bagi Gereja, Kristuslah batu sendinya. Dialah yang menyatukan segalanya. Dialah yang selalu mengundang dan mengajak kita untuk melayani. Syaratnya ialah mohon diundang dan selalu siap sedia melayani.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa kami, sumber sukacita,
Engkau mempersatukan dunia dalam diri Yesus, Adam Baru,
yang mewartakan kedamaian kepada setiap orang.
Semoga Ia membukakan pintu yang menuju kepada-Mu,
sukacita kami yang sejati.
Demi Yesus Kristus, Putra-Mu, ….

Bacaan I – Efesus 2:12-22
Kristus telah menyumbangkan hidup-Nya guna mendirikan Gereja yang terbuka bagi siapa pun, bukan terbatas bagi suatu golongan atau suku bangsa saja. Dengan demikian manusia satu sama lain dapat didekatkan, dipererat hubungannya, dan sekaligus dipererat hubungan dengan Bapa-Nya.

Kristuslah damai sejahtera kita yang mempersatukan kedua belah pihak.

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus:
Saudara-saudara, ingatlah bahwa kalian dahulu tanpa Kristus. Waktu itu kalian tidak termasuk warga umat Allah dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan. Waktu itu kalian tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dunia. Tetapi sekarang dalam Kristus Yesus, kalian yang dahulu jauh, sudah menjadi dekat oleh darah Kristus.

Dialah damai sejahtera kita, yang mempersatukan kedua belah pihak, dan yang telah merobohkan tembok pemisah, yaitu permusuhan. Sebab dengan wafat-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru dalam diri-Nya. Dengan demikian Ia mengadakan damai sejahtera. Dalam satu tubuh Ia memperdamaikan keduanya dengan Allah oleh salib dan mengakhiri permusuhan pada salib itu.

Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kalian yang jauh dan kepada mereka yang dekat. Sebab oleh Dia kita, kedua pihak, beroleh jalan masuk kepada Bapa dalam satu Roh.

Demikianlah kalian bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan sewarga dengan orang kudus dan anggota keluarga Allah. Kalian dibangun atas dasar para rasul dan para nabi dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di atas Dia tumbuhlah seluruh bangunan yang rapih tersusun menjadi bait Allah yang kudus dalam Tuhan. Di atas Dia pula kalian turut dibangun menjadi kediaman Allah dalam Roh.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 85: 9ab.10-14

Ref: Tuhan hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya.

Mazmur:
 Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah!
Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai
kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya?
Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa.
dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.

 Kasih dan kesetiaan akan bertemu,
keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan.
Kesetiaan akan tumbuh dari bumi,
dan keadilan akan merunduk dari langit.

 Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan,
dan negeri kita akan memberikan hasil.
Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya,
dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL Luk 21:36

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa,
agar kalian tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 12:35-38
Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengah kita. Maka kita harus selalu waspada dan mengingkari diri. Setiap saat harus siap sedia menerima kedatangan Tuhan.

Berbahagialah hamba yang didapati tuannya sedang berjaga.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Hendaklah kalian seperti orang yang menanti-nantikan tuannya pulang dari pesta nikah, supaya jika tuannya datang dan mengetuk pintu, segera dapat dibukakan pintu.

Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang berjaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu, Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari, dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah para hamba itu.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persiapan

Allah Bapa kami, Raja mahamulia,
Engkau memanggil kami mengikuti perjamuan-Mu
dan melayani Engkau melalui Yesus Putra-Mu.
Kami bersyukur atas kebaikan-Mu
yang selalu menghidupi kami.
Demi Kristus ….

Antifon Komuni – Efesus 2:21-22

 Di atas Kristus tumbuhlah seluruh bangunan yang tersusun rapi,
menjadi bait Allah yang kudus dalam Tuhan.
Di atas Dia pula kalian turut dibangun
menjadi kediaman Allah dalam Roh.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa kami yang mahamulia,
bangunlah kiranya dunia ini menjadi satu kediaman,
tempat Engkau tinggal dan hadir.
Dan semoga lisan kami Kauberi madah
untuk memuji nama-Mu yang kudus di mana-mana.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

About gema

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XXXI, 8 November 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 105:4-5  Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *