Home / Liturgi / Ekaristi SELASA BIASA XXVII, 9 Oktober 2018

Ekaristi SELASA BIASA XXVII, 9 Oktober 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 139:13

 Engkaulah yang membentuk buah pinggangku,
Engkaulah yang menenun aku dalam kandungan ibuku.

Pengantar

Untuk menyalurkan Injil kepada orang lain, perlu disiapkan petugas-nya. Perlu pula kita punya perhatian terhadap Injil. Di situlah pertanggungjawaban Paulus atas kegiatan kerasulannya. Kegiatan berlebihan bukanlah cara yang paling baik untuk mengabdi Tuhan. Keterbukaan dan kebersamaan lebih penting daripada nafsu kerja, yang serba hampa.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa kami yang mahakudus,
berilah kami ketenangan,
agar sempat mendengarkan sabda-Mu.
Semoga kami dapat merasakan cinta kasih-Mu
yang melestarikan dan memperbarui manusia dan apa saja.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu ….

Bacaan I – Galatia 1:13-24
Paulus menjelaskan karya kerasulannya. Dasarnya Tuhan sendiri yang memberi. Baru kemudian ia bertemu dengan Petrus dan Yakobus, lalu mencocokkan ajarannya. Dan ajarannya Injil yang benar.

Allah berkenan menyatakan Anak-Nya dalam diriku,
agar aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa.

Pembacaan dari Surat Ratul Paulus kepada Jemaat di Galatia:
Saudara-saudara, kalian tentu telah mendengar tentang hidupku dalam agama Yahudi dulu. Tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. Dalam agama Yahudi itu aku jauh lebih maju dari banyak teman sebaya di antara bangsaku, karena aku sangat rajin memelihara adat-istiadat nenek moyangku.

Tetapi Allah telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh karena kasih karunia-Nya. Ia berkenan menyatakan Anak-Nya dalam diriku, agar aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa lain. Pada waktu itu sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia. Aku juga tidak pergi ke Yerusalem untuk mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku. Tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. Baru tiga tahun kemudian aku pergi ke Yerusalem untuk menemui Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya. Tetapi rasul-rasul yang lain tak seorang pun yang kulihat, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus. Di hadapan Allah kutegaskan: Apa yang kutulis kepadamu ini benar, aku tidak berdusta.

Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia. Tetapi aku tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea. Mereka hanya mendengar, bahwa orang yang dahulu menganiaya mereka sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya. Dan mereka memuliakan Allah karena aku.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 139:1-3.13-15

Ref: Ya Tuhan, tuntunlah aku di jalan yang kekal.

Mazmur:
 Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri,
Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring,
segala jalanku Kaumaklumi.

 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku,
Engkaulah yang menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena misteri kejadianku;
ajaiblah apa yang Kaubuat.

 Jiwaku benar-benar menyadarinya.
Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu,
ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi,
dan direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah.

BAIT PENGANTAR INJIL Luk 11:28

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Berbahagialah yang mendengarkan sabda Tuhan
dan melaksanakannya.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 10:38-42
Marta gelisah memikirkan perkara-perkara yang tidak baku. Tetapi Maria menjadi teladan orang yang memperhatikan sabda Tuhan. Yesus memperingatkan Marta, bahwa tidak semuanya sama nilainya, yang utama adalah Kerajaan Allah.

Marta menerima Yesus di rumahnya.
Maria telah memilih bagian yang paling baik.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Dalam perjalanan ke Yerusalem Yesus dan murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung. Seorang wanita bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Wanita itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria itu duduk di dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan sabda-Nya.

Tetapi Marta sangat sibuk melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata, “Tuhan. tidakkah Tuhan peduli, bahwa saudariku membiarkan daku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Yesus menjawabnya, “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu saja yang perlu. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persiapan

Allah Bapa maha pengasih,
limpahilah kiranya kami semangat Yesus Putra-Mu,
agar dapat saling melayani dan saling menaruh cinta kasih
berkat Yesus Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami.

Antifon Komuni – Lukas 11:28

 Berbahagialah yang mendengarkan sabda Tuhan
dan tekun melaksanakannya.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa kami, sumber segala rahmat,
kami bersyukur atas rahmat-Mu yang telah kami terima
melalui Yesus, Putra-Mu terkasih.
Semoga kami suka menyepi,
agar dapat memperhatikan sabda-Mu
dan memiliki semangat suci untuk melaksanakannya
dengan tekun dalam tingkah laku kami sehari-hari.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

About gema

Check Also

Ekaristi Kamis, 13 Desember 2018: PW Santa Lusia (perawan dan martir)

Santa yang dikagumi ini hidup di Syracuse, Sisilia. Ia dilahirkan pada akhir abad ketiga. Orangtuanya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *