Home / Liturgi / Ekaristi SELASA PEKAN PASKAH VI, 8 Mei 2018

Ekaristi SELASA PEKAN PASKAH VI, 8 Mei 2018

Antifon Pembukaan – Wahyu 19:7.6

 Marilah kita bergembira dan memuliakan Tuhan,
Raja yang mahakuasa. Alleluya.

Pengantar

“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, maka engkau akan diselamatkan,” jawab Paulus dengan tegas. Para rasul sedih ketika Yesus meninggalkan mereka. Namun, Yesus menyatakan bahwa kepergian-Nya itu baik, sebab Ia lalu dapat mengutus Roh Kudus, yang akan membantu kita mengimani Tuhan Yesus dan menyemangati kita memberi kesaksian tentang Dia.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa, pencipta dan penyelamat manusia,
belenggu-belenggu yang menindas
telah dipatahkan berkat daya Roh-Mu.
Kami mohon,
jadikanlah kami orang bebas,
yang bersedia berbuat baik kepada sesama
dan mengabdi kedamaian.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

Bacaan I – Kisah Para Rasul 16:27-34
Kristus tak pernah meninggalkan murid-murid-Nya. Paulus pun mengalami dibebaskan secara ajaib. Kalimat terakhir kutipan ini dapat dianggap sebagai pertanyaan: Benarkah kita merasa bahagia atas iman kita? Ataukah malahan kehilangan kegembiraan umat kristen purba?

Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, dan engkau akan selamat,
engkau dan seisi rumahmu.

Pembacaan dari Kisah Para Rasul:
Ketika Paulus dan Silas ada di Kota Filipi terjadilah yang berikut ini: Orang-orang Filipi bangkit menentang Paulus dan Silas; lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka. Setelah berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.

Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah, dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Dan terjadilah gempa bumi yang hebat, siehingga sendi-sendi penjara itu goyah. Seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua. Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri. Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya, “Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!”

Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. la mengantar mereka keluar, sambil berkata, “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat supaya aku selamat?” Jawab mereka, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”

Lalu Paulus dan Silas memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka membasuh bilur-bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 138:1-2a.2b-3.7c-8

Ref: Tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, ya Tuhan.
Atau: Alleluya.

Mazmur:
 Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati,
karena Engkau mendengarkan kata-kata mulutku.
Di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu,
aku hendak bersujud ke arah bait-Mu yang kudus.

 Aku hendak memuji nama-Mu
oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu;
Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku,
Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.

 Tangan kanan-Mu menyelamatkan daku,
Engkau akan menyelesaikan segalanya bagiku!
Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi,
janganlah Kautinggalkan buatan tangan-Mu!

BAIT PENGANTAR INJIL Yoh 16:7.13

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Aku akan mengutus Roh kebenaran kepadamu, sabda Tuhan,
dan Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Yohanes 16:5-11
Kebenaran utuh tentang Yesus, memahami siapa Dia sebenarnya dan apa yang dilakukan-Nya, baru akan terungkap sesudah kebangkitan-Nya dan kedatangan Roh Kudus. Roh Kuduslah yang akan memberikan sinar terang. Salahlah pandangan dunia. Yang bersalah bukanlah Yesus, tetapi dunia orang-orang yang dikuasai dosa. Dunia mau mengadili Yesus, tetapi nyatanya malahan mengadili diri sendiri, ketika menolak warta keselamatan. Kini, Roh Kudus yang akan membantu kita.

Jikalau Aku tidak pergi, penghibur tidak akan datang kepadamu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, maka hatimu berdukacita. Namun benar yang Kukatakan kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau aku tidak pergi, penghibur tidak akan datang kepadamu; sebaliknya jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Dan kalau penghibur itu datang, Ia akan menginsyafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persiapan

Allah Bapa maharahim,
kami mohon Kauberi tahu,
apakah yang mendatangkan kebahagiaan,
apakah arti pengampunan dosa,
dalam diri Yesus Putra-Mu terkasih,
yang sudi menjadi santapan hidup kami.
Demi Kristus, ….

Antifon Komuni – lih. Lukas 24:46.26

 Kristus harus menderita dan bangkit dari alam maut
untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya. Alleluya.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa sumber kebahagiaan,
semua saja yang mengharapkan Dikau
Kauberi napas kehidupan.
Kami mohon,
semoga karenanya kami Kaujadikan orang
yang selalu mencari kedamaian
serta mengusahakan kebahagiaan sesama.
Demi Kristus, ….

About gema

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XIX, 16 Agustus 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 78:7  Hendaklah kita menaruh kepercayaan kepada Allah, dan jangan melupakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *