Home / Liturgi / Ekaristi, Senin, 5 Februari 2018 : Santa Agata (Perawan dan martir, 251)

Ekaristi, Senin, 5 Februari 2018 : Santa Agata (Perawan dan martir, 251)

Seorang gadis Kristen nan cantik bernama Agatha hidup di Sisilia pada abad ketiga. Gubernur mendengar kabar tentang kecantikan Agatha dan menyuruh orang untuk membawa gadis itu ke istananya. Ia menghendaki Agatha melakukan dosa melanggar kesuciannya, tetapi Agatha seorang gadis pemberani dan pantang menyerah. “Yesus Kristus, Tuhanku,” ia berdoa, “Engkau melihat hatiku dan Engkau mengetahui kerinduanku. Hanya Engkau saja yang boleh memilikiku, oleh sebab aku sepenuhnya adalah milik-Mu. Selamatkanlah aku dari orang jahat ini. Bantulah aku agar layak untuk menang atas kejahatan.”

Gubernur mencoba mengirim Agatha ke rumah seorang wanita pendosa. Mungkin saja gadis ini akan menjadi jahat pula. Tetapi Agatha menaruh kepercayaan yang besar kepada Tuhan dan berdoa sepanjang waktu. Ia menjaga kesucian dirinya. Ia tidak mau mendengarkan nasehat-nasehat jahat wanita dan anak-anak perempuannya itu. Setelah sebulan berlalu, Agatha dibawa kembali kepada gubernur. Sekali lagi gubernur berusaha membujuknya. “Engkau seorang wanita terhormat,” katanya dengan lembut. “Mengapa engkau merendahkan dirimu sendiri dengan menjadi seorang Kristen?” “Meskipun aku seorang terhormat,” jawab Agatha, “aku ini seorang hamba di hadapan Yesus Kristus.” “Jika demikian, apa sesungguhnya arti dari menjadi terhormat?” tanya gubernur. Agatha menjawab, “Artinya, melayani Tuhan.”

Ketika gubernur tahu bahwa Agatha tidak akan mau berbuat dosa, ia menjadi sangat marah. Ia menyuruh orang mencambuk serta menyiksa Agatha. Sementara ia dibawa kembali ke penjara, Agatha berbisik, “Tuhan Allah, Penciptaku, Engkau telah melindungi aku sejak masa kecilku. Engkau telah menjauhkan aku dari cinta duniawi dan memberiku ketabahan untuk menderita. Sekarang, terimalah jiwaku.” Agatha wafat sebagai martir di Catania, Sisilia, pada tahun 250.

“Dengan teladannya ia mengajar kita untuk bergegas menuju kebenaran sejati, yaitu Allah saja.” ~ St. Metodius

Antifon Pembukaan

* Inilah perawan yang budiman
yang keluar menyongsong Kristus
dengan pelita yang bernyala.

Kata Pengantar

Lama sebelum ada biara-biara suster didirikan, sudah ada wanita-wanita yang mempersembahkan hidupnya kepada Tuhan. Secara perorangan mereka mengucapkan kaul kemurnian dan mengabdikan diri pada iman. Di dalam jemaat mereka melakukan tugas diakonia, terutama dalam bidang perawatan orang miskin dan sakit. Agata yang berasal dari Katana, Sisilia, telah memilih cara hidup demikian beberapa waktu sebelum ditahan. Walaupun diancam dan dianiaya ia bertahan dalam kaulnya dan akhirnya dibunuh sebagai martir pada zaman Kaisar Decius.

Doa Pembukaan

Marilah berdoa:
Allah Bapa kami yang maharahim,
kami mohon, kasihanilah kami
demi permohonan Santa Agata, perawan dan martir.
Ia senantiasa berkenan di hati-Mu
karena tetap setia sampai mati
dan selalu hidup murni.
Demi Yesus Kristus,….

Bacaan I – I Raja-Raja 8:1-7.9-13
Salomo telah selesai membangun bait Allah di Yerusalem. Tabut Perjanjian lalu disemayamkan di situ. Awan yang memenuhi bait merupakan pertanda kehadiran Tuhan di tengah-tengah umat-Nya seperti ketika mereka mengembara di padang gurun. Dalam sejarah setiap kali Tuhan mengganjar kesetiaan umat dengan tanda kehadiran-Nya. Persoalannya kini bagaimana orang mau mengakui dan menempatkan diri, bila Tuhan hadir di tengah-tengah kita.

Imam-imam membawa tabut perjanjian ke tempat mahakudus,
dan datanglah awan memenuhi rumah Tuhan.

Pembacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja:
Setelah Rumah Allah selesai dibangun, Raja Salomo memerintahkan para tua-tua Israel dan semua kepala suku, yakni para pemimpin keluarga Israel, berkumpul di hadapannya di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian Tuhan dari kota Daud, yaitu Sion. Maka pada hari raya di bulan Etanim, yakni bulan ketujuh, berkumpullah di hadapan Raja Salomo semua orang Israel. Setelah semua tua-tua Israel datang, imam-imam mengangkat tabut itu. Mereka mengangkut tabut Tuhan dan Kemah Pertemuan serta segala barang kudus yang ada dalam kemah itu; Semuanya itu diangkut oleh imam-imam dan orang-orang Lewi. Sedang Raja Salomo dan segenap umat Israel yang sudah berkumpul di hadapannya, berdiri bersama-sama dengan dia di depan tabut itu, dan mempersembahkan kambing domba dan lembu sapi yang tidak terhitung dan tidak terbilang banyaknya. Kemudian imam-imam membawa tabut perjanjian Tuhan itu ke tempatnya, yakni di ruang belakang rumah itu, di tempat mahakudus, tepat di bawah sayap kerub-kerub. Sebab kerub-kerub itu rnengembangkan kedua sayapnya di atas tempat tabut itu, sehingga kerub-kerub itu menudungi tabut serta kayu-kayu pengusungan dari atas. Dalam tabut itu tidak ada apa-apa selain dari kedua loh batu yang diletakkan Musa ke dalamnya di gunung Horeb, yakni loh-loh batu bertuliskan perjanjian yang diadakan Tuhan dengan orang Israel pada waktu perjalanan mereka keluar dari tanah Mesir.

Ketika imam-imam keluar dari tempat kudus, turunlah awan memenuhi rumah Tuhan, sehingga oleh karena awan itu, imam-imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian, sebab kemuliaan Tuhan memenuhi rumah itu. Pada waktu itu berkatalah Salomo, “Tuhan telah menetapkan matahari di langit, tetapi Ia memutuskan untuk diam dalam kekelaman. Sekarang aku telah mendirikan rumah kediaman bagi-Mu, tempat Engkau menetap selama-lamanya.”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 132:6-7.8-10

Ref: Bangunlah, ya Tuhan,
dan pergilah ke tempat peristirahatan-Mu.

Mazmur:
 Dengarlah! Kami dengar tabut itu ada di Efrata,
kami telah mendapatinya di padang Yaar.

“Mari kita pergi ke tempat kediaman-Nya,
dan sujud menyembah pada tumpuan kaki-Nya.”

 Bangunlah, ya Tuhan, dan pergilah ke tempat peristirahatan-Mu,
Engkau serta tabut kekuasaan-Mu!
Biarlah imam-imam-Mu berpakaian kebenaran,
dan biarlah bersorak-sorai orang-orang yang Kaukasihi!
Demi Daud, hamba-Mu
janganlah Engkau menolak orang yang Kauurapi!

BAIT PENGANTAR INJIL Mat 4:23

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Yesus mewartakan kerajaan Allah,
dan menyembuhkan semua orang sakit.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Markus 6:53-56
Di daerah Genesaret Yesus nyaris menjadi korban keajaiban-keajaiban-Nya. Di sini Ia terus berkeliling dari desa ke desa menemui orang. Keselamatan memang untuk siapa pun sekalipun iman mereka belum utuh. Yesus mau menanggapi.

Semua orang yang menjamah Yesus, menjadi sembuh.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:

Pada suatu hari Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. Ke mana pun Yesus pergi, – ke desa-desa, ke kota-kota atau ke kampung-kampung, – orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamahnya menjadi sembuh.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa yang mahaagung,
Kemuliaan dan keluhuran-Mu Nyata
dalam kehidupan dan kematian Santa Agata.
Engkau berkenan melihat
karya dan penderitaannya
menerima pengabdian kami ini.
Demi Kristus,…

Antifon Komuni Mat 25:6

*Pengantin sudah datang!
Marilah menyongsong Kristus, Tuhan Kita!

Doa Penutup

Marilah Berdoa:
Allah Bapa yang Mahakuasa,
tenaga baru telah kami terima
berkat santapan suci Anugerah-Mu.
Kami mohon, semoga seturut teladan Santa Agata
kami mengabdi sepenuhnya kepada-Mu
dan tidak takut menderita
bersama Yesus, Putera-Mu, yang….

About gema

Check Also

Ekaristi SELASA PRAPASKAH I, 20 Februari 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 90:1-2  Tuhan, Engkaulah pelindung kami turun-temurun. Dari awal mula sampai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *