Home / Liturgi / Ekaristi, SENIN BIASA VI 12 Februari 2018

Ekaristi, SENIN BIASA VI 12 Februari 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 132:7

 Mari kita pergi ke tempat kediaman Tuhan,
dan sujud menyembah pada tumpuan kaki-Nya.

Pengantar

Raja Salomo membangun bait Allah, di mana Allah hadir dan umat bertemu memuji memuliakan Tuhan. Pada zaman Yesus kehadiran Allah di tengah-tengah manusia diperbarui, namun kini orang-orang papa miskin dan terutama Yesus sendiri yang menghadirkan Allah. Bila kita berhimpun demi nama Yesus, maka Tuhan hadir di tengah-tengah kita.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa mahabaik,
Engkau agung melebihi segala sesuatu,
sebab Engkau setia akan janji-Mu.
Kami mohon, semoga kami mengimani benar
yang datang atas nama Tuhan,
ialah Yesus Kristus Mesias, saksi belas kasih-Mu.
Sebab dialah Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami, ….

Bacaan I – I Raja-Raja 8:1-7.9-13
Salomo telah selesai membangun bait Allah di Yerusalem. Tabut Perjanjian lalu disemayamkan di situ. Awan yang memenuhi bait merupakan pertanda kehadiran Tuhan di tengah-tengah umat-Nya seperti ketika mereka mengembara di padang gurun. Dalam sejarah setiap kali Tuhan mengganjar kesetiaan umat dengan tanda kehadiran-Nya. Persoalannya kini bagaimana orang mau mengakui dan menempatkan diri, bila Tuhan hadir di tengah-tengah kita.

Imam-imam membawa tabut perjanjian ke tempat mahakudus,
dan datanglah awan memenuhi rumah Tuhan.

Pembacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja:
Setelah Rumah Allah selesai dibangun, Raja Salomo memerintahkan para tua-tua Israel dan semua kepala suku, yakni para pemimpin keluarga Israel, berkumpul di hadapannya di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian Tuhan dari kota Daud, yaitu Sion. Maka pada hari raya di bulan Etanim, yakni bulan ketujuh, berkumpullah di hadapan Raja Salomo semua orang Israel. Setelah semua tua-tua Israel datang, imam-imam mengangkat tabut itu. Mereka mengangkut tabut Tuhan dan Kemah Pertemuan serta segala barang kudus yang ada dalam kemah itu; Semuanya itu diangkut oleh imam-imam dan orang-orang Lewi. Sedang Raja Salomo dan segenap umat Israel yang sudah berkumpul di hadapannya, berdiri bersama-sama dengan dia di depan tabut itu, dan mempersembahkan kambing domba dan lembu sapi yang tidak terhitung dan tidak terbilang banyaknya. Kemudian imam-imam membawa tabut perjanjian Tuhan itu ke tempatnya, yakni di ruang belakang rumah itu, di tempat mahakudus, tepat di bawah sayap kerub-kerub. Sebab kerub-kerub itu rnengembangkan kedua sayapnya di atas tempat tabut itu, sehingga kerub-kerub itu menudungi tabut serta kayu-kayu pengusungan dari atas. Dalam tabut itu tidak ada apa-apa selain dari kedua loh batu yang diletakkan Musa ke dalamnya di gunung Horeb, yakni loh-loh batu bertuliskan perjanjian yang diadakan Tuhan dengan orang Israel pada waktu perjalanan mereka keluar dari tanah Mesir.

Ketika imam-imam keluar dari tempat kudus, turunlah awan memenuhi rumah Tuhan, sehingga oleh karena awan itu, imam-imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian, sebab kemuliaan Tuhan memenuhi rumah itu. Pada waktu itu berkatalah Salomo, “Tuhan telah menetapkan matahari di langit, tetapi Ia memutuskan untuk diam dalam kekelaman. Sekarang aku telah mendirikan rumah kediaman bagi-Mu, tempat Engkau menetap selama-lamanya.”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 132:6-7.8-10

Ref: Bangunlah, ya Tuhan,
dan pergilah ke tempat peristirahatan-Mu.

Mazmur:
 Dengarlah! Kami dengar tabut itu ada di Efrata,
kami telah mendapatinya di padang Yaar.

“Mari kita pergi ke tempat kediaman-Nya,
dan sujud menyembah pada tumpuan kaki-Nya.”

 Bangunlah, ya Tuhan, dan pergilah ke tempat peristirahatan-Mu,
Engkau serta tabut kekuasaan-Mu!
Biarlah imam-imam-Mu berpakaian kebenaran,
dan biarlah bersorak-sorai orang-orang yang Kaukasihi!
Demi Daud, hamba-Mu
janganlah Engkau menolak orang yang Kauurapi!

BAIT PENGANTAR INJIL

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Aku ini jalan, kebenaran dan kehidupan, sabda Tuhan.
Tiada orang dapat sampai kepada Bapa tanpa melalui Aku.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Markus 8:11-13
Tiada berbeda dengan kaum Farisi kita pun sering menuntut bahwa Yesus itu utusan Allah. Padahal baru saja Yesus memperbanyak roti dan menyembuhkan orang bisu tuli. Karena mereka menganggap semua itu belum cukup, maka Yesus tak mau melayani mereka.

Mengapa angkatan ini meminta tanda?

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:
Sekali peristiwa datanglah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari surga. Maka mengeluhlah Yesus dalam hati dan berkata, “Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, Sungguh, kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberikan tanda.” Lalu Yesus meninggalkan mereka. Ia naik ke perahu dan bertolak ke seberang.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa maha pengasih,
semoga kami Kauberi kesehatan jiwa raga
berkat anugerah-Mu ini,
yang bagi kami menjadi lambang kehidupan.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

Antifon Komuni – Markus 6:56

 Semua orang yang menjamah Yesus menjadi sembuh.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa sumber kedamaian,
kami bersyukur karena Kauperkenankan memahami
segala perintah dan kehendak-Mu.
Kami mohon semoga semuanya itu menjadi kekuatan kami
dan menuntun kami menuju kedamaian sejati.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.


About gema

Check Also

Ekaristi Kamis, 13 Desember 2018: PW Santa Lusia (perawan dan martir)

Santa yang dikagumi ini hidup di Syracuse, Sisilia. Ia dilahirkan pada akhir abad ketiga. Orangtuanya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *