Home / Liturgi / Ekaristi SENIN PRAPASKAH I, 19 Februari 2018

Ekaristi SENIN PRAPASKAH I, 19 Februari 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 123:2-3

 Sebagaimana mata seorang hamba tertuju kepada tuannya,
demikian pula mata kita terarah kepada Allah,
agar Ia mengasihani kita.
Sayangilah kami, ya Tuhan, sayangilah kami

Pengantar

“Kasihilah Allah melebihi segala sesuatu dan sesamamu seperti dirimu sendiri”, demikianlah undang-undang dasar Perjanjian Lama maupun Baru. Tetapi, antara tahu dan mau, terdapat jurang pemisah. Orang Yahudi berpedoman keras pada hukum Taurat. Yesus berusaha membuka mata hati kita terhadap pengabdian sejati. Hidup beriman berarti mau melihat Kristus pada setiap orang.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa kami,
Engkau mahaagung dan mahakudus.
Namun, Engkau menghendaki
pengakuan dan cinta kasih
dari pihak manusia yang memerlukan pertolongan.
Kami mohon, semoga penghormatan kami kepada-Mu
dapat kami wujudkan dalam cinta kasih kepada sesama.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu ….

Bacaan I – Imamat 19:1-2.11-18
“Aku ini Tuhan Allahmu” merupakan dasar cinta kasih kepada sesama. Dengan demikian, Tuhan akan selalu menyertai kita. Kehendak Allah menjadi jelas dalam hidup sehari-hari.

Engkau harus mengadili sesamamu dengan kebenaran.

Pembacaan dari Kitab Imamat:
Tuhan berfirman kepada Musa, “Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel, dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, Tuhan Allahmu, kudus. Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan janganlah berdusta seorang kepada sesamanya. Janganlah kamu bersumpah dusta demi nama-Ku, supaya engkau jangan melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah Tuhan.

Janganlah engkau memeras sesamamu manusia, dan janganlah merampas; janganlah kautahan upah seorang pekerja harian sampai besok harinya. Janganlah kaukutuki orang tuli, dan di depan orang buta janganlah kautaruh batu sandungan; engkau harus takut akan Allahmu; Akulah Tuhan.

Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan; janganlah membela orang kecil secara tidak wajar, dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili sesamamu dengan kebenaran, Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah Tuhan.

Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hati, tetapi engkau harus berterus terang menegur sesamamu, dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia. Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah Tuhan.”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 19:8.9.10.15

Ref: Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan.

Mazmur:
 Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa;
peraturan Tuhan itu teguh,
memberikan hikmat kepada orang bersahaja.

 Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati,
perintah Tuhan itu murni, membuat mata ceria.

 Takut akan Tuhan itu suci, tetap ada untuk selamanya;
hukum-hukum Tuhan itu benar, adil selalu.

 Mudah-mudahan Engkau sudi mendengarkan ucapan mulutku
dan berkenan akan renungan hatiku,
ya Tuhan, Gunung Batu dan penebusku.

BAIT PENGANTAR INJIL 2 Kor 6:2b

S : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan Kekal
U: Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan Kekal
S : Waktu ini adalah waktu perkenanan, hari ini adalah hari penyelamatan!
U: Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan Kekal

Bacaan Injil – Matius 25:31-46
Yesus memberikan gambaran tentang pengadilan pada hari terakhir. Hanya cara hidup sekarang ini yang penting. Bagaimana sikap kita terhadap sesama, terlebih yang cacat dan menderita? Sebab Yesus menyamakan diri dengan mereka itu.

Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku
yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan dan semua malaikat datang bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas tahta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya, dan Ia akan memisahkan mereka seorang daripada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing; Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya, dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.

Lalu Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan;
ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum;
ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian;
ketika Aku sakit, kamu melawat Aku;
ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.

Maka orang-orang benar itu akan bertanya kepada-Nya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?

Maka Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal, yang telah disediakan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan;
ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan;
ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian;
ketika Aku sakit, dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.

Lalu merekapun akan bertanya kepada-Nya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?

Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar masuk ke dalam hidup yang kekal.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa maharahim,
semoga roti anggur ini
mempersatukan kami dengan Yesus Kristus
Putra-Mu terkasih, yang telah taat sampai wafat,
dan menjadi pengantara kami di hadapan-Mu,
kini dan sepanjang masa.

Antifon Komuni – Matius 25:40.34

 Sungguh, Aku bersabda kepadamu:
Apa pun yang kamu lakukan bagi saudara-Ku
yang terhina sekali, itu kamu lakukan bagi-Ku.
Datanglah kamu yang terberkati oleh Bapa-Ku,
dan milikilah kerajaan yang tersedia bagimu
sejak dunia dijadikan.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa mahamulia,
kami bersyukur karena Yesus Kristus Tuhan kami,
telah sudi merendahkan diri
dan menjadi hamba semua orang.
Kami mohon,
jadikanlah kami murid-murid-Nya yang setia.
Sebab Dialah ….

About gema

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XXXI, 8 November 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 105:4-5  Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *