Home / Berita / Ekaristi Minggu, 16 Juni 2019 HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS

Ekaristi Minggu, 16 Juni 2019 HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS

Menghayati Ekaristi dalam Hidup
Dengan kekuatannya sendiri akal budi manusia terhambat oleh batas-batas kemampuannya untuk mengenal Allah yang benar dan demikian terhambat untuk menyelami secara mendalam asal usul dan tujuan akhir hidupnya. Namun kedatangan Kristus adalah untuk memperkenalkan Allah dan rencana-Nya kepada kita dan memberikan tujuan terakhir segala sesuatu.

Ketika Hari Pentakosta tiba, Yesus membagikan Diri-Nya sendiri kepada murid-murid dengan pencurahan Roh Kudus. Pernyataan Diri Allah kepada manusia (Wahyu) sudah sempurna sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus dalam misteri Paskah, ketika Yesus memberikan hidup-Nya demi kasih kepada murid-murid-Nya. Peristiwa ini harus dilihat sebagai bentuk tertinggi dari kasih sempurna Allah untuk memahami realitas Allah yang adalah kasih yang memberikan keseluhuran Diri-Nya. Selain mengampuni dosa dan mendamaikan manusia dengan Dia, juga memanggil manusia untuk masuk dalam persekutuan hidup dengan Allah “Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu”( Yoh 14,20) ; Dia mengungkapkan kekayaan rahmat-Nya dan pengharapan pada kemuliaan yang akan datang (Ef 1,17-20); Dia memanggil mereka untuk hidup kudus dan mencintai sesama “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu” (Yoh 15:12). Mereka juga dipanggil untuk meneladani contoh yang diberikan Sang Guru untuk memberikan hidup bagi sahabat-sahabat: ” Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya”( Yoh 15:13).

Untuk sementara mereka tidak dapat menerima kenyataan tentang Allah dan melaksanakan ajaran tersebut. Roh Kudus akan memasuki hati dan pikiran para murid Kristus yang disalibkan dan bangkit untuk mereka, menguduskan mereka untuk Dia dalam kehidupan yang kudus dan penuh kasih, menyerahkan kepada mereka keselamatan jiwa-jiwa. Mereka tidak akan lagi hidup untuk diri sendiri, tetapi Yesus yang hidup di dalam mereka (lih Gal 2:20). Setiap orang Kristen dalam peziarahannya dipanggil untuk menyerah dirinya kepada cinta dan Roh Kristus yang disalibkan dan bangkit. Hari ini adalah hari kita diundang untuk membuat keputusan di hadapan Allah yang Esa dan Benar yang telah mewahyukan Diri-Nya sebagai Bapa, Putera dan Roh Kudus.

Antifon Pembukaan –

Terpujilah Allah Bapa, dan Putra Allah yang Tunggal, serta Roh Kudus: karena besarlah kasih-Nya bagi kita.

Pengantar

Kita membuka dan menutup doa dengan tanda salib. Kita memulai dan menyelesaikan hidup kita dengan tanda salib pula. Dengan itu Gereja membawa hidup kita kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Memang perjalanan hidup kita hendaknya terarah kepada Bapa, mengikuti jejak langkah Putra, dan dijiwai oleh Roh Kudus-Nya. Semoga Perayaan Ekaristi hari ini mendorong kita untuk membangun kesatuan, memupuk kerukunan dunia, seperti persatuan Bapa, Putra dan Roh Kudus.

Seruan Tobat

Tuhan Yesus Kristus,
Engkaulah Putera Bapa yang diberikan kepada dunia, agar setiap orang percaya kepada-Mu tidak binasa, melainkan memiliki hidup abadi.
Tuhan, kasihanilah kami.

Engkaulah Putera Allah, yang diutus bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelematkannya.
Kristus, kasihanilah kami.

Engkaulah yang mengutus Roh Kudus dari Bapa agar kami jangan sampai menjadi anak yatim piatu, melainkan dijiwai oleh Roh-Mu.
Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa Yang Mahakuasa dan kekal, Engkau telah menyatakan rahmat dan kasih setia-Mu kepada kami dalam diri Yesus, Putra-Mu dan Saudara kami. Penuhilah kami dengan Roh Kudus-Mu yang bagi kami adalah sumber kekuatan dan kehidupan sejati. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu, Tuhan dan pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa.
Amin.

Bacaan Pertama – Amsal 8:22-31
Teks ini menulis tentang personifikasi karya Ilahi dalam penciptaan dunia dan bukan kebijaksanaan insani yang masih meraba-raba atau mencari-cari. Sejak kekal kebijaksanaan berada di dekat Tuhan. Ia selalu mendampingi-Nya dalam segala karya-Nya. Ia tidak sama sekali asing bagi dunia, dan dapat dikenal pada manusia yang mencari. Bila Paulus menyebut Kristus “Kebijaksanan Ilahi”(1Kor 1:24-30), maka dilihatnya kebijaksanaan itu sebagai perencana alam semesta dan keselamatan, sedangkan dunia materi sebagai pembawanya.

“Sebelum bumi ada, kebijaksanaan sudah ada”

Pembacaan dari Kitab Amsal:
Tuhan telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama. Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. Sebelum samudera raya ada, aku telah lahir, yakni sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air. Sebelum gunung-gunung tertanam, aku telah ada, dan lebih dahulu daripada bukit-bukit aku telah lahir; sebelum Tuhan membuat bumi dengan padang-padangnya, atau debu dataran yang pertama. Ketika Ia mempersiapkan langit, aku ada di sana, ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya, ketika Ia menetapkan awan-awan di atas, dan mata air samudera raya meluap dengan deras; aku ada di sana; ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi, aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan. Setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan aku senantiasa bermain-main di hadapan-Nya; aku bermain-main di atas muka bumi-Nya, dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 8:4-5.6-7.8-9

Ref. Betapa megah nama-Mu, Tuhan, di seluruh bumi.

Mazmur:
 Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kaupasang. Apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia sehingga Engkau mengindahkannya?

 Kauciptakan dia hampir setara dengan Allah, Kaumahkotai dengan kemuliaan dan semarak. Kauberi dia kuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kautundukkan di bawah kakinya!

 Domba, sapi, dan ternak semuanya, hewan di padang dan margasatwa; burung di udara dan ikan di laut, dan semua yang melintasi arus lautan.

Bacaan Kedua – Roma 5:1-5
Dengan iman, Kristus mengangkat kita sebagai anak-anak Allah. Ia menawarkan harapan akan keselamatan dalam kerja keras dan berbagai macam penderitaan. Roh yang menghidupkan kita dalam cinta kasih adalah jaminannya.

“Kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Kristus, dalam kasih yang dicurahkan oleh Roh Kudus”

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:
Saudara-saudara terkasih, kita, yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita beroleh jalan masuk karena iman akan kasih karunia Allah. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri, dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan ke dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Demikianlah Sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL – Wahyu 1:8

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, kepada Allah yang ada sejak dahulu, kini dan sepanjang masa mendatang.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Yohanes 16:12-15
Sampai akhir hidup Yesus di dunia, para rasul belum dapat memahami kedudukan Yesus dalam karya penyelamatan. Untuk itu Roh Kudus masih perlu diutus. Setapak demi setapak mereka dibimbing masuk ke dalam pribadi dan hidup Yesus, supaya sepanjang sejarah dapat menyingkapkan seluruh kekayaan hidup-Nya bagi kita. Wahyu yang berasal dari Bapa dan diwartakan oleh Putra, diselesaikan oleh Roh Kudus. Dengan demikian pengikut Kristus dimasukkan ke adalam keluarga Allah sendiri.

“Segala sesuatu yang Bapa punya adalah kepunyaan-Ku, kepada Allah yang ada sejak dahulu, kini dan sepanjang masa mendatang”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya, itulah yang dikatakan-Nya, dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang Dia terima dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya adalah kepunyaan-Ku; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang Dia terima dari pada-Ku.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Umat

Marilah kita berdoa kepada Allah Bapa di surga dengan pengantaraan Kristus, Putra-Nya, dalam persatuan dengan Roh Kudus.

Bagi Gereja-gereja Kristus.
Ya Bapa, utuslah Roh-Mu kepada umat yang mengimani Tritunggal Mahakudus agar mereka mampu menjadi tanda persatuan cinta kasih Bapa dan Putra dan Roh Kudus bagi dunia.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Bagi Nusa dan Bangsa.
Ya Bapa, semoga Nusa dan Bangsa kami yang mengimani Dikau sebagai Allah Yang Maha Esa, Kauberkati dalam membangun negara yang adil dan makmur merata.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Bagi yang miskin dan terlantar.
Ya Bapa, semoga kami dapat selalu dijiwai oleh cinta kasih-Mu yang sungguh agung bagi kami sehingga sanggup memperhatikan kepentingan mereka yang miskin dan terlantar.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Bagi paroki kita.
Ya Bapa, semoga umat di paroki kami membina persaudaraan dan persatuan dalam iman, sehingga makin banyak orang yang tertarik untuk mengenal dan bersatu dengan Dikau.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Allah Bapa Yang Maharahim, dengarkanlah doa-doa kami dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu. Dalam diri Kristus, Engkau hadir dan menyelamatkan kami. Semoga berkat dorongan Roh Kudus, kami dapat tumbuh sebagai Gereja-Mu yang giat dan bersemangat dalam mewartakan karya kasih-Mu. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami.
Amin

Doa Persembahan

Allah Bapa Yang Mahakudus,
penuhilah kami dengan nafas kehidupan-Mu.
Terimalah dengan rela ucapan syukur kami dalam roti dan anggur ini atas Yesus, Sabda-Mu,
yang telah memperlihatkan wajah-Mu kepada kami. Dialah cahaya kehidupan kami, Tuhan Pengantara kami.
Amin

Antifon Komuni – Galatia 4:6

Karena kamu adalah anak, Allah telah mengutus Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru, “Ya Abba, ya Bapa”.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa di surga, curahkanlah Roh Putra-Mu ke dalam hati kami, agar hati kami tergerak untuk senantiasa berbagi kasih kepada sesama seperti Kristus sendiri. Semoga karena-Nya, dunia menyerahkan dirinya kepada kebangkitan abadi dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin

About gema

Check Also

MINGGU PASKAH VII, 2 Juni 2019: Hari Komunikasi sosial Sedunia ke-53

Setiap tahun, Gereja Katolik semesta merayakan Hari Komunikasi Sosial. Hari ini adalah hari komunikasi sedunia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *