Home / Berita / Ekaristi Jumat, 8 Juni 2018: HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS

Ekaristi Jumat, 8 Juni 2018: HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS

(Seluruh umat beriman wajib merayakannya dalam perayaan Ekaristi)

Antifon Pembukaan – Mzm 32: 11.19

Hati Tuhan selalu memikirkan umat-Nya
untuk melepaskan mereka dari maut
dan menghidupi mereka dalam masa kelaparan.

Kata Pembukaan
Sering seakan-akan lomba kemakmuran dan kemewahan dunia menjadi semacam dewa berhala. Tetapi lupakah kita, bahwa kedamaian dan kebahagiaan sejati hanya terdapat dalam persahabatan dan pertemuan dengan pribadi lain? Orang demikian itulah Yesus, orang yang punya hati. Dengan penuh cinta kasih kita kini memandang Dia, yang hati-Nya tertembus tombak di salib. Demikianlah Yesus, manusia untuk sesama. Demikian pula Tuhan, penuh cinta kasih, bagaikan seorang ibu terhadap anaknya. Apa yang hari ini akan kita mohon, selain agar kita berakar dalam cinta kasih Kristus menjadi manusia dengan hati.

Seruan Tobat

Hati Yesus, ungkapan cinta kasih ilahi kepada manusia
Tuhan, kasihanilah kami.
Hati Yesus, puncak cinta kasih insani kepada Allah
Kristus, kasihanilah kami
Hati Yesus, sumber kehidupan dan kesucian.
Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pembukaan

Marilah berdoa
Allah Bapa maha pengasih dan penyayang, dalam hati Putera-Mu yang dilukai oleh dosa kami, Engkau menganugerahi kami harta cinta kasih yang tak terhingga. Perkenankanlah kami mengunjukkan hormat bakti kami kepada-Nya serta memulihkan kehormatan hati-Nya. Demi Yesus Kristus, …

Bacaan I – Hos 11:1b.3-4.8c-9
Bacaan ini memberi gambaran, bagaimana murka Tuhan bertengkar dengan kerahiman-Nya. Akhirnya cinta kasih-Nya yang jaya, sebab Ia tak sampai hati melihat Israel binasa. Sebab kisah nakal ini berakhir pada warta gembira Allah, yang juga Bapa, dan yang demikian menyayangi dunia, hingga mengutus Putera-Nya sendiri untuk menyelamatkannya.

“Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku dan belas kasih-Ku bangkita”

Pembacaan dari Kitab Nubuat Hosea

Tuhan bersabda demikian, “Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu. Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka. Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Terhadap Israel Aku seorang petani yang mengambil kekang dari rahang hewannya dan membungkuk untuk memberinya makan. Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak. Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

Antarbacaan

Dengan sukar ria kamu akan menimba air dari sumber keselamatan

Bacaan II – Ef 3:8-12.14-19
Paulus memperlihatkan kepada kita cinta kasih Bapa. Dalam diri Putera-Nya Ia terbuka terhadap semua ciptaan. Kepada setiap orang mau diberikan-Nya kehidupan ilahi. Paulus kagum atas segala yang dicapai kebibijaksaan semacam itu. Hanya Roh yang bersemayam dalam hati kita, yang dapat membuat hati kita begitu luas, sehingga dapat merasakan keagungan cinta kasih Allah.

“Kamu dapat mengenal cinta kasih Kristus yang melampaui segala pengertian”

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (3:8-12.14-19)

Saudara-saudara, akulah yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu, supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

Pengantar Injil – 1Yoh 4:10b

Alleluya
Allah mengasihi kita dan mengutus Putera-Nya sebagai pepulih atas dosa-dosa kita.

Bacaan Injil Yoh 19:31-17
Ketika Yohanes merenungkan Kristus yang tergantung di salib dan lambung-Nya tertikam. Ia menemukan arti penebusan kita sepenuhnya. Manusia Yesus, Putera Allah, adalah ungkapan cinta kasih Allah kepada kita. Berkat cinta kasih itu terjadilah pembebasan kita. Paska baru dan segala buah hasilnya: hidup ilahi dan Roh yang kita terima dalam pembaptisan serta darah dalam ekaristi.

“Mereka akan memandang kepada Dia yang mereka tikam”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Yohanes

Hari itu hari persiapan Paska. Supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib — sebab Sabat itu adalah hari yang besar — maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: “Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan.” Dan ada pula nas yang mengatakan: “Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam.”
Demikianlah sabda Tuhan
Terpujilah Kristus

Doa Umat

Oleh karena kita ini kecil dan lemah, maka Tuhan menyayangi kita dan menaruh hati kepada kita. Hal itu secara melimpah dinyatakan dalam diri Yesus Putera-Nya. Maka kita berani memanjatkan doa kepada-Nya
Untuk persatuan Gereja
Ya Bapa, singkirkanlah kiranya keberatan-keberatan praktis yang tidak sedikit jumlahnya dan merintangi persatuan Gereja-gereja Kristus, agar terlaksanalah harapan Putera-Mu akan satu kawanan dan satu gembala.
Untuk perdamaian dan persahabatan bangsa-bangsa
Ya Bapa, curahkanlah cinta kasih-Mu kepada para bangsa agar mendasari hasrat dan usaha menggalang perdamaian dan persahabatan
Bagi mereka yang menempuh jalan kejahatan
Ya Bapa, kembalikanlah mereka yang menempuh jalan kejahatan berkat kesaksian orang-orang yang penuh cinta kasih, sehingga mereka menyadari betapa lemah lembut dan rendah hatilah Engkau
Bagi kita semua di sekeliling altar ini
Ya Bapa, semoga kami makin meresapi kenyataan bahwa barangsiapa tidak menaruh cinta kasih, itu mati di hadapan-Mu
Allah Bapa yang mahakudus, dengarkanlah dengan rela doa-doa kami. Perkenankanlah kami selalu mengabdi Engkau dengan setia, dan jangan sampai doa-doa kami sia-sia tak berguna. Kami mohon itu demi Kristus Yesus, Putera-Mu, Tuhan dan pengantara kami.

Antifon Komuni – Yoh 7:37-38

Tuhan bersabda, “Barangsiapa haus, hendaknya datang kepada-Ku dan minum. Barangsiapa percaya kepada-Ku, dari dalam hatinya akan mengalir air hidup.

Doa Penutup

Marilah berdoa
Allah Bapa, sumber cinta kasih, dalam perayaan ekaristi ini Kautunjukkan betapa besar perhatian-Mu kepada kami. Karena dosa-dosa kami Putera-Mu telah rela menderita dan wafat. Perkenankanlah kami menanggapi cinta kasih-Mu sepenuhnya, agar hidup kami sungguh-sungguh melimpah. Demi Kristus, …

Menghayati Ekaristi dalam Hidup
Injil memberi kita pengertian mengenai peri kemanusiaan Kristus yang mendalam. Ia merangkul kanak-kanak. Ia menaruh belas kasih kepada sejumlah orang yang lapar. Ia menangisi Lazarus, Rasul yang tersayang diperkenankan bersandar pada-Nya. Terhadap wanita pendosa Ia menunjukkan pengertian dan memberikan pengampunan. Tetapi sebaliknya Ia dapat marah-marah terhadap Yerusalem. Kemunafikan kaum Farisi didera-Nya. Dan menjelang wafat-Nya Ia mengakui ketakutan-Nya. Bukankah cinta kasih-Nya yang demikian itu sepintas lalu buta? Bukankah menuju kegagalan total? Tidak! Itulah cinta kasih Allah yang hebat dan waspada. Kemanusiaan-Nya yang mesra disertai kebijaksanaan ilahi. Hati Yesus menaruh cinta kasih baik kepada Allah maupun kepada manusia. Bila kita mau mendekati cinta kasih Kristus yang murni, maka kita takkan menaruh cinta kasih kepada Allah dengan mengorbankan manusia, atau sebaliknya, melainkan kita akan menaruh cinta kasih kepada Allah di dalam manusia-manusia, dan kepada manusia di dalam Allah.

Renungan
Mungkin orang-orang yang menyalibkan Yesus berpikir, bahwa setelah kisah penyaliban, semuanya akan kembali berjalan normal kembali ke situasi seperti biasanya. Namun pemikiran tersebut tidaklah tepat. Kisah penyaliban dan kematian Yesus bukti nyata pemberian Cinta yang tak bersayarat bagi manusia. Dari lambungnya mengalirlah air dan darah. Air melambangkan baptisan dan kehidupan kekal. Darah merupakan lambang dari Ekaristi. Inilah hadiah terbesar dan paling berharga. Yesus memberikan kepada kita Hidup-Nya yang kekal dan kudus. Ini adalah misteri tertinggi cinta kasih Allah yang berakar pada hati-Nya yang mahakudus.
Pada hari raya Hati Yesus yang mahakudus ini, mari kita kuduskan diri kita di hadapan Hati Kudus. Ini berarti bahwa dengan Rahmat Allah kita akan mencintai mereka yang tidak mencintai kita dan bahkan yang menyakiti kita. Kita selalu punya hati untuk mereka karena Hati Kudus Yesus menuntun kita. Pastilah kita tidak mungkin untuk mengasihi seperti Yesus. Namun, “tidak ada yang mustahil bagi Allah” (Luk 1:37). Mari kita kuduskan hidup kita bagi Hati Kudus yang menuntun kita kepada kepenuhan hidup.

About gema

Check Also

Ekaristi Minggu, 3 Juni 2018 Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Menghayati Ekaristi dalam hidup Kebersamaan yang mau diperkembangkan oleh Kristus di antar umat manusia, membawa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *