Home / Liturgi / Ekaristi JUMAT BIASA IV, 8 FEBRUARI 2019

Ekaristi JUMAT BIASA IV, 8 FEBRUARI 2019

Antifon Pembukaan

 Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa ‘kan kutakuti?
Tuhanlah benteng hidupku, siapa ‘kan kugentari?

Pengantar

Janganlah kamu menjadi hamba uang, tetapi cukupilah dirimu dengan apa yang ada padamu. Kita dapat mengandalkan Tuhan, sebab Ia pernah bersabda takkan meninggalkan kita. Pemimpin sejati yang diberikan-Nya dijadikan teladan. Pemimpin jahat seperti Herodes takkan menolong kita. Mereka hanya memikirkan diri sendiri saja, merasa terancam oleh saingannya dan berupaya menyingkirkannya. Tetapi Yesus selalu beserta kita.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa, sumber kerukunan dan kedamaian,
semoga semangat Putra-Mu semakin berkembang
dalam hati kami.
Berilah kami Roh-Nya,
agar saling menolong dan membantu,
membina cinta kasih dan kerukunan.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan dan pengantara kami, yang ….

Bacaan Pertama – Ibrani 13:1-8
Penutup Surat kepada Umat Ibrani menyebutkan saran tentang cinta kasih, kekeluargaan, sikap terhadap harta benda dan terhadap mereka yang mewartakan sabda Tuhan. Saran itu menggambarkan bahwa umat pada masa itu tidak banyak berbeda dengan kita. Maka kita pun masih berguna.

“Yesus Kristus tetap sama,
baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.”

Pembacaan dari Surat Kepada Orang Ibrani:
Saudara-saudara, peliharalah kasih persaudaraan! Jangan kamu enggan memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang – tanpa menyadarinya – telah menjamu malaikat-malaikat. Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri pun adalah orang-orang hukuman. Ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri masih hidup di dunia ini. Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan, dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah. Janganlah kamu menjadi hamba uang, tetapi cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau, dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata, “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” Ingatlah akan pemimpin-pemimpinmu, yang telah menyampaikan sabda Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka, dan contohlah iman mereka. Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin, hari ini, maupun selama-lamanya.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 27:1.3.5.8b-9abc

Ref: Tuhanlah terang dan keselamatanku.

Mazmur:
 Tuhan adalah terang dan keselamatanku,
kepada siapakah aku harus takut?
Tuhan adalah benteng hidupku,
terhadap siapakah aku harus gentar?

 Sekalipun tentara berkemah mengepung aku,
tidak takutlah hatiku;
sekalipun pecah perang melawan aku,
dalam hal ini pun aku tetap percaya.

 Sebab di kala ada bahaya,
Tuhan melindungi aku dalam pondok-Nya;
ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya,
Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.

 Wajah-Mu kucari, ya Tuhan,
maka janganlah menyembunyikan wajah-Mu dari padaku,
janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka.
Engkaulah pertolonganku, ya Allah penyelamatku,
janganlah membuang aku.

BAIT PENGANTAR INJIL Lh. Luk 8:15

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Berbahagialah orang yang menyimpan sabda Allah
dalam hati yang baik dan tulus ikhlas,
dan menghasilkan buah berkat ketabahannya.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Markus 6:14-29
Karya Kristus menimbulkan reaksi bermacam-macam. Siapa saja menanyakan pribadi-Nya. Raja Herodes yang membunuh Yohanes Pembaptis mengira Yohanes hidup kembali, ketika mendengar tentang Yesus. Dari kisah wafat Yohanes menjadi jelas, betapa berat menghadapi kenyataan hidup. Seolah-olah semua cara boleh digunakan untuk menghapus malu.

“Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, kini bangkit lagi.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:
Pada waktu itu Raja Herodes mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya memang sudah terkenal, dan orang mengatakan, “Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati, dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia.” Yang lain mengatakan, “Dia itu Elia!” Yang lain lagi mengatakan, “Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu.” Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata, “Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan kini bangkit lagi.”

Memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegur Herodes, “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!” Karena kata-kata itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci: jadi ia melindunginya. Tetapi setiap kali mendengar Yohanes, hati Herodes selalu terombang-ambing; namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.

Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes – pada hari ulang tahunnya – mengadakan perjamuan untuk para pembesar, para perwira dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu puteri Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes serta tamu-tamunya. Maka Raja berkata kepada gadis itu, “Mintalah dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!” Lalu Herodes bersumpah kepadanya, “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun itu setengah dari kerajaanku!”

Anak itu pergi dan menanyakan ibunya, “Apa yang harus kuminta?” Jawab ibunya, “Kepala Yohanes Pembaptis!” Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta, “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis dalam sebuah talam!”

Maka sangat sedihlah hati raja! Tetapi karena sumpahnya dan karena segan terhadap tamu-tamunya, ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu dalam sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu, dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.

Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, membaringkannya dalam kubur.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa mahakudus,
kuduskanlah kami berkat roti dan anggur ini.
Jadikanlah kami umat-Mu yang selalu bersatu
dalam Roh Yesus, Putra-Mu terkasih, yang ….

Antifon Komuni – Ibrani 13:8

 Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin, hari ini,
maupun selamanya.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa, Raja mahamulia,
di mana ada orang mencari kebenaran dan cinta kasih,
di situ pula Engkau berada.
Kami mohon, teguhkanlah iman kami,
agar dunia mengalami kedamaian
dan kerukunan tumbuh di tengah-tengah kami
serta terwujudlah kerajaan-Mu.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

About gema

Check Also

MINGGU PASKAH VII, 2 Juni 2019: Hari Komunikasi sosial Sedunia ke-53

Setiap tahun, Gereja Katolik semesta merayakan Hari Komunikasi Sosial. Hari ini adalah hari komunikasi sedunia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *