Home / Liturgi / JUMAT BIASA VIII, 27 MEI 2016

JUMAT BIASA VIII, 27 MEI 2016

Antifon Pembukaan – lih. Markus 11:17

 Rumah-Ku akan disebut rumah doa.
Jangan kaujadikan sarang penyamun.

Pengantar

Banyak anugerah telah kita terima demi masyarakat. Seninya ialah mengakui dan menerimanya sebagai anugerah Tuhan. Barangsiapa berbicara, hendaknya menyadari bahwa yang diucapkannya adalah sabda Tuhan. Barangsiapa melakukan, hendaknya menyadari pula Tuhanlah yang mendorong dan memberi kekuatan. Itulah yang diharapkan Injil.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa sumber kehidupan,
ajarilah kami berdoa dan menyadari,
bahwa Engkaulah yang mampu menghidupkan
dan menghidupi kami.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

Bacaan I – I Petrus 4:7-13

Tuhan telah membagikan kurnia untuk kepentingan umat. Beberapa disebut di sini (cinta kasih kepada sesama, keramahan dalam menerima tamu, dll.) dan Petrus menganjurkan agar kurnia-kurnia itu digunakan sebagaimana mestinya oleh si penerima masing-masing. Meski banyak kesulitan dan cobaannya, kita tetap gembira sampai saat kemuliaan Allah dinyatakan.

Jadilah pembagi rahmat Allah yang beraneka ragam.

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus:

Saudara-saudara terkasih, kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu, dan jadilah tenang, supaya kalian dapat berdoa. Tetapi yang terutama ialah kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. Hendaknya saling memberi tumpangan tanpa bersungut-sungut.

Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. Jika seseorang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan sabda Allah. Jika ada seseorang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Dialah yang memiliki kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Saudara-saudara terkasih, janganlah kalian heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa yang terjadi atasmu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kalian dapat dalam penderitaan Kristus. Dengan demikian kalian juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 96:10.11-12.13
Refren:     Tuhan datang menghakimi bumi.

Mazmur:

  • Katakanlah di antara bangsa-bangsa:
    “Tuhan itu Raja!
    Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah.
    Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.” 
  • Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai,
    biar gemuruhlah laut serta segala isinya;
    biarlah beria-ria padang dan segala yang ada diatasnya,
    dan segala pohon di hutan bersorak-sorai. 
  • Biarlah mereka bersukacita di hadapan Tuhan, sebab Ia datang,
    sebab Ia datang untuk menghakimi bumi.
    Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan,
    dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL – Yoh 15:16

S: Alleluya.
U: Alleluya.
S: Aku telah memilih kalian dari dunia,
agar kalian pergi dan menghasilkan buah,
dan buahmu itu tetap.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Markus 11:11-26

Sering Yesus menyinggung kejujuran dalam hidup dan berdoa. Yang termasuk tidak jujur misalnya bertengkar dengan keluarga, namun mengira tetap dapat berdoa dengan baik. Bila demikian maka bait suci, tempat orang berdoa, lalu menjadi seperti pohon layu atau sarang penipuan.

Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.
Percayalah kepada Allah!

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:

Pada waktu Yesus tiba di Yerusalem, Ia masuk ke bait Allah, dan meninjau semuanya. Tetapi karena hari sudah hampir malam, ia keluar ke Betania bersama kedua belas murid-Nya.

Keesokan harinya, sesudah mereka itu meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia medekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu tiba di situ Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka Yesus berkata kepada pohon itu, “Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!” Ucapan itu terdengar pula oleh para murid.

Maka Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Yerusalem. Sesudah masuk ke bait Allah, mulailah Yesus mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya, dan Ia tidak mengizinkan orang membawa barang-barang melintasi halaman bait Allah. Lalu Ia mengajar mereka, “Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kalian ini telah menjadikannya sarang penyamun!”

Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu. Maka mereka berusaha untuk membinasakan Yesus. Tetapi mereka takut kepada-Nya, sebab mereka melihat orang banyak takjub akan pengajaran-Nya. Menjelang malam mereka keluar lagi dari kota.

Pagi-pagi Yesus dan murid-murid-Nya lewat, dan melihat bahwa pohon ara itu sudah kering sampai ke akar-akarnya. Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu berkata kepada Yesus, “Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering.”

Yesus menjawab mereka, “Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung itu, ‘Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut,’ maka hal itu akan terjadi, asal ia tidak bimbang hati, tetapi percaya bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi. Karena itu Aku berkata kepadamu, apa saja yang kalian minta dan kalian doakan, akan diberikan kepadamu, asal kalian percaya bahwa kalian akan menerimanya.

Dan jika kalian berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di surga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” Tetapi jika kalian tidak mengampuni, maka Bapamu yang di surga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa sumber kehidupan,
semoga kami benar-benar menghasilkan buah kebaikan
karena menaruh cinta kasih kepada Yesus Putra-Mu,
yang telah mengurbankan hidup-Nya,
agar dapat menuntun kami memasuki hidup abadi.
Demi Kristus, ….

Antifon Komuni – Markus 11:24

 Apa pun yang kalian minta dan doakan, akan diberikan,
asal kalian percaya, bahwa akan menerimanya.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa, sumber iman kepercayaan,
perkenankanlah kami mengimani sabda-Mu
dan semoga kami hidup bahagia
karena percaya akan nama-Mu
menurut teladan Yesus Putra-Mu,
Tuhan dan pengantara kami.

Renungan Hari ini: Keyakinan Yang Besar (Renungan JUMAT BIASA VIII, 27 MEI 2016 Oleh Fr. John Mezer Manullang)….. Klik disini!!

About

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XIX, 16 Agustus 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 78:7  Hendaklah kita menaruh kepercayaan kepada Allah, dan jangan melupakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *