Home / Liturgi / JUMAT PEKAN BIASA XXV, 25 SEPTEMBER 2015

JUMAT PEKAN BIASA XXV, 25 SEPTEMBER 2015

Antifon Pembukaan – Hagai 2:8-10

 Aku akan memenuhi rumah ini dengan kemegahan.
Di tempat ini aku akan memberikan damai sejahtera.

Pengantar

‘Bekerjalah. Aku besertamu. Roh-Ku menetap di tengah-tengahmu.’ Demikianlah Tuhan membesarkan hati umat ketika bait Allah dibangun kembali. Demikian pula janji Kristus kepada Gereja. Namun kita bertanya-tanya, siapakah Yesus itu bagi kita? Setelah satu setengah tahun mengikuti Yesus para murid ditanya demikian pula. Kiranya merupakan kekecewaan bahwa Guru mereka bukan orang yang mengejar kemasyhuran dan kekuasaan, melainkan seorang yang mau melayani seutuhnya.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa kami, sumber kedamaian sejati,
janganlah kiranya Roh-Mu sampai meninggalkan kami,
tetapi semoga kami Kauberi harapan
akan kedamaian sejati selama masih ada orang di dunia.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

Bacaan Pertama – Hagai 2:1b-10
Bait suci yang dibangun sesudah pembuangan lebih sederhana dari yang dulu dibangun Raja Salomo. Hal ini disebut-sebut oleh Nabi Hagai. Tetapi umat diajak memperhatikan bait lain, yaitu diri mereka sendiri. Tuhan berkenan tinggal di antara manusia. Ini terlaksana sepenuhnya dalam diri Kristus.

“Sedikit waktu lagi maka Aku akan memenuhi rumah ini dengan kemegahan.”

Pembacaan dari Nubuat Hagai:
Pada tahun kedua pemerintahan Raja Darius, pada tanggal 21 bulan ketujuh, datanglah sabda Tuhan dengan perantaraan Nabi Hagai, bunyinya, “Katakanlah kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, dan kepada sisa bangsa Israel, demikian, “Masih adakah di antara kalian yang dahulu melihat rumah Tuhan dalam kemegahannya yang semula? Dan bagaimanakah kalian lihat keadaannya sekarang? Bukankah keadaannya yang sekarang kamu katakan sama sekali tidak berarti? Tetapi sekarang kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah sabda Tuhan, kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar. Kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah sabda Tuhan. Bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kalian,” demikianlah sabda Tuhan semesta alam, “sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kalian pada waktu kalian keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut!”

Dan beginilah sabda Tuhan semesta alam, “Sedikit waktu lagi Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat. Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga harta benda semua bangsa datang mengalir. Maka Aku akan memenuhi rumah ini dengan kemegahan. Sebab milik-Kulah perak dan emas, demikianlah sabda Tuhan semesta alam. Maka kemegahan rumah ini nanti akan melebihi kemegahannya yang semula, sabda Tuhan semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera.”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 43:1.2.3.4

Ref: Berharap dan bersyukurlah kepada Allah, penolong kita.

Mazmur
 Berikanlah keadilan kepadaku, ya Allah,
dan perjuangkanlah perkaraku terhadap kaum yang tidak saleh!
Luputkanlah aku dari penipu dan orang curang!

 Sebab Engkaulah Allah tempat pengungsianku.
Mengapa Engkau membuang aku?
Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?

 Suruhlah terang dan kesetiaan-Mu datang,
supaya aku dituntun, dibawa ke gunung-Mu yang kudus
dan ke tempat kediaman-Mu!

 Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah,
menghadap Allah sukacita dan kegembiraanku,
dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi,
ya Allah, ya Allahku!

BAIT PENGANTAR INJIL Mrk 10:45

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Anak manusia datang untuk melayani
dan menyerahkan nyawanya sebagai tebusan bagi banyak orang.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 9:19-22
Sampai lama para murid belum juga dapat menangkap maksud tugas perutusan Yesus. Kini mereka ditantang, bagaimana pendapat masyarakat dan bagaimana pendapat mereka sendiri. Ketika mereka mengakui bahwa Dialah Mesias, lalu diberitahukan tugas pengabdian-Nya.

“Engkaulah Kristus dari Allah. Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Pada suatu ketika Yesus sedang berdoa seorang diri. Maka datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Yesus lalu bertanya kepada mereka, “Kata orang banyak siapakah Aku ini?” Mereka menjawab, “Yohanes Pembaptis; ada juga yang mengatakan: Elia; ada pula yang mengatakan: Salah seorang nabi dari zaman dulu telah bangkit.”

Yesus bertanya lagi, “Menurut kalian, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus, “Engkaulah Kristus dari Allah.” Dengan keras Yesus melarang mereka memberitakan hal itu kepada siapa pun. Ia lalu berkata, “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh para tua-tua, oleh para imam kepala dan para ahli Taurat, lalu dibunuh, dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa mahamulia,
berkenanlah menyatakan diri-Mu
siapakah Engkau melalui roti anggur ini,
melalui Yesus yang terurapi,
yang sudi menjadi seperti roti yang dibagi-bagikan
demi kebahagiaan kami semua.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

Antifon Komuni – Lukas 9:20

 Yesus bertanya kepada para murid,
“Menurut kamu, siapakah Aku ini?”
Jawab Petrus, “Engkaulah Mesias dari Allah!”

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa kami di surga,
Engkau telah sudi menunjukkan jalan kepada kami
yang menuju kedamaian dan kebebasan,
yaitu Yesus Tuhan kami.
Kami mohon, semoga dengan sengsara dan penderitaan
kami dapat mencapai kedamaian sejati
yang menjadi panggilan semua orang.
Demi Kristus, Tuhan ….

About

Check Also

MINGGU PASKAH VII, 2 Juni 2019: Hari Komunikasi sosial Sedunia ke-53

Setiap tahun, Gereja Katolik semesta merayakan Hari Komunikasi Sosial. Hari ini adalah hari komunikasi sedunia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *