Home / Liturgi / KAMIS BIASA XXIX, 26 Oktober 2017

KAMIS BIASA XXIX, 26 Oktober 2017

Antifon Pembukaan – Lukas 12:49

 Aku datang untuk membawa api ke dunia,
dan betapa Kuinginkan api itu menyala.

Pengantar

Agama tanpa tantangan, tentangan, dan kesulitan, bukanlah agama Yesus Kristus. Ketenangan dan kepuasan berarti padamnya semangat juang kita. Yesus mengalami ditentang sampai saat terakhir, para murid bahkan meninggalkan Dia. Namun, Ia tetap patuh setia kepada Bapa-Nya sampai akhir.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa kami, sumber cinta dan belas kasih,
Engkau telah menyalakan api di dunia,
yaitu Yesus, api cinta kasih-Mu.
Kami mohon, semoga cinta dan belas kasih-Nya
melepaskan kami dari segala dosa.
Sebab Dialah ….

Bacaan I – Roma 6:19-23
Dosa makin lama makin menjerat manusia. Yang dilihat hanya kepentingan diri, senangnya sendiri. Kita baru terlepas, kalau hati kita terbuka terhadap kepentingan orang lain. Semangat terbuka ini memberi kesaksian tentang Kristus, yang membebaskan kita.

Sekarang kalian telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba Allah.

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:
Saudara-saudara, mengingat kelemahanmu, aku berbicara secara manusia. Sebagaimana kalian dahulu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kalian kepada kedurhakaan, demikianlah sekarang kalian harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kalian kepada pengudusan.

Sebab waktu kalian menjadi hamba dosa, kalian bebas dari kebenaran. Dan buah apakah yang kalian petik dari padanya? Semuanya menyebabkan kalian sekarang merasa malu, karena kesudahannya ialah kematian. Tetapi sekarang kalian telah dimerdekakan dari dosa, dan menjadi hamba Allah. Maka kalian memperoleh buah yang membawa kalian kepada pengudusan, dan akhirnya hidup yang kekal. Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 1:1-4.6

Ref: Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada Tuhan.

Mazmur:
 Berbahagialah orang
yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik,
yang tidak berdiri di jalan orang berdosa,
dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh;
tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan,
dan siang malam merenungkannya.

 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air,
yang menghasilkan buah pada musimnya,
dan daunnya tak pernah layu;
apa saja yang diperbuatnya berhasil.

 Bukan demikianlah orang-orang fasik:
mereka seperti sekam yang ditiup angin.
Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar,
tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

BAIT PENGANTAR INJIL lh. Flp 3:8-9

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Segala sesuatu kuanggap sebagai sampah,
supaya aku memperoleh Kristus dan berada dalam Dia.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 12:49-53
Tugas Kristus itu beraneka macam. Maka tidak setiap orang dapat menerima seutuhnya. Bahkan, di antara sahabat dan saudara saja dapat timbul perselisihan. Bagi-Nya seakan-akan berarti ditenggelamkan. Tetapi sesudah sengsara dan wafat-Nya para penganut yang mendapat giliran ditenggelamkan, dibaptis. Dan Yesus menjanjikan Roh-Nya.

Aku datang bukannya membawa damai, melainkan pertentangan.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Aku datang melemparkan api ke bumi, dan betapa Kudambakan agar api itu selalu menyala! Aku harus menerima baptisan dan betapa susah hati-Ku sebelum hal itu berlangsung!

Kalian sangka Aku datang membawa damai ke bumi? Bukan! Bukan damai, melainkan pertentangan! Karena mulai sekarang akan ada pertentangan antara lima orang dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan, bapa melawan puteranya, dan putera melawan bapanya, ibu melawan puterinya, dan puteri melawan ibunya, ibu mertua melawan menantu, dan menantu melawan ibu mertuanya.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persiapan

Allah Bapa kami, sumber pembaruan,
jadikanlah kami kiranya manusia baru
berkat roti dan anggur ini,
berkat Yesus Tuhan kami,
cahaya hidup kami, yang ….

Antifon Komuni – Mazmur 1:1.2

 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik,
tetapi kesukaannya ialah hukum Tuhan
dan siang malam merenungkannya.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa kami maha pengasih,
jadikanlah kiranya umat rukun bersatu padu berkat Roh Kudus.
Sembuhkanlah dunia dengan cinta kasih
yang membawakan kekuatan baru.
Demi Kristus. Tuhan dan pengantara kami.

RENUNGAN

 

TANTANGAN UNTUK HIDUP DAMAI

            Saudara/i yang terkasih, Injil hari ini terdengar sangat aneh dan asing kedengarannya sebab yang kita tahu dan pahami Yesus hadir untuk menyelamatkan dan pembawa damai pada manusia, bukan membawa pertentangan atau lebih kasar lagi pertengkaran.Namun saudara/i yang terkasih, bila kita telusuri dan kita renungkan lebih dalam lagi, injil hari ini sungguh-sungguh nyata dan terjadi. itu dapat dilihat dari sikap Yesus ketika memangil murid-murid-Nya.”barang siapa yang ingin mengikuti Aku, dia harus meninggalkan hartanya, menyangkal diri, dan mengikuti Aku.” Santo-santa yang mengikuti Yesus juga merasakan apa yang dikatakan oleh Yesus sendiri ketika harus membela iman mereka dihadapan banyak orang. Santo-santa harus mengalami penderitaan yang begitu berat dan bahkan sampai mati demi mempertahankan imannya. pertentangan yang dialami datang dari berbagai pihak entah itu dari keluarga, suku, atau pemerintaan.

Saudara /i yang terkasih saya punya pengalaman yang tidak menyenangkan ketika hendak masuk seminari.setelah menyelesaikan pendidikan SMP, saya memutuskan untuk memberitahu keiginan saya kepada orang tua untuk masuk seminari.Namun, kedua orang tua saya tidak setuju karena saya anak pertama dalam keluarga.saya terus mencoba dan terus membujuk orang tua saya sampai akhirnya perlahan-lahan mereka menyetujuinya meski terlihat berat hati. Saudara/i yang dikasihi Tuhan untuk mengikuti dan mengimani Tuhan akan banyak kita temukan tantangan-tantangan yang kita hadapi.namun, kita janganlah kawatir dengan hal itu sebab, Tuhan telah menjajikan keselamatan bagi kita yakni hidup kekal bersama Bapa apabila kita setia bersama-Nya. pertentangan dan penderitaan yang kita alami dibumi ini hanya bersifat sementara namun kebahagian kekal ada pada Tuhan sendiri. oleh karena itu saudara/i terkasih, mari kita bermenung dan berefleksi kembali melihat pejalan hidup kita apakah saya siap dibeci karena iman kita?, apakah kita siap dikucilkan karena membela iman kita?, Atau justru kita takut kehilangan harta dan jabatan kita karena iman kita? Semoga kita setia pada iman kita dan itu tampak dari perbuatan,pikiran dan sikap kita masing-masing.  “Tuhan itu pengasih dan penolong hidup” (Fr.Chandra Simanullang – PRAUNIO PADANG)

About

Check Also

MINGGU PASKAH VII, 2 Juni 2019: Hari Komunikasi sosial Sedunia ke-53

Setiap tahun, Gereja Katolik semesta merayakan Hari Komunikasi Sosial. Hari ini adalah hari komunikasi sedunia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *