Home / Liturgi / Kamis Pekan Biasa IX, 4 Juni 2015

Kamis Pekan Biasa IX, 4 Juni 2015

Antifon pembukaan – Mzm 127:1-2

Berbahagialah setiap orang yang takwa,
yang hidup seduai dengan bimbingan Tuhan.
Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Kata Pengantar

Bila kita memahami cinta kasih seperti dalam Injil, maka kita dapat memahami bagaimana hubungan Allah dnegan manusia. Kita tak mungkin mengasihi Allah tanpa mengasihi manusia dan sebaliknya. itulah hukuman kasih setia perkawinan maupun setiap cinta kasih dalam Kerajaan Allah.

Doa Pembukaan

Marilah berdoa:
Allah Bapa kami yang maha pengasih,
ajarilah kami memahami doa
yang memenuhi hukum-Mu dan membangun manusia baru.
berilah kami cinta kasih kepada sesama,
cinta kasih-Mu sendiri yang sejak semula
Kaucurahkan kepada manusia.
Demi Yesus Kristus,……

Bacaan I – 1 – Tobit 6:10-11a; 7:1.9-17;8:4-10

Kisah pernikahan Tobit muda dengan Sara ini menggambarkan iman yang kuat. Mereka memulai hidup berkeluarga di hadapan Tuhan dan selalu berlindung kepada Tuhan.

“Semoga Tuhan menganugerahkan damai sejahtera kepada kamu berdua”

Pembacaan dari Kitab Tobit

Dalam perjalanannya, Tobia dan Rafael memasuki negeri Media dan sudah sampai dekat Kota Ekbatana. Lalu berkatalah Rafael kepada Tobia, “Saudara Tobia!” Sahut Tobia, “Ada apa?” Rafael menyambung, “Malam ini kita harus bermalam pada Raguel. Dia itu seorang kerabatmu, dan mempunyai seorang puteri bernama Sara.” Ketika mereka tiba di Kota Ekbatana, berkatalah Tobia kepada temannya, “Saudara Azarya, antarkanlah aku langsung ke rumah Raguel, saudara kami.” Ia pun lalu mengantarkannya ke rumah Raguel. Raguel sedang duduk pada pintu pelataran rumahnya. Mereka memberi salam kepada Raguel. Dia membalas, katanya, “Banyak salam, Saudara-saudara. Selamat datang!” lalu mereka dipersilahkannya masuk. Kemudian Raguel berkata kepada Tobia, Tuhan memberkati engkau, Nak. Engkau adalah putera seorang mulia dan baik! Alangkah celakanya ayahmu! Orang yang begitu baik dan dermawan itu menjadi buta!” Kemudian Raguel menyembelih seekor domba betina dari kawanannya, dan ia menyambut Tobia dan Rafael dengan ramah. Sesudah mencuci dan membasuh diri mereka duduk makan. Berkatalah Tobia kepada Rafael, “Saudara Azarya, katakanlah kepada Raguel, supaya saudariku Sara diberikannya kepadaku.” Mendengar perkataan itu berkatalah Raguel kepada pemuda itu, “Makan dan minumlah, serta bersenang-senanglah malam ini. Memang, Saudara, tak seorang pun lebih berhak mengambil Sara, anakku, sebagai isterinya, daripada engkau. Karena itu aku tidak berwenang lagi memberikannya kepada seseorang kecuali kepadamu. Sebab engkaulah yang paling karib. Tetapi, anakku, aku harus memberitahukan kebenaran. Sara sudah kuberikan kepada tujuh laki-laki di antara saudara kita! Tetapi semuanya mati pada malam pertama menghampiri Sara. Maka anakku, baiklah sekarang makan dan minum saja. Tuhan akan mengambil tindakan bagimu!” Tetapi sahut Tobia, “Aku tidak akan makan atau minum apa-apa, sebelum engkau mengambil keputusan tentang diriku.” Maka jawab Raguel, “Baiklah! Sara kuberikan kepadamu sesuai dengan ketetapan kitab Musa. Allah sudah memutuskan, bahwa Sara harus diberikan kepadamu. Maka hendaklah menerima saudarimu ini. Mulai sekarang ini engkau menjadi kakaknya, dan ia menjadi adikmu. Semenjak hari ini ia diberikan kepadamu untuk selama-lamanya. Dan, anakku, semoga kamu pada malam ini juga diberkati oleh Tuhan semesta langit. Semoga Ia menurunkan kasih setia dan damai sejahtera atas dirimu.” Lalu Raguel memanggil Sara, anaknya. Ketika Sara datang, Raguel memegang tangannya, dan dengan demikian ia menyerahkan Sara kepada Tobia, sambil berkata, “Sungguh, sesuai dengan hukum Taurat ia kupercayakan kepadamu dan seturut ketetapan yang tersurat dalam kitab Musa ia kuberikan kepadamu menjadi isterimu. Ambillah dia, dan antarkanlah kepada ayahmu dengan sehat walafiat. Moga-moga Yang Berkuasa di surga menganugerahkan damai sejahtera kepada kamu berdua. Selesai makan dan minum mereka semua pergi tidur. Tobia diantar ke kamar yang sudah disiapkan untuk mereka. Setelah masuk kamar tidur, Tobia dan Sara berdoa dan mohon supaya mereka mendapat perlindungan. Mereka memanjatkan doa sebagai berikut: Terpujilah Engkau, ya Allah leluhur kami, dan terpujilah nama-Mu sepanjang sekalian abad. Hendaknya sekalian langit memuji Engkau, dan juga segenap ciptaan-Mu untuk selama-lamanya. Engkaulah yang telah menjadikan Adam, dan baginya telah Kaubuat Hawa isterinya sebagai pembantu dan penopang. Dari mereka berdua lahirlah umat manusia seluruhnya. Engkau pun bersabda, ‘Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja, mari Kita menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia’. Ya Tuhan, bukan karena nafsu birahi kuambil saudariku ini melainkan dengan hati benar. Sudilah kiranya mengasihani kami berdua, dan membuat kami menjadi tua bersama.” Serentak berkatalah mereka, “Amin! Amin!” Kemudian mereka tidur semalam-malaman.
Demikianlah sabda Tuhan.
U Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan

Ref. Berbahagialah semua orang yang takwa kepada Tuhan.
Ayat. (Mzm 128:1-2.3.4-5)
1. Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
2. Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun di sekeliling mejamu!
3. Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan orang laki-laki yang takwa hidupnya. Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion: boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.

Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya
Berilah aku pengertian, maka aku akan mentaati hukum-Mu, aku akan menepatinya dengan segenap hati, ya Tuhan.

Bacaan Injil – Markus 12:28b-34

Inti ajaran Katolik terdapat pada cinta kasih. Kita tak mungkin menaruh cinta kasih kepada Allah, tanpa menaruh cinta kasih kepada manusia. Dan kita tak mungkin menaruh cinta kasih kepada sesama, tanpa menaruh cinta kasih pula kepada Allah. Satu sama lain tak dapat dipisahkan.

“Inilah perintah pertama, dan yang kedua sama dengan yang pertama”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus

Pada suatu hari datanglah seorang ahli Taurat kepada Yesus, dan bertanya, “Perintah manakah yang paling utama?” Yesus menjawab, “Perintah yang utama ialah: ‘Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita itu Tuhan yang Esa! Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatanmu. Dan perintah yang kedua, ialah: Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri’. Tidak ada perintah lain yang lebih utama daripada kedua perintah ini. Berkatalah ahli Taurat itu kepada Yesus, “Guru, tepat sekali apa yang Kaukatakan, bahwa Dia itu esa, dan tak ada Allah lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati, dengan segenap pengertian, dan dengan segenap kekuatan serta mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri, jauh lebih utama daripada semua kurban bakar dan persembahan.” Yesus melihat betapa bijaksananya jawaban orang itu. Maka Ia berkata kepadanya, “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah.” Dan tak seorang pun masih berani menanyakan sesuatu kepada Yesus.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

Doa persembahan

Allah Bapa kami di surga,
berkat roti dan anggur ini
semoga kami dapat menyerupai Putra-Mu terkasih
yang telah mengurbankan hidup-Nya
untuk melahirkan kembali kami menjadi manusia baru.
Sebab Dialah,….

Antifon komuni – Mk 12:30-31

Hendaklah engkau menaruh cinta kasih kepada Tuhan Allah dengan segenap hatimu,
dengan segenap jiwamu, dengan segenap budimu dan dengan segenap tenagamu.
Inilah perintah pertama.
Dan yang kedua sama dengan yang pertama ialah:
Hendaklah engkau menaruh cinta kasih kepada sesama seperti kepada dirimu sendiri.

Doa penutup

Marilah berdoa:
Allah Bapa kami sumber kedamaian,
semoga kami memahami benar
apa yang mendamaikan hati kami
berkat Yesus, Adam yang baru,
yang semata-mata cinta kasilah adanya,
agar dapat mengumpulkan kami bersujud di hadapan-Mu,
Bapa kami dan Tuhan segenap umat manusia.
Demi Kristus,…..

About

Check Also

Ekaristi SABTU PRAPASKAH II, 23 Maret 2019

Antifon Pembukaan – Mazmur 145:8-9  Tuhan pengasih dan penyayang, sabar dan lembut hati. Tuhan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *