Home / Berita / Kirab Salib OMK Keuskupan Padang yang Pertama

Kirab Salib OMK Keuskupan Padang yang Pertama

Kirab Salib OMK Keuskupan Padang yang Pertama

13002406_1329123733770350_1986716899654785712_oOrang-orang muda Katolik dari seluruh wilayah nusantara akan berjumpa kembali pada Hari Orang Muda Katolik se-Indonesia (Indonesian Youth Day/IYD) pada tanggal 1-6 Oktober 2016 di Manado, Sulawesi Utara. Seperti IYD-Sanggau 2012, dalam IYD-Manado 2016 setiap keuskupan membuat kembali Salib OMK Keuskupan yang akan menjadi landasan dan tanda iman OMK yang tidak tergoyahkan. Komisi Kepemudaan Keuskupan Padang telah membuat Salib OMK Keuskupan yang telah diberkati oleh Bapa Uskup pada tanggal 7 Februari yang lalu dalam misa bersama umat di paroki Katedral Santa Theresia, Padang. Salib OMK ini akan mengunjungi umat dan OMK di paroki-paroki Keuskupan Padang sebelum dipersatukan dengan salib OMK dari keuskupan-keuskupan seluruh Indonesia di Manado pada saat pesta OMK-Indonesia Oktober mendatang.

Komisi Kepemudaan Keuskupan Padang telah merancang kirab Salib sebagai berikut: Paroki St. Fransiskus Assisi Padangbaru (10 April), Paroki St. Maria Tirtonadi (1 Mei), Paroki Hati Kudus – Pangkalan Kerinci (5 Mei), Paroki St. Yohanes Pembaptis – Perawang (6 Mei 2016), Paroki St. Paulus – Labuhbaru (7 Mei), Paroki St. Barbara – Sawahlunto (12 Juni), Paroki St. Maria Diangkat ke Surga – Siberut (5 Juli), Paroki Keluarga Kudus – Pasaman (21 Agustus) dan  Paroki St. Damian Saibi (11 September 2016). Dalam kirab salib itu akan diadakan Novena IYD, Misa bersama umat, dan rekoleksi OMK.

Salib OMK Keuskupan Padang telah mengunjungi Paroki St. Fransiskus Assisi Padangbaru pada tanggal 10 April 2016. Perayaan Ekaristi Novena IYD bersama umat Paroki St. Fransiskus Assisi Padangbaru dipimpin oleh P. Riduan Fransiskus Naibaho, Pr. Perayaan Ekaristi diawali dengan pengantar tentang Salib OMK Keuskupan Padang: “Di atas pijakannya masing-masing, OMK yang lahir dan tumbuh dalam situasi dan lingkungannya selalu berhadapan dengan tantangan-tantangan: relasi, sentimen minoritas-mayoritas, budaya dan mentalitas masyarakat, dll. Diharapkan dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut OMK akan berdiri teguh bersama Kristus”.

12977172_1329122163770507_3145293258940906014_oSetelah pengantar, dilanjutkan dengan prosesi Salib menuju altar yang didahului oleh sepasang pembawa lilin dan didampingi pembawa Bendera Indonesia dan Bendera Vatikan serta dilanjutkan dengan Petugas Liturgi dan Imam. Setelah bacaan Injil, OMK St. Fransiskus Assisi menampilkan tablo kisah dialog St. Fransiskus Assisi dengan St. Bernardus, yang menjadi ilustrasi homili dan inspirasi OMK. Dalam homili Pastor Riduan mengatakan “Terlebih dahulu marilah kita sepakat bahwa kehormatan, kesuksesan dan kemakmuran itu tidaklah dosa. Orang beriman mengatakan bahwa itu adalah berkat Tuhan. Namun tidak jarang bahwa orang yang menggunakan jabatan, kemakmuran menjadi sarana pemuas keinginan-keinginannya tidak teratur dan merendahkan orang lain. Kita sebut contoh seorang anak yang baru menyelesaikan UN, mengaku sebagai anak seorang jenderal telah melanggar aturan lalu lintas dan mengancam petugas yang mengaturnya. Bila OMK di paroki ini bermental demikian, masihkah kita berani meletakkan masa depan Bangsa dan Gereja ini dipundak mereka? Hal lain lagi kita temukan bahwa untuk mengejar kehormatan, kesuksesan dan kemakmuran ada orang yang menganggap wajar menempuh jalan yang tidak wajar…. OMK dengan jalan yang benar, harus mengejar kehormatan, kesuksesan, kemakmuran dalam ukuran masing-masing. Kalau Kalian merasa bahwa suster itu terhormat jadilah suster. Kalau Kalian merasa kemakmuran dicapai dengan jadi pengusaha maka jadilah pengusaha yang sukses, tidak salah.” Di akhir homili Pastor Riduan berpesan untuk mencontoh St. Fransiskus Assisi dan St.Bernardus “Fransiskus melepaskan segala-galanya, Bernardus meninggalkan segala-galanya. Mari terhadap apa yang kita punyai kita syukuri, namun dalam hati kita lepas bebas terhadap itu, tidak diperbudak, tidak terikat namun kita bagikan untuk kemajuan Gereja dan Bangsa.” Setelah Perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan Rekoleksi bersama OMK.

Rekoleksi ini dibawakan oleh Tim Komisi Kepemudaan Keuskupan Padang yang dipimpin oleh P. Riduan dengan tema “Orang Muda Katolik: Sukacita Injil di Tengah Masyarakat Indonesia yang Majemuk.” Dalam rekoleksi, OMK dikenalkan dengan Lagu Theme Song IYD 2016 oleh tim KOMKEP, pemaparan tentang IYD 2016 oleh Koordinator IYD Bernadet Felvi Riaenata, dan dilanjutkan dengan materi yang dibawakan oleh Pastor Riduan tentang sukacita Injil di tengah Masyarakat Indonesia yang Majemuk. Dalam rekoleksi, OMK dikenalkan tentang Injil, dimana Injil adalah kabar sukacita, dan kabar sukacita itu adalah Yesus sendiri. Pastor Riduan menyampaikan “OMK yang hidup dalam Sukacita Injil, adalah OMK yang membawa kasih Kristus kepada orang lain, bisa menaklukkan bahaya besar dalam dunia masa kini, yakni sebuah kebinasaan dan penderitaan berat yang bersifat pribadi: seperti, kesombongan, tidak peduli terhadap kehidupan bersama, nampak baik tetapi sesungguhnya sedang menekan imannya di tempat yang tersembunyi,dll.” Di akhir rekoleksi, OMK diberikan kuis dan games serta pengenalan tentang Salib OMK Keuskupan Padang dimana ide pembuatan salib itu sendiri dirancang oleh Tim Komkep.

12998186_1329123647103692_4113763652753722611_oRekoleksi Kirab Salib OMK ini dihadiri oleh 81 Orang Muda Katolik Paroki St. Fransiskus Assisi Padangbaru, yang terdiri dari 32 OMK wilayah Pusat, 30 OMK wilayah Tabing, dan 19 OMK wilayah Pasar Usang serta didampingi oleh seksi kepemudaan paroki. OMK sangat senang dan antusias mengikuti rekoleksi ini terlihat dari keikutsertaan mereka mulai dari Perayaan Ekaristi dimana semua petugasnya OMK, dan hingga rekoleksi selesai. Hal ini juga diungkapkan oleh salah satu OMK Pusat Paroki St. Fransiskus Assisi Padangbaru  yaitu Alvian Willy Pradipta (20) mengatakan bahwa “Acaranya sukses ya dari awal misa sampai dengan akhir rekoleksi, gamesnya seru,” Vian juga berpesan untuk giliran OMK yang nantinya Parokinya dikunjungi Salib OMK Keuskupan Padang agar semua OMK mengikutinya, ini terlihat dari pesannya “Ikutilah karena tidak akan nyesal, kumpul bersama-sama dengan teman-teman yang seumuran dengan kita.” Hal yang sama  diungkapkan oleh Diakon Hotman Parluhutan Sitanggang, SX yang baru mendampingi OMK Paroki, “Bagi saya positif, karena acara ini menjadi langkah pertama untuk membuat pertemuan berikutnya yang bisa mengakrabkan OMK Pusat dengan OMK wilayah Tabing maupun wilayah Pasar Usang.”( Bernadet Felvi Riaenata – Komkep Padang)

12957596_1329122650437125_1475501370669055115_o 12967538_1329122583770465_4707689809303898096_o IMG_0073 IMG_0021

About

Check Also

Ekaristi Kamis, 1 November 2018: HARI RAYA SEMUA ORANG KUDUS

Menghayati Ekaristi Dalam gurauan harian, adakalanya kita menjuluki seseorang dengan sebutan ”orang kudus”. Biasanya seseorang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *