Home / Berita / KIRAB SALIB OMK KEUSKUPAN PADANG

KIRAB SALIB OMK KEUSKUPAN PADANG

IMG_0657Sembari membawa Salib OMK Keuskupan Padang yang sudah diberkati oleh Bapa Uskup Mgr. Martinus D. Situmorang OFMCap., di Gereja Katedral pada 7 Februari 2016, Tim Komisi Kepemudaan Keuskupan Padang berangkat dari Padang pada pukul 06.00 Wib (Rabu, 4 Mei 2016). Setibanya di Paroki Hati Kudus Yesus Pangkalan kerinci sekitar pukul 16.00, Tim disambut oleh Ketua OMK Roni Shiro dan Bruder Islumianto.  Sambil menikmati minuman yang disediakan,  Tim dan Roni beserta Bruder berbicara tentang gladi resik yang akan diadakan malam hari serta acara keesokan harinya yakni perayaan Ekaristi dan rekoleksi singkat.

Ketika perayaan Ekaristi dimulai pukul 08.00 (5 Mei 2016), umat tampak memenuhi gereja. Di awal Ekaristi, P. Blasius Sumaryo SCJ memperkenalkan tujuan Tim datang ke paroki dan juga mengucapkan terimakasih kepada Tim yang telah mengunjungi paroki melalui Salib OMK. P. Blasius mengatakan “Kita bersyukur bahwa pada hari Kenaikan Tuhan ini kita dapat kunjungan dari Allah melalui Salib OMK yang telah diberkati oleh Bapa Uskup dan kita berharap dengan kunjungan ini OMKIMG_0687semakin giat untuk membangkitkan kehidupan bagi perkembangan Gereja” Setelah bacaan Injil, OMK menampilkan tablo singkat tentang penembakan St. Yohanes Paulus II dan kunjungan ke penjara yang untuk mengampuni si penembak. Penggalan kisah St. Yohanes Paulus II ini merupakan illustrasi sebelum pastor memulai kotbahnya. Dalam homilinya Pastor Riduan, yang memimpin Ekaristi dan didampingi oleh Pastor Paroki mengajak OMK untuk menjadikan St. Yohanes Paulus II sebagai teladan hidup mereka serta dengan setia menjadikan surga sebagai tujuan dalam peziarahan di dunia ini.

Setelah Perayaan Ekaristi, acara pun berlanjut dengan rekoleksi singkat yang diawali dengan gerak dan lagu oleh tim KOMKep Padang ( Bernadet Felvi Riaenata. SS, Valentine Essy Siregar.SE, Agnes Meilina Sinaga ST.) Dalam rekoleksi P. Riduan mengajak OMK untuk menyadari diri sebagai bagian utuh dari Gereja yang hidup. Empat ciri Gereja yang hidup adalah: Beriman (lex credendi), berliturgi (lex celebrandi), hidup dalam kesatuan dengan Kristus (lex vivendi), berdoa (lex orandi). Ada sebanyak 101 OMK yang hadir pada rekoleksi, selain itu juga tampak hadir beberapa anggota Dewan Pastoral Paroki.

Sekitar pukul 14.00, Tim KOMKep melanjutkan kirab salib ke paroki berikutnya yang berjarak sekitar 80 km, yakni Paroki St. Yohanes Pembaptis Perawang. Ketika memasuki lingkungan gereja, tampak Pastor paroki P. Paulus Driyan SCJ sudah menunggu. Setelah mengobrol sejenak di pastoran, Tim KOMKep diantar menuju susteran untuk istirahat sejenak sebelum pertemuan dengan sie kepemudaan dan pengurus OMK pada malam harinya serta dilanjutkan dengan gladi resik.

IMG_1206Esok harinya, pukul 15.00 (6 Mei 2016) acara dimulai dengan rekoleksi yang dihadiri oleh 160-an anggota OMK, tampak juga hadir P. Driyan dan P. Alex Miskat SCJ serta beberapa anggota DPP ikut dalam dinamika rekoleksi. Setelah rekoleksi, pk 19.00 dilanjutkan dengan Ekaristi. Ekaristi diawali dengan perarakan salib dari depan Pastoran menuju Gereja yang diiringi oleh Marching band Marsudirini-Perawang. Dalam homilinya, P. Riduan menyapa para orang tua yang hadir agar memberikan teladan kebaikan bagi OMK “Kami di komisi kepemudaan kerapkali berdiskusi dengan orang-orang muda kita di wilayah keuskupan. Banyak hal positif. Namun tidak jarang juga kepada mereka disematkan kepada mereka predikat ‘kurang bertanggungjawab, daya juang rendah, cepat merajuk dll.) namun hendaknya hal ini bukanlah alasan bagi kita para orang tua untuk meminggirkan, menjauhkan mereka, melainkan semakin memperkuat alasan bagi kita untuk mendampingi, mendukung OMK-OMK kita.”

Setelah perayaan Ekaristi, Tim KOMKep pun melanjutkan perjalanan menuju Pekanbaru. Di paroki St. Paulus Pekanbaru, rekoleksi dimulai pukul 15.00 wib. Hujan deras diiringi angin kencang tidak mengurangi antusias peserta dalam mengikuti setiap acara, ini terlihat dari 168 OMK yang hadir, yang merupakan OMK dari Paroki St. Paulus dan juga dari Paroki St. Maria a Fatima. Pastor Paroki, P. Franco SX juga dengan setia mendampingi OMK gembalaannya.

IMG_1297Setelah rekoleksi, salib OMK diarak dari depan pastoran menuju Gereja dengan diiringi pelepasan lampion oleh beberapa pasang OMK yang mengenakan pakaian adat nusantara, serta tarian Melayu. Setelah bacaan Injil OMK menampilkan tablo Santa Filumena yang dipilih oleh KOMKep sebagai teladan hidup mereka. Pastor Riduan memulai homilinya dengan mengajak para OMK untuk beriman dengan setia seperti Santa Filumena yang menjadi teladan hidup mereka: “Jangan gadaikan imanmu hanya karena jodoh atau jabatan, dll”. Kemudian Pastor pun mengajak para orang tua yang hadir “Meskipun komisi kepemudaan, para pastor dan sie kepemudaan di paroki-paroki, telah berusaha melakukan pembinaan bagi OMK-OMK kita serta membuat modul-modul program pembinaan, namun kami menyadari bawha program pembinaan yang paling hebat dan tepat adalah teladan hidup orangtuanya. Jadilah teladan dalam kata, karya dan iman” demikian P. Riduan mengakhiri homilinya.

Sekitar pukul 22.00 wib, Tim komisi kepemudaan berangkat menuju paroki St. Petrus Claver Bukittinggi untuk merayakan Ekaristi Syukur Hari Komunikasi Sosial ke-50 pukul 7.00 serta seminar mini tentang komunikasi dan kerahiman. Lambaian tangan P. Franco dan umat St. Paulus Pekanbaru melepaskan keberangkatan tim Komisi Kepemudaan menuju Bukittinggi.

Kirab Salib OMK berikutnya akan mengunjungi 4 paroki lagi, 2 paroki wilayah Sumbar, dan 2 paroki wilayah Mentawai. Diantaranya yaitu Paroki St. Barbara Sawahlunto pada tanggal 12 Juni, Paroki St. Maria diangkat ke Surga Siberut pada tanggal 8 Juli yang juga bertepatan dengan DYD (Diocese Youth Day), Paroki Keluarga Kudus Pasaman pada tanggal 21 Agustus, dan pada tanggal 11 September Paroki St. Damian Saibi. (Bernadet Felvi Riaenata)

Photo Kirab Salib Paroki Hati Kudus Yesus-Pangkalan Kerinci, Paroki Yohanes Pembaptis-Perawang, Paroki St. Paulus-Labuhbaru klik di sini!

About

Check Also

Ekaristi MINGGU BIASA XIV B, 8 JULI 2018

“Bukankah Ia anak tukang kayu, anak Maria?” Status sosial seseorang kerap kali kita jadikan sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *