Home / Berita / Minggu, 24 DESEMBER 2017: MALAM NATAL

Minggu, 24 DESEMBER 2017: MALAM NATAL

Menghayati Ekaristi
Kelahiran seorang bayi adalah suatu kejadian istimewa di dalam hidup sepasang suami istri. Lama anak itu dinanti-nantikan, didambakan dengan penuh kasih sayang. Dan memang merupakan ungkapan dan buah cinta kasih mereka berdua. Malam ini kita rayakan kelahiran seorang bayi di Betlehem. Dialah Yesus. Nama itu menyatakan bahwa Dialah Sang Juru Selamat dan akan dikenal dengan Emmanuel: Allah beserta manusia. Kelahiran-Nya telah membawa persekutuan antara Allah dengan manusia dan manusia dengan Allah. Sehingga tepatlah kalau natal ini kita sebut sebagai Natal Persekutuan. Juga kelahiran-Nya menujukkan secara tepat kesaksian tentang kerahiman Bapa yang berkenan merangkul manusia yang diperbudak oleh dosa, sehingga Natal juga disebut sebagai Natal Martyria (kesaksian).

Selamat Natal!

Bayi Betlehem membuat segalanya baru (Why 21:5). Dalam kegembiraan dan kesegaran anak Allah memasuki dunia dalam penciptaan-Nya. Maria, Yosef dan para gembala adalah pelopor keluarga besar kaum beriman. Kemiskinan palungan sudah merupakan lambang kemiskinan salib. Merayakan Natal berarti sanggup miskin dalam Kristus dan dengan demikian memasuki perdamaian-Nya.

 

Antifon Pembukaan

Marilah kita semua bergembira dalam Tuhan karena Juru Selamat telah lahir di dunia. Hari ini, turun dari surga damai sejati bagi kita.

Pengantar

Inilah malam yang kita nanti-nantikan; malam yang penuh arti, malam yang penuh sukacita dan kedamaian. Natal telah tiba. Misteri penjelmaan Allah menjadi manusia kita rayakan dengan penuh syukur. Yesus Kristus, Sang Juru Selamat, telah lahir bagi kita. Dialah Sang Emmanuel, Allah beserta kita. Marilah kita rayakan kelahiran Kristus Tuhan dengan gembira dan penuh syukur. Marilah kita wujudkan suasana damai ini mulai dari keluarga, komunitas, dan di tempat kerja.

Seruan Tobat

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Allah yang tampak, pembawa cahaya terang dalam kegelapan dunia.
Tuhan, kasihanilah kami.

Engkaulah pembebas kami yang mematahkan tongkat si penindas.
Kristus, kasihanilah kami.

Engkau penasihat ulung, raja perkasa, pangeran perdamaian, Allah beserta kami.
Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah dan Bapa kami,
Engkau menjadikan malam yang amat kudus ini bermandikan sinar Terang Sejati. Semoga kami, yang sudah mengakui misteri Terang itu di dunia, kelak layak menikmati sukacita-Nya di surga. Sebab, Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
Amin

Bacaan Pertama – Yesaya 9:1-6
Yehuda hidup dalam kegelapan dosa. Mereka menderita sengsara. Penyebabnya tiada lain mereka dipimpin oleh seorang raja yang tidak menaruh kepercayaan kepada Tuhan. Dalam keterpurukan itu Tuhan menjanjikan keselamatan. Tuhan akan mengangkat mereka dari jurang kenistaan pembuangan. Cara Tuhan menyelamatkan mereka adalah dengan lahirnya seorang Putra. Putra ini akan menderita, namun kekuasaan Putra ini tidak akan berkesudahan. Mereka yang percaya kepada-Nya akan mengalami sukacita yang tak terperikan.

“Seorang Putra telah diberikan kepada kita”

Pembacaan dari Kitab Yesaya:
Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.
Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan.
Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian.
Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api.
Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

MAZMUR Tanggapan

Ref. Hendaklah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai di hadapan wajah Tuhan kar’na Ia sudah datang.

Mazmur 96:1-3.11-13:
 . Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan pujilah nama-Nya.
 .Kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa.
 .Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai, biar gemuruhlah laut serta segala isinya! Biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya, dan segala pohon di hutan bersorak-sorai.
 .Biarlah bersukaria di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

Bacaan Kedua – Titus 2:11-14
Rahmat keselamatan telah nyata hadir dalam hidup manusia. Itu berarti umat telah hidup dalam zaman keselamatan. Rahmat ini tidak bisa disepelekan. Tanggapan yang penting atas rahmat itu adalah menerima, menghidupi, dan mengembangkannya sehingga mereka benar-benar hidup dalam rahmat itu. Dan, yang benar-benar hidup dalam rahmat berarti mengalami keselamatan. Dengan demikian, kecenderungan manusia yang menjauh dari Yang Ilahi akan diganti oleh daya Ilahi yang akan membawa manusia kepada persatuan erat dengan Tuhan.

“Kasih karunia Allah sudah nyata bagi semua orang”.

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus:
Saudaraku terkasih, Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.
Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik”

Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

BAIT PENGANTAR INJIL – Lukas 2:10-12

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Kabar gembira kubawa kepadamu: Pada hari ini, lahirlah Penyelamat dunia, Tuhan kita Yesus Kristus.
U: Alleluya.

Bacaan Injil –Lukas 2:1-14
Dengan sensus, Yesus tercatat sebagai Bangsa Yahudi dan Romawi. Yesus akan menjadi Tuhan tidak hanya bagi Bangsa Yahudi, tetapi bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia. Yesus lahir sebagai anak sulung keturunan Daud. Sebagai anak sulung, Ia mewarisi hak istimewa dan kekuasan Daud. Warisan inilah yang menegaskan bahwa Yesus juga mempunyai hak untuk mengikutsertakan siapa saja untuk masuk dalam keluarga besar-Nya. Kelahiran di tempat sederhana diwartakan oleh Malaikat sebagai kelahiran penyelamat dunia. Hal ini menegaskan bahwa dalam realitas duniawi lahirlah Yang Ilahi. Setiap orang dipanggil untuk semakin peka atas kenyataan duniawi yang benar-benar menghadirkan Yang Ilahi. Dalam realitas duniawi, dijumpai Yang ilahi.

“Hari ini, telah lahir bagimu Juru Selamat”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Sekali peristiwa, Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftar semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria.
Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.
Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, — karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud — supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.
Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.
Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”
Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.

Doa Umat

Melalui Kristus, Putra-Nya, Allah Bapa Mahakasih berkenan tinggal di antara kita. Dialah Immanuel, tanda kasih sayang-Nya yang abadi bagi kita. Marilah kita memanjatkan doa-doa dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Nya, yang terbaring di palungan.

Bagi Gereja.
Ya Bapa, semoga iman akan kedatangan Kerajaan-Mu di dalam diri Yesus Kristus semakin mendorong Gereja untuk selalu memperbahui diri, umat, dan masyarakat seturut kehendak-Mu.
Marilah kita mohon,..

Bagi perdamaian di antara umat manusia.
Ya Bapa, semoga nyanyian para Malaikat pun menjadi nyanyian kami dalam perjuangan untuk selalu mewujudkan perdamaian, keadilan, dan keselamatan bagi seluruh umat manusia.
Marilah kita mohon,..

Bagi para penganggur, gelandangan, pengungsi, dan tawanan. Ya Bapa, semoga para penganggur, gelandangan, pengungsi, dan tawanan dapat menemukan pada diri kami segala sesuatu yang mereka perlukan, tangan-tangan yang mau menolong, dan terutama hati yang penuh kasih.
Marilah kita mohon,…

Bagi diri kita.
Ya Bapa, dalam suasana kegembiraan perayaan Natal ini, kami mengingat dan berdoa bagi mereka yang lemah dan miskin, tersingkir, dan menderita, agar kehadiran-Mu di palungan memberikan kekuatan kepada mereka.
Marilah kita mohon,…

Allah Bapa Maha Pengasih dan Penyayang, kami mohon pandanglah kami dengan kasih sayang-Mu agar kami semakin sadar bahwa Engkau beserta kami dan kami umat-Mu; bahwa Engkau Bapa kami dan kami putra-putri-Mu. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami.
Amin

Doa Persembahan

Ya Allah,
berkenanlah menerima persembahan yang kami hunjukkan pada hari raya ini. Semoga oleh pertukaran yang amat suci ini kami menjadi serupa dengan Kristus, dan dalam Dia kami bersatu dengan Dikau. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin

Antifon Komuni – Yohanes 1:14

Sabda telah menjadi manusia dan kami telah melihat kemuliaan-Nya.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Tuhan, Allah kami,
kami bersukacita merayakan kelahiran Sang Penebus.
Semoga dengan cara hidup yang pantas, kami Kauperkenankan masuk ke dalam persekutuan dengan Dia, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.

Amin

Mazmur Malam Natal

MAZMUR LAINNYA DI CHANEL KEUSKUPAN PADANG

RENUNGAN MALAM NATAL

NATAL BERARTI PERUTUSAN

MENGAPA SEORANG bayi ketika dilahirkan langsung menangis? Mungkin ini pertanyaan aneh, namun dapat dipakai sebagai titik tolak permenungan pada malam Natal ini. Dalam rangka permenungan iman, kita pun akan mencoba mencari jawaban pertanyaan itu. Setelah kelahirannya, tangis bayi masih akan terus terdengar. Kalau lapar, haus, sakit, takut, butuh sesuatu, badan dan perasaannnya tidak nyaman bayi bisanya menangis. Tangis adalah suatu bahasa yang penuh makna. Salah satu makna tangisan bagi manusia adalah pernyataan diri sebagai orang ringkih, lemah. Bayi tidak dapat hidup tanpa pertolongan atau kasih orang lain. Bayi membutuhkan waktu yang lama sekali untuk menjadi dewasa. Proses pendewasaan ini tidak akan berjalan dengan baik kalau tidak berada dalam lingkungan yang baik pula.

Dengan demikian kelahiran Yesus sebagai bayi dari satu pihak menyadarkan kita akan keadaan yang ringkih. Di pihak lain menyadarkan kita akan kemampuan untuk memberikan kasih agar bayi (sesama) berkembang menjadi dewasa dan utuh. Galilea dalam suatu masa menjadi daerah “gelap”. Penduduknya diangkut ke pembuangan Asiria, tempat itu dimasukkan orang-orang dari bangsa lain yang tidak beribadah kepada Allah. Hidup umat terpilih menjadi “kelam” ketika mereka tidak dapat lagi hidup sambil menunaikan ibadah yang sejati kepada Allah. Namun keadaan ringkih dan lemah itu bukan keadaan yang tanpa pengharapan. Tuhan semesta alam akan mengubah keadaan dan membuat umat-Nya diliputi suka-cita dan damai sejahtera sejati.

 Dalam kitab nabi Yesaya, sukacita dan damai sejahtera itu akan diwujudkan oleh seorang anak. Oleh penulis Injil, pernyataan ini dimengerti sebagai janji, yang pemenuhannya terjadi pada peristiwa kelahiran Yesus. Pada waktu itu malaikat menyatakan kepada gembala, “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud” (Luk 2:11). Ternyata Sang Juruselamat, yang datang untuk mengangkat manusia dari kegelapan dan kekelaman hidupnya, tidak tampil dalam gemerlap sebagaimana digambarkan oleh nabi Yesaya. Kelahiran Yesus diceritakan sangat singkat dan sederhana, “… dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan” (Luk 2:7).

Sang Juruselamat sendiri menjadi ringkih dan lemah. Dalam surat kepada umat di Korintus Santo Paulus menulis, “Ia,  yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya. Dengan kata lain, Sang Juruselamat telah menjadi manusia seperti kita. Ia solider dengan manusia dalam keadaannya yang  ringkih dan lemah. Ia tidak mengangkat  manusia dari kegelapannya dari luar, melainkan dari dalam. Jalan ini ditempuh-Nya dengan konsekwen, dengan penderitaan dan wafat disalib, tempat puncak cinta-Nya kepada manusia dan kesetiaan-Nya kepada Allah.

Hari kelahiran Yesus adalah hari pengharapan, karena kita yang ringkih dan lemah mendapatkan damai sejahtera sejati. Natal adalah hari kegembiraan,  karena Allah berkenan menyatakan kasih karunia-Nya dalam diri Yesus. Kecuali itu Natal juga berarti perutusan kepada kita untuk membuat kasih karunia Allah tampak dan dialami semua orang. Dengan demikian, semakin banyak pula orang yang hidup dalam pengharapan dan sukacita, sehingga menikmati damai sejati. (GEMA)

About

Check Also

Ekaristi MINGGU BIASA III/B, 21 Januari 2018

Menghayati hidup dalam Ekaristi Banyak orang yang keranjingan mode. Mereka mencari jalan singkat yang ditunjukkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *